Tangerang, Skalainfo.net| Dalam rangka meninjau pelaksanaan kegiatan warga tingkat Kelurahan yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), aktivis lingkungan hidup dan pelopor pendayagunaan sampah rumah tangga Tukidi, SE, MM melakukan kunjungan diantaranya ke lokasi RW. 13 Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah Kota Tangerang. Pekan lalu.

Program Kampung Iklim (ProKlim) pada tahun 2021. Dalam kesempatan tersebut Tukidi seorang pelopor pendayagunaan sampah Lingkungan Hidup Kota Tangerang didampingi oleh Ketua RW. 13 Haryanto, Sekretaris RW. 13 Barkah dan beberapa tokoh masyarakat juga hadir pula perwakilan Kecamatan dan Kelurahan Karang Tengah, menjadi lokasi pertama yang dikunjungi pada hari Rabu, tanggal, (4/8/2018).

Kunjungan Aktivis Lingkungan Hidup ke RW. 13, diterima oleh Ketua dan pengurus RW. 13 Kelurahan Karang Tengah langsung mengunjungi lokasi proklim.

Ketua RW. 13 Haryanto menyampaikan informasi mengenai kondisi lokasi serta kegiatan adaptasi dan perubahan iklim yang telah berjalan serta keberadaan kelompok masyarakat dan dukungan keberlanjutan yang mengantarkan lokasi tersebut jadi kampung ProKlim.

“Saat ini semua warga sedang konsentrasi menghadapi HUT ke 76 Kemerdekaan RI. Bersamaan dengan membersihkan lingkungan, agar indah dan nyaman di pandang,” kata Haryanto.

Rw. 13 merupakan lokasi sangat akrab dan bersahaja penduduknya yang memiliki toleransi tinggi sesama dan terdiri dari 3 RT dengan jumlah penduduk kurang lebih sebanyak 413 KK. Dilengkapi dengan AD/ART untuk RW dan RT maupun struktur organisasi dimana seluruh divisinya berasal dari semua komponen masyarakat RW. 13.

Perubahan iklim dikembangkan dan dilaksanakan oleh masyarakat RW. 13. Sebagai upaya untuk Penghijauan, menanam pohon buah yang dapat dimakan di setiap halaman rumah,  masyarakat membuat sekitar lubang resapan biopori, pompa air masing rumah tinggal.

“Hasilnya sudah terlihat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, Kegiatan adaptasi lainnya adalah pemanfaatan lahan maupun gang sempit dengan berbagai tanaman sayuran, tanaman gantung, obat, dan pohon buah yang dapat dimakan misalnya, jeruk, mangga, durian, manggis, dukuh dan nangka,” ujar Haryanto penuh harap.

Sementara Tukidi, SE, MM. mengatakan, pengelolaan sampah dengan melibatkan bank sampah, pengomposan dengan komposter untuk suplai pupuk organik bagi aneka tanaman di setiap RW, maupun upaya penghematan energi.

“Peningkatan ketahanan pangan dilaksanakan dengan pembuatan kebun organik, dan pemanfaatan lahan pekarangan. Di bidang pengendalian penyakit terkait iklim, terdapat kader jumantik yang aktif dan penerapan PHBS,” himbau aktivis lingkungan hidup Kota Tangerang Tukidi.

Dia juga menyampaikan apresiasinya atas keberlanjutan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim oleh warga masyarakat RW. 13, Kelurahan Karang Tengah. Lokasi tersebut diharapkan dapat terus menjalankan peran sebagai agen pembawa perubahan dan menjadi pusat pembelajaran (learning center) bagi berbagai pihak yang ingin mempelajari ProKlim.

“Untuk melihat dan belajar secara langsung melalui Bimtek di lokasi agar Proklim di masing-msing RW tadi bisa berkembang dan mendapatkan sertifikat utama dari DLH dimana diharapakan dunia usaha juga ikut mebantu lewat Corporate Social Responsbility, namun itu bukan tujuan utama, tujuan utama adalah menumbuhkan partisipasi masyarakat agar peduli terhadap lingkungan dalam rangka peduli Proklim,” sambung Tukidi sambil melihat gundukan sampah. (Red/Siswo).

PENULIS  : EDWARD. AN.

By Admin

-+=