Siantar, Skalainfo.net| Sebentar lagi tibalah waktunya untuk kita mengenang kembali kepada perjuangan Indonesia yang mengantarkan sangsaka merah putih ke pintu gerbang kemerdekaan, dan segenap Bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2024 merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamasikan oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta. Selasa, 06/08/2024.

“Tetapi apakah Indonesia pada tahun 1945 memang nyata telah merdeka dari Penjajahan Belanda?”
Padahal pada tahun 1949 Ir. Soekarno dan Haji Agoes Salim masih dalam pengasingan, sebagai tahanan politik Belanda di Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Setelah Perang Dunia ke II usai dan Pasukan Sekutu menang melawan Hitler, Penguasa Nazi Jerman bersama sekutunya dan Jepang dijatuhi bom atom oleh pesawat pembom Amerika di kota Hirosima dan Nagasaki. Maka Kaisar Jepang Hiro Hito memerintahkan semua pasukannya pulang.
Namun Indonesia pada saat itu masih dikuasai oleh Belanda dengan membonceng tentara sekutu, yang memborbardir Indonesia kembali dengan pasukan Nika yang kejam.
Amerika yang sempat terpengaruh oleh hasutan Belanda pernah gagal untuk mendukung kemerdekaan Indonesia. Namun Serikat buruh pekerja Amerika dari Afrika dan Asia serta kaum revolusioner Amerika NAACP dan Kongres Amerika menekan Presiden A.S. Harry S. Truman supaya menekan Belanda untuk segera mengadakan perundingan dengan kaum intelektual nasionalis Indonesia yang dikenal dengan Konfrensi Meja Bundar (KMB) Tahun 1949.
Perundingan itu hampir gagal karena Belanda sangat berat untuk melepaskan Indonesia dari kekuasaannya yang mereka sebut Nederland Indie (Hindia Belanda).
Tapi Amerika yang membuat Marshall Plan yang memberi bantuan kepada negara Eropah Belanda mengancam akan menarik bantuan ekonomi dari Belanda kalau Indonesia yang telah diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 itu masih belum Merdeka secara murni. Karena Amerika adalah merupakan salah satu anggota Good Offices Comitte of the United Nation (Komite 3 Negara PBB).
Akhirnya atas desakan NAACP dan Kongres Amerika, maka Presiden A.S Harry S. Truman mengutus seorang utusannya untuk ikut dalam Konfrensi Meja Bundar (KMB) Tahun 1949 di Denhaag Belanda bersama utusan Indonesia. Utusan PBB diwakili Australia juga Pengacara Belanda. (Red).
Nara sumber: Baginda Raja Siantar Sahat Damanik.
Daftar Pustaka : 1. Robert J.Mc.Mahon.Ph.d.Ohio.USA. 2. Literatur Sejarawan Romo Baskara.
