• January 26, 2021

BOM Kepton Kembali Pressure Kejari Wakatobi Tuntaskan Kasus Dugaan Mark Up Anggaran Pembebasan Lahan

 BOM Kepton Kembali Pressure Kejari Wakatobi Tuntaskan Kasus Dugaan Mark Up Anggaran Pembebasan Lahan

Wakatobi-Sultra, Skalainfo.net| Puluhan massa yang tergabung dalam barisan orator Masyarakat kepulauan Buton (BOM KEPTON) menyerbu Kantor kejaksaan Negeri Kabupaten Wakatobi mempertanyakan laporan atas kasus dugaan Mark Up Anggaran dalam pembebasan lahan melalui Sekretariat Daerah Kabupaten Wakatobi pada tahun 2019. Senin, 23/11/2020.

Korlap aksi Roziq Arifin, mangungkapkan kembali bahwa yang kami lapor ada 3 lokasi pembebasan lahan yang di lakukan melalui Sekretariat Daerah pada tahun 2019. yang di mana lokasi tersebut berada di Desa Palahidu Barat Kecamatan Binongko, dengan anggaran dalam pembebasan lahan tersebut senilai Rp. 732.655.000  dengan luas 10.000 M2.

Kemudian yang bertempat di Kelurahan Mandati 3 Kecamatan Wangi-wangi Selatan, dengan anggaran dalam pembebasan lahan tersebut senilai Rp. 2.232.340.000 dengan luas 5.972 M2. Dan di Desa Patuno Kecamatan Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi dalam pembebasan lahan tersebut menelan anggaran negara senilai Rp. 2.895.200.000 dengan luas 35.905 M2, ucap Roziq Arifin atau yang sering di sapa akrab La Ode Pendemo.

Menurut hasil investigasi kami, harga lahan dalam pembebasan lahan tersebut Pemerintah Wakatobi melalui Sekretariat Daerah membeli tanah di luar standar harga dalam SK Bupati Wakatobi Nomor : 401 Tahun 2017, yang di mana harga permeternya lebih tinggi dari SK Bupati Wakatobi. Atau jika kami sesuaikan dan kalkulasikan seluruh anggaran pembebasan lahan di 3 lokasi tersebut dengan berdasarkan SK Bupati Wakatobi Nomor : 401 Tahun 2017, ada dugaan mark up anggaran Negara sekitaran senilai Rp. 3,1 milyar, ucap Roziq Arifin.

Kami berharap Kejaksaan Negeri Kabupaten Wakatobi dapat mempercepat proses hukum  dalam laporan tersebut, supaya terlihat titik terang. Dan kami tidak akan pernah bosan mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Wakatobi untuk mempertanyakan sejauh mana langkah pemeriksaan yang kami laporkan di Kejaksaan Negeri Kabupaten Wakatobi. Teriak Roziq Arifin di depan kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Wakatobi. (Red/Husna).