• January 17, 2021

Rohmat Selamat, SH,Mkn: “Kita Akan Bela Kasus Fikri Salim Sampai Akhir! Hingga Kebenaran Terungkap

 Rohmat Selamat, SH,Mkn: “Kita Akan Bela Kasus Fikri Salim Sampai Akhir! Hingga Kebenaran Terungkap

Bogor, skalainfo.net | Kasus dugaan pemalsuan surat dengan terdakwa Fikri Salim kembali di gelar di pengadilan Negeri kota Bogor,Jumat 8/1/2021 di ruang Sidang Cakra,

Sidang dengan Nomer Perkara 280/pid.b/2020/PNBgr di pimpin ketua Majlis Hakim Arya Putra Negara.k ,Hakim Anggota  Edi Sanjaya Lase dan Edwin Andrian,

Dengan agenda Memberikan keterangan saksi secara virtual dengan saksi Junaedi,

Junaedi mengatakan mengenal Fikri Salim sejak 2016, saya “merekap semua pengeluaran dan pemasukan untuk biaya pembangunan rumah sakit atas perintah Fikri Salim yang sebagian menggunakan kwitansi dan sebagian transfer,”ujarnya.

Dalam persidangan Jaksa penuntut umum Ryan Palasi dan Hariyadi meidiantoro memperlihatkan sejumlah barang bukti kwitansi dan bukti transfer dalam berkas perkara untuk di konfirmasi kepada saksi dan majelis Hakim,

Saat majelis Hakim membuka persidangan dengan dua perkara yang berbeda nomer sidang 279pid.B/2020/PNBgr dengan nomer sidang 280pid.B/2020/PNBgr ada aksi dari pengacara Fikri Salim yaitu Rohmat Selamat.SH.M.Kn sempat keberatan dan melakukan wolk Out. merasa keberatan karena di jadikan satu acara persidangan, namun akhirnya kembali bersidang.

Rohmat selamat mengatakan kami akan membela client kami memperjuangkan Hak Hak Hukumnya dalam perkara ini .yang saat ini berada dalam lapas khusus kelas II A Gunungsindur.

“Kebenaran harus di ungkap jika clien kami tidak bersalah dan teryolimi. Maka sudah seharusnya Hakim memutus dengan se-adil adilnya”,tegasnya,

sementara Fikri salim dalam persidangan mengatakan pembelaan dan membantah apa yang  katakan saksi Junaedi “Tidak benar bahwa dia  di suruh memalsukan, tetapi di suruh buat  untuk  mendampingi bukti transfer. karena bukti stransfer  tersebut tidak ada pengajuan seperti untuk rapat dengan PUPR ,rapat Andalalin  jadi di dampingi oleh pengajuan tersebut majelis Hakim,

Kedua semua uang yang di keluarkan itu tanggung jawab saya di karenakan Dr  Lucky sudah menerima bukti pembayaran dan bukti pekerjaannya yang sudah di ACC  Samsudin sudah di setujui pak  Mujianto dan  Dr Lucki sendiri,”tegasnya kepada majelis Hakim melalui video Teleconference.

Dan masalah Akta Jual beli yang menyeret saya. Itu merupakan pernyataan dan kesaksian  Junaedi secara sepihak  tanpa ada yang mendukung, contohnya Junaedi menyangka saya menyalin atau membuat Akta Jual beli sedangkan saya tidak pernah melakukannya,

Tetapi saksi (Junaedi) memberi keterangan bahwa saya yang menyuruh untuk membuatnya. seperti kasus sebelumnya,”tegas  Fikri Salim. (Novi/red),