download 10

Jakarta, Skalainfo.net| Sebanyak 42 orang warga Indonesia yang berada di negeri jiran Kamboja terlantar, dikarenakan tergiur dengan upah yang besar sehingga memberanikan diri untuk ikut bekerja dinegeri jiran Kamboja. Setelah diperkerjakan disuatu tempat, cukong yang dipercaya oleh TKI Indonesia tersebut, justru menjual TKI Indonesia kepada bos yang lain dan meninggalkan TKI Indonesia tanpa adanya persetujuan dari TKI Indonesia. Kamis, 3/3/2022.

download 9

“Diketahui adanya human trafficking setelah salahsatu korban memberi kabar via whatsapp kepada awak media ini, dan sudah tiga bulan berada di Kamboja bekerja tetapi tidak dapat gaji seperti yang diharapkan, ternyata mereka sudah dijual oleh seorang cukong yang membawa mereka ke Kamboja”.

Salahsatu dari mereka ada yang melaporkan kejadian itu kepada KBRI Indonesia untuk Kamboja, setelah diperiksa oleh KBRI Indonesia betul adanya bahwa mereka telah bekerja disuatu tempat tetapi tidak dapat upah atau gaji.

Setelah dievakuasi, kemudian para pekerja asal Indonesia dibawa kekantor KBRI namun jumlahnya terlalu banyak sehingga sebahagian dari mereka akan menginap di salahsatu losmen atau hotel bagi yang masih memiliki uang.

Karena telah berhari-hari belum mendapat kejelasan akan nasib mereka, akhirnya TKI Indonesia ini memutuskan untuk pulang saja ke Indonesia. Karena untuk menyewa hotel dan losmen sudah tidak bisa bayar lagi, dan dari pihak KBRI Indonesia pun belum mendapatkan kejelasan bagaimana nasib mereka sebanyak 42 orang apakah bisa dipulangkan ke Indonesia, sebut seorang TKI asal Indonesia yang bernama (HD) dalam tulisannya via whatsapp saat menuliskan deritanya kepada wartawan media ini.

Dalam tulisan nya via whatsapp mengharapkan bantuan dari Pemerintah Indonesia agar mereka semua bisa dipulangkan ke Indonesia. Disebutkan nya bahwa untuk makan sehari-hari pun mereka sudah tidak bisa beli, karena sudah mulai kehabisan uang di Kamboja.

Harapannya agar KBRI Indonesia bisa memulangkan mereka ke Indonesia pun sudah mulai hampa, karena sampai saat ini belum juga ada kejelasannya atau perkembangan atas nasib mereka yang terlantar di Kamboja, sebut (HD) pesan via whatsapp.

Awak media ini menanyakan via whatsapp, bagaimana bisa sampai di Kamboja awal ceritanya seperti apa? Pihak KBRI kok menelantarkan begitu saja? Apakah kalian tidak diberikan tempat penampungan sementara disana?

(HD) membalas pesan tersebut dan menceritakan seperti ini : “Jadi pada awalnya kami dijanjikan akan mendapatkan gaji bekerja ditempat bos yang pertama, dan kami setelah dipindah ke kantor baru yang mana dikatakan nya bahwa kantor baru tersebut masih dibawah naungan bos yang sama atau yang pertama. Setelah kami tiba dikantor yang baru ternyata sudah beda bos dan gaji yang dijanjikan tidak pernah dibayarkan pada kami sepeser pun..! Lalu kami melaporkan pada KBRI dan kami pun dikeluarkan dari gedung tersebut dengan bantuan KBRI dan pihak polisi dan imigrasi setempat.

Sekarang kami ditempatkan dihotel yang mana semua biaya sehari-harinya kami tanggung sendiri, sedangkan gaji kami 2 bulan belum dibayarkan kami semua tidak memiliki uang untuk bertahan lebih lama apalagi untuk membeli tiket pulang dan biaya lainnya” pesan whatsapp (HD) dengan wartawan media ini.

Sampai berita ini diturunkan para pekerja asal Indonesia belum mendapatkan kepastian bagaimana nasib mereka sebanyak 42 orang di negeri jiran Kamboja tersebut.

Berharap kepada pihak yang mendengar dan membaca berita ini memberikan solusi atas nasib mereka sebanyak 42 orang yang terlantar di Kamboja, semoga ada orang dermawan yang bisa membantu kepulangan mereka semua ke tanah air. (Red/MJ).

By Admin

-+=