• January 28, 2021

FKUB Kota Tangsel Gagasan Pertama Buka Kajian Rutin Bulanan Antar Umat Beragama

 FKUB Kota Tangsel Gagasan Pertama Buka Kajian Rutin Bulanan Antar Umat Beragama

Tangsel, Skalainfo.net| Dalam menyikapi kerukunan antar umat beragama serta menumbuhkan rasa saling mempercayai agama yang dianut oleh masing-masing warga masyarakat perlu adanya suatu lembaga sebagai sarana kelola yang dinaungi oleh Departemen Dalam Negeri dan Departemen Agama system landasan pemersatu umat, Pamulang, Rabu, 14/1/2021.

“FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Tangsel, sudah memberikan layanan terbaik dalam merealisasikan pemahaman bagi warga yang belum mengerti bilamana ada permasalahan yang terjadi kepada warga masyarakat yang berbeda agama”.

Ketua FKUB Kota Tangerang Selatan Drs. H. Fachruddin Zuhri, M.SI mengatakan, kinerja kami dalam forum ini adalah memperkuat keimanan dan persatuan, serta memper-erat jalinan hubungan bersilahturahmi antar umat beragama, sesuai yang tertulis dalam gambar Pancasila yaitu bhinneka tunggal ika, ucapnya.

Masih dikatakannya, pada hari ini untuk pertamakali dibuka sidang atau kajian “Agama Hindu” dengan pembawa acara perwakilan dari agama Hindu Ida Ketut Ananta, dan bulan berikutnya akan bergantian dari agama lainnya. Pengkajian rutin bulanan dimaksudkan agar sebagai penggiat kerukunan dapat memahami ajaran setiap agama dalam batas-batasan tertentu, sehingga teman-teman yang Islam mengetahui ajaran agama seperti Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Khonghucu, memberikan pemahaman sama-sama menabur kebaikan, minimal ajaran yang mendasar untuk kita mengerti, (contoh kalau di Islam katakanlah syahadat, Rukun Iman dan Rukun Islam), ucap Fachruddin ketua FKUB Tangsel.

Terkait dengan kegiatan kajian rutin bulanan ini kita niatkan memasuki tahun 2021 untuk percepatan kesepahaman satu sama lain sesama pengrus dan terjadi semakin erat antara personal dalam struktur FKUB Tangsel. Kami berharap dengan setiap orang penggiat kerukunan itu mamahami batas-batas menimal agama tertentu, ketika terjadi konflik antar agama karena ini yang kita tahan agar supaya masalah-masalah kritis itu tentunya dapat kita hindari.

Dan setidak-tidaknya kita paham ini masuk kategori aqidah atau seremonial belaka, ini yang perlu kita cairkan supaya ketika diundang dalam acara natalan atau pelayanan tertentu, nah tentu kita pahami dan menghindari mana batas-batas seremonial keagamaan yang tidak haram dalam konsep Islam yang harus kita hadiri dan mana yang tidak boleh dihadiri itu sudah menyangkut rukunnya, kewajibannya, ritualnya aqidah agama tersebut. Ini yang perlu kita maknai dengan interaksi seperti ini akan terjadi penguatan keimanan dalam hal tertentu untuk orang tertentu, artinya bisa jadi setelah mengetahui ternyata seperti itu dan akhirnya orang itu akan lebih kuat dengan agamanya dan kalau untuk orang Islam dia akan lebih istiqomah dengan ajaran yang dianutnya, pungkas Fachruddin.

Ditempat yang sama wakil pengurus FKUB Tangsel dari agama Hindu, Ida Ketut Ananta menyampaikan pesan-pesan moral yang terkandung dalam bahasa Hindu yaitu “SHRADDHA” yang artinya adalah Keyakinan kutipan bahasanya adalah Keimanan, dalam agama Hindu itu percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, walaupun didalam agama Hindu itu mengenal banyak Dewa-dewa dan nama-nama Tuhan itu tidak terbatas sesuai dengan kekuasaanNya, tutur Ida Ketut Ananta.

Ida Ketut Ananta mengatakan, bahwa agama yang pertama atau yang tertua itu adalah agama Hindu, pada zaman dahulu sebelum Indonesia merdeka agama Hindu sudah ada duluan dan di zaman kerjaan agama Hindu pun sudah ada, katanya. Makanya dalam gagasan pertama ini dalam struktur FKUB Kota Tangsel, agama Hindu sebagai awal pembukaan acara kajian rutinitas bulanan antar umat beragama, tuturnya.

Masih dikatannya, bila mengingat Hindu itu terbayang banyak Dewa-dewa, terbayang tari-tarian, patung dan lain sebagainya, karena langsung terkena asumsi bayangan kesitu, nah… apa itu Dewa-dewa, tari-tarian, patung dan lainnya itu nanti akan dikupas dalam pertemuan berikutnya, ucap Ida Ketut Ananda.

“Agama Hindu dalam perspektif Shraddha keimanan, percaya kepada Tuhan yang maha esa, percaya jiwa roh, dan percaya dengan karma pala atau hukum karma”.

Ida Ketut Ananta menambahkan untuk Kota Tangerang Selatan ini ada dua Pure yang aktiv, satu namanya Pure Martasari Rempoa, dan yang kedua Pure Parahyangan Jagad Guru, tutupnya. (Red/Novi).