• January 27, 2021

Ketua LPA Labuhanbatu Minta Bupati Adakan Tes Urine ASN Maupun Tenaga Honorer

 Ketua LPA Labuhanbatu Minta Bupati Adakan Tes Urine ASN Maupun Tenaga Honorer

Rantauprapat, Skalainfo.net |Ketua LPA bersama Kadis Kesehatan Labuhanbatu, membahas wacana tes urine kepada PNS maupun Honorer.

Untuk mendukung pemberantasan narkoba yang sudah sangat meresahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu diminta untuk melakukan pengawasan dan salah satunya melakukan tes urine.

Hal itu dikatakan Azhar Harahap ST, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Labuhanbatu saat dikonfirmasi tentang adanya petugas RSU Rantauprapat yang diamankan polisi karena diduga kepemilikan narkoba jenis sabu – sabu.

“Dalam hal permasalahan narkoba, anak selalu terimbas dan akan menjadi korban, bila ada orang tuanya yang terlibat, sehingga permintaan kami ini sangat beralasan. Ini presiden buruk di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu, ada petugas RSU yang salah satunya ASN, tertangkap karena sabu,” terangnya, Jum’at (8/1/2020), lalu.

Azhar yang cukup dikenal tegas, meminta agar H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST, MT, selaku Bupati Labuhanbatu agar segera melakukan tes urine kepada bawahannya, sebagai langkah kongkrit tanggung jawab dan ikut serta sebagai garda terdepan, memberantas penyalahgunaan narkoba, terutama di lingkungan pemerintah setempat.

“Lakukan tes urine kepada ASN atau tenaga honor di lingkungan Pemkab. Bila terbukti harus ada sanksi, rehabilitasi bila perlu dan usul pemecatan,” harapnya.

Ia juga menambahkan, bahwa peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Labuhanbatu, masih tinggi.

Sementara itu, H Kamal Ilham SKM, MM, mendukung harapan Ketua LPA dan sudah mewacanakan akan melakukan tes urine bagi semua petugas, baik ASN dan Honor di lingkungan Dinas Kesehatan.

Hal ini dianggap penting, karena secara hirarki, Dinas Kesehatan adalah bagian yang terdepan sebagai contoh, di tengah masyarakat, terutama melawan penyalahgunaan obat terlarang.

“Kita akan melakukan tes urine agar para ASN dan Honorer menjadi contoh dan harus  bebas dari penyalahgunaan obat – obatan,” tukasnya.

Dijelaskannya, namun bila ada para ASN atau Honorer yang beritikad baik mengakui, bahwa dirinya adalah korban, apakah akan ditindak sesuai aturan atau ada upaya lain.

“Bila jadi korban kita akan bantu dengan meminta arahan dari instansi yang berhak, apakah akan direhab. Jadi kita tidak semena-mena main berhentikan begitu saja,” tutupnya.

Sebelumnya ada pemberitaan, bahwa dua petugas RSU dijadikan tersangka yakni berinisial PJH alias Putra (34), PNS RSUD Rantauprapat, warga jalan Sirandorung, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu yang bertugas sebagai perawat di Ruang IGD dan AH alias PAUJI (33), pegawai honor RSUD Rantauprapat, warga jalan Siringoringo, Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan, melalui Kasat Narkoba, AKP Martualesi Sitepu, kepada wartawan, melalui pesan whatsappnya, membenarkan adanya penangkapan kedua tersangka, Kamis lalu.tenaga honor dan ASN RSUD, (B.Munthe/red),