• June 19, 2021


Mubar, skalainfo.net | Baru beberapa saat yang lalu menyoroti krisis listrik di Muna dan Muna barat, ketua DPD Gelora Indonesia kabupaten Muna barat, Ramadhan Mpera kembali menyoroti lemotnya jaringan telepon dan seluler di Muna barat. Saat ini telepon dan internet sudah menjadi kebutuhan penting bagi warga, tak terkecuali di seluruh pelosok desa Muna barat.

Ramadhan Mpera mengingatkan Pemerintah daerah kabupaten Muna barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Muna barat untuk tidak berdiam diri dalam menyikapi masih banyaknya masyarakat kesulitan berkomunikasi menggunakan telepon seluler.

“Seperti di wilayah Desa Guali, Lapokainse,  Bakeramba, Lakawoghe, Kasakamu Kecamatan Kusambi, dan sekitarnya juga di wilayah Kecamatan sawerigadi misalnya Desa Lombu jaya, Waukuni, Wakoila dan bahkan hampir merata di wilayah kabupaten Muna barat. Wilayah itu signal seluler lemot, jangankan untuk internetan, menelpon saja terkadang putus-putus,” ucap Ramadhan Mpera, Rabu, 19/05/2021).

Untuk mengatasi permasalahan itu, Tokoh pemuda Muna barat ini menyarankan Diskominfo segera mencari solusi atau menggedor operator provider agar membangun tower di wilayah yang belum terjangkau jaringan seluler.

“Kemajuan teknologi masih belum merata dirasakan masyarakat Muna barat, jadi kami harapkan Pemkab Muna barat melalui Kominfo untuk mencari solusi,” tandasnya. Untuk berkomunikasi melalui Facebook, Line, Twiter, WA dan Youtube harus berulang-ulang baru bisa tembus, lanjut tokoh pemuda Muna barat ini, tak hanya itu saja, untuk menerbitkan atau memposting sebuah berita saja harus berulang-ulang kali diulang agar bisa membuka akun internet tersebut.” tambahnya.

Ia juga berharap pihak perusahaan yang membidangi perbaikan jaringan internet tersebut agar segera memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan agar merasa nyaman, menstabilkan dan menambah jangkauan yang lebih bagus lagi ke tingkat desa-desa mengingat pentingnya penggunaan jaringan internet tersebut. Warga lainnya juga banyak mengeluhkan hal yang sama, selama ini koneksi jaringan terus memburuk (tidak stabil),ujarnya.

Menurutnya, menjadi ironi dikala pemerintah pusat mencanangkan sistem digital untuk semua programnya justru daerah ini seolah masih jauh tertinggal dengan program tersebut apalagi saat ini adalah era 4.0. Bahkan menurutnya pandemi covid-19 menjadikan masyarakat banyak keterbatasan dalam melakukan aktivitasnya. Para mahasiswa dan pelajar yang melakukan kuliah/pembelajaran via online terpaksa kalang kabut bahkan mayoritas mahasiswa kembali meninggalkan kampung halaman ke lingkungan kampusnya demi mendapatkan sinyal jaringan seluler yang baik, paparnya.

“Saya mensinyalir pihak Dinas kominfo belum mengetahui secara rinci  wilayah mana yang masih belum tersentuh provider seluler. Olehnya itu saya menyarankan kepada Dinas Kominfo bersama seluruh Camat termasuk kepala desa untuk menginventarisasi wilayahnya untuk kemudian dijadikan prioritas pembangunan jaringan internet yang kemudian bisa diusulkan untuk mendapatkan bantuan pembangunan jaringan internet,” terang politisi besutan Anis Matta dan Fahri Hamzah ini. (HASMID/red)