Tangsel, Skalainfo.net| Warga Minang, Sumatera Barat tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dapat dilihat disetiap sudut Kabupaten dan kota banyak berdiri rumah makan khas Minang, ditambah lagi banyak ‘urang awak’ yang  berprofesi sebagai pedagang dan pengusaha yang sudah lama bertempat tinggal di daerah tersebut. ‘Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjuang,’ menjadi salah satu pepatah Minang yang sangat tersohor dan melekat dihati orang Minang diperantauan. Senin, 03/03/2025.

foto exclusive

Tetap memegang adat istiadat serta kekerabatan merupakan hal utama dalam persatuan mereka. Silaturahim yang kuat diantara warga perantauan Minang, menginisiasi berdirinya organisasi seperti Ikatan Keluarga Minang, Bundo Kanduang, Keluarga Mahasiswa Minang dan Persatuan Warga Minang serta organisasi dalam bentuk lainnya yang bertujuan untuk memperkokoh jalinan sanak saudara di tanah rantau.

Pagi tadi bertempat di aula SDIT Tirta Buaran, Serua – Kota Tangerang Selatan, salah satu organisasi yaitu Bundo Kanduang Tangerang Selatan (BKTS) mengadakan acara silaturahim menyambut bulan suci Ramadan 1446 Hijriah sekaligus serah terima Pengurus Bundo Kanduang Tangerang Selatan, Minggu 23 Februari 2025 kemarin.

foto exclusive

“Dalam kepengurusan periode 2024-2029 ini, kami lebih meningkatkan program sosial, dengan mengutamakan budaya Minang di Tangerang Selatan sekaligus menyampaikan kepada seluruh warga Minang di Tangerang Selatan ini bahwa orang Minang masih melestarikan adat istiadat budaya Minangkabau. Bundo Kanduang mengharapkan semua warga Minang di Tangerang Selatan dapat saling membantu dalam kebersamaan agar saling mengenal,” papar Ibu Anizar, S.H., M.Kn, selaku Ketua Bundo Kanduang terpilih periode 2024-2029 kepada awak media ini.

Organisasi Bundo Kanduang Tangerang Selatan lahir pada tahun 2020 dibawah pimpinan Ibu Djasminar, telah melakukan banyak kegiatan sosial dalam kurun waktu 4 tahun lalu, seperti yang disampaikan oleh beliau dalam kesempatan wawancara pagi tadi.

“Selama 4 tahun pengurus dan anggota sangat aktif dalam semua kegiatan dalam 4 bidang, sosial, pendidikan, seni budaya dan agama. Bidang sosial yang  sering aktif seperti membantu anggota Bundo Kanduang yang sedang sakit dan santunan dhuafa serta yatim piatu saat bulan Ramadan di sekitar Tangsel. Bundo Kanduang Tangsel menjadi ‘payung besar’ bagi warga Minang di Kota Tangerang Selatan,” demikian uraian yang disampaikan oleh Ibu Djasminar, selaku Ketua Bundo Kanduang Tangerang Selatan (BKTS) Periode 2019-2024.

Besarnya jumlah orang Minang di Kota Tangerang Selatan ini sangat berpotensi untuk dipersatukan dalam persaudaraan kekerabatan Minang, seperti tertera dalam tema silaturahim Bundo Kanduang Tangerang Selatan “Mangumpuan Nan Terserak, Manjapuik Nan Tatingga”. Tema tersebut begitu dalam bila kita pahami dengan benar, seperti yang diutarakan oleh Bundo Maharani, selaku Pembina serta pemrakarsa pendirian Bundo Kanduang Tangerang Selatan 4 tahun lalu.

“Harapan saya, Bundo Kanduang dibawah pimpinan Ibu Anizar akan lebih bagus lagi dan lebih bisa merangkul semua orang Minang sekaligus saling tolong menolong di Tangerang Selatan,” demikian harapan besar Bundo Maharani, selaku Pembina Bundo Kanduang Tangsel kepada jajaran pengurus BKTS untuk periode 2024 – 2029.

Hadir dalam kegiatan silaturahim Pengurus dan anggota Bundo Kanduang Tangerang Selatan ini, Ketua Persatuan Warga Minang Tangerang Selatan (PWMTS) Bapak Novrial beserta istri, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa PWMTS menjadi wadah pemersatu semua organisasi warga Minang di Tangerang Selatan ini. Selain itu juga berharap bahwa Bundo Kanduang dapat mengayomi mahasiswa/i yang berasal dari Minang yang berjumlah 1.000 orang yang sebagian sudah bergabung dalam KMM SUMBAR, dimana hal itu masih perlu bimbingan dari Bundo Kanduang juga, ungkapnya.

“Mangumpuan Nan Terserak, Manjapuik Nan Tatingga, mempunyai makna yang sangat besar dan dalam sekali. Bagaimana sebagai pengurus Bundo Kanduang untuk berusaha mengayomi masyarakat Tangerang Selatan ini tanpa terkecuali. Beberapa orang Minang di perantauan yang merasa kurang beruntung kehidupannya merasa tidak diperhatikan, tidak memiliki saudara. Bundo Kanduang Tangerang Selatan dibawah pimpinan Ibu Anizar sebagai Ketua yang baru terpilih, semoga dapat mengayomi semua yang ada ini, sebagai sanak saudara di perantauan,” papar Bapak Novrial selaku Ketua Persatuan Warga Minang Kota Tangerang Selatan.

Paparan terakhir Novrial menyampaikan pesan bagaimana Bundo Kanduang Tangsel ini dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Tangsel dan berperan aktif dalam pembangunan di Kota Tangsel ini, pungkasnya. (Red/Alfi).

-+=