• July 24, 2021

H. AS Tamrin : Pemerintah Telah Beri Bantuan Pada Pengrajin Tenun

 H. AS Tamrin : Pemerintah Telah Beri Bantuan Pada Pengrajin Tenun

Baubau-Sultra, Skalainfo.net| Walikota Baubau Dr. H. AS Tamrin, MH. saat mengunjungi Kampung Tenun Kelurahan Sulaa Kecamatan Betoambari Kamis, (25/2/2021) mengatakan, Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah memberikan sejumlah bantuan untuk para pengrajin tenun. Bantuan tersebut di antaranya berupa alat-alat tenun yaitu benang dan pewarna kain.

“Pemerintah telah memperhatikan dengan berbagai macam kebutuhannya mereka. Didirikan gerai begini, kemudian dibentuk kelompok-kelompok tenun sebanyak 9 kelompok. Tujuannya adalah agar kita lebih mudah koordinir dan memberikan pembinaan,” ungkapnya kepada sejumlah media.

Terkait dengan pemasaran, orang nomor satu di Kota Baubau ini menuturkan, pemasaran dari hasil tenunan tersebut bervariasi. Selain pembeli yang mendatangi langsung Kampung Tenun juga ada juga yang dijual melalui Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) serta Pemerintah Kota.

“Kalau ada momen-momen seperti Festival Keraton banyak tamu kita, untuk oleh-oleh atau cendera mata tentu kita harus sediakan sesuatu yang khas dengan daerah kita. Nah sarung tenun inilah yang selalu kita siapkan dan langsung kita pesan di sini terkadang sampai ratusan lembar,” tuturnya.

Untuk itu H. AS Tamrin berpesan agar para pengrajin Tenun tersebut selalu menjaga dan meningkatkan kualitas tenunannya. Pasalnya, dengan kualitas yang bagus para pembeli akan merasa puas atas kain yang dibelinya sehingga bisa menjadi salah satu media promosi.

“Kalau kualitas tenunannya bagus pasti mereka akan bercerita kepada yang lain dan tidak menutup kemungkinan orang lain juga akan datang belanja kain tenun di sini. Maka sudah barang tentu ini akan berimbas pada meningkatnya pendapatan para pengrajin tenun ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut Wali Kota dua periode ini berharap, agar kampung tenun di Kelurahan Sulaa Kecamatan Betoambari tersebut dapat menjadi salah satu destinasi wisata. Menurutnya, para wisatawan yang menyukai kerajinan tradisional akan langsung mendatangi kampung tenun jika kualitas produksi bisa diakui di mancanegara.

“Para wisatawan yang ingin membeli cendera mata tenunan khas Buton pasti akan kesini, terutama wisatawan yang mencintai kerajinan tradisional seperti ini. Di samping ingin membeli kain tenunan juga ingin melihat langsung proses pembuatannya yang masih sangat tradisional ini,” pungkasnya. (Red/Yusry Bayny).

Autentikasi : DINAS KOMINFO BAUBAU.