• March 1, 2021

Polda Sumut Ultimatum Agar Man Batak Segera Menyerahkan Diri

 Polda Sumut Ultimatum Agar Man Batak Segera Menyerahkan Diri

Labuhanbatu, Skalainfo.net | Kepolisian Daerah Sumatera Utara sampaikan ultimatum gembong narkoba IRP alias Man Batak yang melarikan diri saat pengembangan kepemilikan 5 kilogram narkotika jenis sabu Di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) segera menyerahkan diri.

Polisi meminta sang Bandar Narkoba segera menyerahkan diri atau personel tidak segan untuk melakukan tindakan tegas kepada pelaku yang terlibat dan semua jaringan narkoba lainnya.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Hadi Wahyudi kepada wartawan di Rantauprapat melalui telepon selulernya, Senin (18/1/2021) sore. “Perintah Kapoldasu, agar Man Batak segera menyerahkan diri” himbaunya.

Perintah Kapolda sangat jelas, bahwa setiap pelaku narkoba akan ditindak tegas, tepat keras dan terukur, tidak ada tempat bagi pelaku-pelaku narkoba,” tegas, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Hadi Wahyudi,

Disisi lain, Hadi juga menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian personel saat bertugas dan berjanji akan menyelesaikan kasus yang memicu reaksi positif masyarakat Daerah Labuhanbatu Raya.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang peduli terhadap segala bentuk penyakit masyarakat. Kami berharap terus bekerjasama membantu tugas kepolisian dalam menjaga lingkungan, menjaga keluarga dan masyarakat kita,” jelasnya.

Sebelumnya, Tim Ditres Narkoba Polda Sumut bersama Polres Labuhanbatu mengamankan pelaku Man Batak bersama seorang wanita berinisial LA yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara, Minggu (10/1/2021) malam di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Bandar Narkoba yang warga Kabupaten Labuhanbatu itu berhasil kabur saat Polisi melakukan pengembangan ke tempat kejadian perkara lainnya.

Kejadian itu memicu protes keras warga Labuhanbatu di media sosial dan Polda Sumut mengakui adanya unsur kelalaian dan dikabarkan, buntut dari peristiwa larinya bandar narkoba dimaksud, Div. Propam Poldasu sedang memproses peristiwa tersebut.(Damanik/red),