• January 21, 2021

Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Diminta Bebaskan Anak Dibawah Umur Korban Kriminalisasi

 Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Diminta Bebaskan Anak Dibawah Umur Korban Kriminalisasi

Jakarta, skalainfo.net |Sidang terhadap Fatir Syahru Ramadhan anak dibawah umur yang masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sawangan Depok, Yang ditangkap oleh Unit Jatanras Polda Metro Jaya,Terkait aksi unjuk rasa pada tanggal 08 Oktober 2020 lalu. Senin 23/11/20 perkaranya kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan agenda sidang Nota Pembelaan (pledoi) dari Penasehat Hukum nya.

Dalam Pledoinya, Penasehat Hukum Terdakwa Fatir, Eka Sumanja,SH, Ernawati, SH, Siti Annisa Mahfudzhoh, SH dan Encep Sanusi, SH.Secara bersama sama dengan tegas menolak seluruh Dakwaan dan Tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Menurut Eka Sumanja,SH, Dalam pembacaan Pledoinya, Tim kuasa Hukum FR secara tegas menolak seluruh Dakwaan dan Tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang diduga memang tidak berdasar Hukum. Berdasarkan bukti dan keterangan saksi saksi yang di hadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kepolisian Polda Metro Jaya minggu lalu, kesemuanya tidak ada yang menjurus kepada Fatir yang melakukan tindak pidana seperti yang didakwakan oleh Jaksa dan kepolisian.

“Selaku Kuasa Hukum Fatir meminta kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk dapat menyatakan Membebaskan Fatir dari segala tuntutan dan jeratan Hukum serta memulihkan Harkat dan Martabat Klien kami dan segera mengeluarkan Fatir dari Tahanan.”ujar Eka Sumanja,SH,

Eka Sumanja,SH, Juga menegaskan Dalam memeriksa dan mengadili perkara dugaan kriminalisasi terhadap Fafir yang masih dibawah umur, Semoga saja Majelis Hakim dapat bersikap arif bijaksana serta Objektif dalam  memutus perkara dugaan kriminalisasi terhadap fatir (14 Tahun).

Fatir Syahru Ramadhan diamankan oleh Unit Jatanras Polda Metro Jaya dirumahnya di Pengasinan Sawangan Kota Depok pada hari Kamis 22 Oktober 2020 dini hari sekitar pukul 02.00 Wib. Fatir ditangkap oleh Unit Jatanras Polda Metro Jaya terkait aksi unjuk rasa pada tanggal 08 Oktober 2020. Eka Sumanja,SH, mengatakan, Dalam proses penangkapan terhadap Fatir yang masih dibawah umur dan bersetatus sebagai pelajar itu terdapat kejanggalan.

Pasalnya, Saat melakukan penangkapan terhadap Fatir Anggota Jatanras Polda Metro Jaya, tidak dilengkapi surat perintah penangkapan dan penahanan yang biasanya diberikan kepada keluarga. Alasannya gara-gara dianggap sebagai salah satu admin peserta unjuk rasa yang ditemukan didalam ponsel miliknya.

Dalam surat dakwaan dan tuntutannya. Jaksa Penuntut Umum mempersalahkan Fatir atas Pasal 170 KUHP Jo.160 KUHP Jo.Pasal 55 KUHP. Sidang agenda putusan (vonis) terhadap FR akan dibacakan senin  pekan depan 30/11/2020,( MJ/red),