• January 22, 2021

Tertangkapnya Bandar Besar Narkoba Rantauprapat, Jadi Perbincangan

 Tertangkapnya Bandar Besar Narkoba Rantauprapat, Jadi Perbincangan

Labuhanbatu, Skalainfo.net | Viral dan banyak diperbincangkan penangkapan bandar Besar Narkoba di Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, dari satu hotel di Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan oleh Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara dan Satresnarkoba Polres Labuhanbatu ,Minggu (10/1/2021) malam.

Bandar Narkoba yang santer disebut Man Batak, diringkus bersama seorang wanita dari salah satu hotel di Kotapinang Labusel dengan barang bukti 5 Kg narkotik jenis sabu-sabu sekembali dari Riau.

IRP alias Man Batak (40) warga Jalan Bersama, Kelurahan Padangmatinggi, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu diringkus bersama seorang wanita yang bertugas sebagai aparatur sipil negara (ASN) di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Labuhanbatu dan seorang ajudan yang merangkap supir.

Dari penangkapan itu, Polisi berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 4,5 kilogram yang baru dibeli dari bandar sabu Riau. Man Batak sempat dikabarkan kabur, namun berhasil diringkus kembali saat keluar dari persembunyiannya

Beredar juga kabar, sebelum penangkapan pada Sabtu (9/1/2021) siang, seorang perwira polisi menghubungi seseorang yang pernah melaporkan Man Batak, meminta ciri-ciri pria berusia 40 tahun itu, alamat rumah, tempat mangkal dan aset-asetnya.

Kabar penangkapan Man Batak bersama isteri mudanya beserta ajudan, menjadi perbincangan hangat di Rantauprapat maupun di media sosial yang diunggah dibeberapa acunt FB, Selasa (12/1/2021) siang.

Disebutkan, pria berusia 40 tahun itu sudah menjalankan bisnis ilegalnya selama 10 tahun dan dari hasil bisnisnya tersebut, diduga Man Batak sudah mempunyai investasi milyaran rupiah dalam bentuk kebun kelapa sawit, rumah dan lainnya.

Dikabarkan juga, selain di Labuhanbatu Raya, Man Batak menjalan bisnis haramnya sampai ke Kabupaten lain dengan omzet milyaran rupiah

Informasi lain menyebut, Man Batak adalah DPO kasus narkoba sejak 24 Agustus 2015, setelah polisi menangkap anggotanya, Mus pada Juni 2015 di Jalan Bersama Kelurahan Padangmatinggi Rantauprapat, dekat rumah gembong sabu tersebut. Kemudian kurirnya tertembak polisi dan meninggal Dunia, Rabu 22 Mei 2019.

Dari catatan wartawan, 4 bulan terakhir, Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu mengungkap beberapa kasus narkoba dengan barang bukti sabu sekitar 20 Kg.

Kasubbid Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan saat dikonfirmasi wartawan SIB, membenarkan telah menangkap bandar narkoba Rantauprapat, namun sampai saat ini masih dilakukan pengembangan penyelidikan.

“Betul. Tapi sabar untuk berita lengkapnya, karena masih pengembangan,” sebut MP Nainggolan. (Damanik/red),