Tangsel, Skalainfo.net| Pengunduran diri seorang Bacaleg muda yang familiar dengan masyarakat membuat tandatanya besar bagi Bacaleg lainnya. Bagaimana tidak…? Seorang Christopher yang mapan dalam finansial serta program positif, hingga saat ini masih berjalan diantranya, rumah aspirasi menampung keluhan berbagai lapisan masyarakat dan program pendidikan gratis. Pamulang, Kamis, 11/5/2023.
“Setelah penyerahan berkas ke kantor DPD Partai Perindo Kota Tangsel, tepat pada pukul. 18.30 Wib, langsung temu awak media dalam konfrensi pers direstoran Sedjuk Bakmi & Kopi Bintaro, dibilangan Sawah Lama Kota Tangerang Selatan, Banten”.
Christopher Adrian Persadanta Ginting menyebutkan, hal seperti itu biasa terjadi dikancah politik. Sebelumnya kita sudah mengumpulkan tim koordinator pendukung atau tim sukses kami, membahas keikut sertaan di Perindo atau mundur dari keanggotaan Partai Perindo Kota Tangsel khususnya saya sebagai Dapil Pamulang dan sekitarnya, ucapnya.

“Hal yang sangat mengejutkan yaitu mereka semua mendukung untuk mundur dan lepaskan lokomotif Partai yang saat ini melekat pada Christopher”.
Sebelum bertindak menurut saya, ini adalah perilaku politik jaman modern dilakukan dulu baru minta izin. Saya sebagai anak muda tentunya yang berpolitik juga, minta izin dulu baru saya lakukan, saya benar-benar mentreat dulu pendukung saya dan teman-teman saya, jelasnya.
Awak media ini menanyakan, setelah mundur dari Partai Perindo akankah ada niat untuk ikut lokomotif Partai lainnya..?
“Bentukan sudah ada serta dukungan juga menghargai teman-teman, kita terus melangkah di lokomotif Partai lainnya dan tidak mundur dari pencaleg-kan,” ungkap Christopher.
Ditempat terpisah, Reza yang juga sebagai penasehat di DPD Partai Perindo Kota Tangsel mengatakan, dengan pengunduran Christhpher dari Partai Perindo Tangsel, sungguh secara pribadi saya merasa sedih. Mengapa saya dulu membawa dia masuk ke Partai Perindo karena saya sangat mengenal sosok seorang Christopher, katanya.
Christopher ini tambahnya, pernah mengecam perwakilan pelajar di seluruh Indonesia, artinya adalah, dia ini punya potensi yang sangat besar untuk merubah sikap berpartai dan sebagainya serta pembangunan di Kota Tangsel ini, ungkapnya.
“Tapi karena ini, tidak cocok dalam konsep berpikirnya arogansi dari pengurus itu dan dialami oleh beliau, maka saya sendiri merasa sedih,” katanya.
Maka harapan saya ini menjadi pembelajaran buat para pengurus Partai kedepan, agar jangan bersikap untuk keluarga saja. Dan gak jelas sikapnya dalam menentukan kebijakan-kebijakan, arogansi dalam bersikap, itu juga tidak baik buat para kandidat-kandidat yang akan datang.
Justru saya khawatir, akibat beliau ini keluar akan ada rentetan peristiwa dikemudian hari, banyak juga Caleg yang akan mengundurkan diri. Ini sangat berbahaya untuk Partai Perindo yang kita cintai ini. nah,..ini harus ada display untuk para pimpinan baik itu yang di DPP, DPW atau DPD ini untuk segera membuat sikap yang ada kenyataan terhadap pimpinan-pimpinan yang ada di Kota Tangsel ini, terang Reza.
Awak media ini menanyakan mundurnya Bacaleg Partai Perindo ini apa langkah-langkahnya mengantisipasi rentetan peristiwa..?
Tentunya, teman-teman yang ada distruktur KSB masing-masing ini melakukan rapat khusus untuk hal ini, agar bersikap berubah dikemudian hari. Jangan asal arogansi yang tidak menentu bahkan nepotisme yang sangat dalam, itu tidak baik untuk Partai Perindo ini, jelas Reza.
Awak media ini menanyakan kembali apakah rumor pengunduran diri Christopher sudah tahu..?
Ohh,..itu sudah sangat jelas diketahui, bahwa seringkali, bahkan menentukan job disk pun di DPD Perindo Kota Tangsel ini tidak pernah ada. Rapat-rapat awal antara pengurus untuk menentukan kebijakan-kebijakan siapa urusan ini dan lainnya, maka seharusnya DPW dan DPP melakukan sikap untuk monitoring, tambahnya.
Saya sebagai penasehat pernah mengusulkan agar cepat-cepat para pengurus itu untuk melakukan pengkaderan, sehingga para pengurus itu paham garis-garis besar perjuangan dari Partai Perindo. Hari ini mereka tidak mendapatkan itu satupun di pengurus Partai Perindo Kota Tangsel, katanya.
“Konsep dari Partai Perindo (Partai Persatuan Indonesia) ini adalah, menghargai perbedaan-perbedaan pendapat itu, untuk menjadikan sebuah kekuatan untuk kemajuan bersama”.
Apa langkah konkrit setelah pengunduran Bacaleg ini yang akan dilakukan DPD Partai Perindo Kota Tangsel..?
Mengenai bocoran apa yang akan dilakukan Partai Perindo kami sendiri belum jelas, sambut Reza dan menambahkan bahwa, arogansi dari DPP. DPW ini belum jelas terhadap DPD ini sendiri. Dan bahwa Partai Perindo ditingkat Kota Tangsel juga tidak lolos dari verifikasi pemilu, seharusnya mempercepat proses ini. Namun ini malah pembiaran daripada DPP maupun DPWnya, ini yang sangat disayangkan.
Saya ini salahsatu yang sangat cinta terhadap Patai Perindo ini, dan dekat juga dengan bapak Hary Tanoesoedibjo sebagai salahsatu bergerak dari Partai NasDem pindah ke Partai Perindo, dan salahsatu pendiri di Kota Tangsel maupun Banten, sangat kecewa sebenarnya. Cuma ungkapan ini belum sampai kepada Hary Tanoesoedibjo itu sendiri, pungkasnya. (Red/Alfi).
