Tangsel, Skalainfo.net| Pengerjaan saluran drainase di jalan Raya H. Taif Kota Tangsel terkesan hantam kromo, pasalnya galian yang ditengah jalanan tidak ditutup kembali sesuai peruntukannya. Konon, sebut warga pengendara roda dua sering terjatuh akibat galian tersebut. Tidak hanya itu bahwa galian didepan pertokonan warga tidak tertutup dengan baik sehingga saat hujan turun terlihat sangat becek dan sangat terkesan pembiaran oleh para pekerja. Senin, 02/09/2024.

foto exclusive

Seorang warga yang memperhatikan cara kerja para tukang saluran drainase, mengatakan kepada awak media ini, kok pekerjaannya itu nemplok sini dan nemplok sana kerjaan yang belum rampung sudah mengerjakan lagi yang diujung sana, katanya, dan sebagai narasumber nama warga kami rahasiakan.

Ini proyek hanya ingin cepat selesai saja tidak memikirkan kepada warga akibat dari galian itu kalau memang mau ditinggal ya dirapikan dulu paling tidaknya, ya untuk motor roda dua bisa masuk ketempat si pemilik toko. Terlalu lama si pemilik toko yang berada disepanjang jalan Raya H. Taif ini, untuk menunggu pekerja drainase merapikan kembali galian didepan toko, akhirnya si pemilik toko mengeluarkan koceknya juga sendiri untuk dan merapikan sendiri dengan semen, ungkapnya.

Kontrkator yang mengerjakan proyek dari Dinas SDA/BMBK Kota Tangsel yaitu: CV. Adi Surya Contractor memakai uang anggaran APBD Tahun 2024 Kota Tangsel, dengan nilai kontrak Rp. 3.921.845.800,- (Tiga Milyar, Sembilan Ratus Dua Puluh Satu Juta, Delapan Ratus Empat Puluh Lima Ribu, Delapan Ratus Rupiah), dan masa tenggang lama kontrak kerja yaitu 180 hari kalender.

“Namun, pada papan plang informasinya tidak tertulis dimulainya pada bulan apa? Dan berakhir pada bulan apa!”.

Papan plang informasipun tidak ada dilokasi galian saluran drainase, kuat dugaan hanya untuk kamuflase saja dan bisa diangkat dan dipindahkan, bila mana ada pemeriksaan dari pihak Dinas SDA/BMBK Kota Tangsel plang secepatnya dipasang kembali, walaupun disembarang tempat, yang penting judulnya sudah ada plang. Tapi sayangnya pihak dari Dinas SDA/BMBK tidak pernah control ke lokasi secara mendetil begitu, cukup dengan by telpon saja (ABS) Asal Bapak Senang, semua beres.

Kongko di warung kopi sangat jelas terdengar dari para penikmat kopi mengatakan bahwa, pegawai yang bekerja pada dinas SDA/BMBK kurang apa ya, anggaran APBD yang dikeluarkan sangat besar buat pembangunan tetapi juga, tidak pernah kapok-kapoknya, hasil kerjanya tidak sampai satu tahun sudah pada Ancurrr….

Pantauan awak media dilapangan memang tidak sesuai standar pemasangan U-ditch drainase itu, setelah digali salurannya tidak dibubuhi dengan pemadatan sirtu, sebagai penahan U-ditch masuk dalam selokannya tersebut, serta untuk pemasangan U-ditch pada lokasi melingkar tidak ditambal lagi dengan semen, sehingga U-ditch dibiarkan saja merenggang tanpa tutupan sebagai mestinya standarisasi pemasangan U-ditch drainase. (Red/Bily).

Bersambnung**

By Admin

-+=