• November 30, 2020
 Pembukaan Musda Ke Vl DPD.F.SPTI-K.SPSI SUMUT Oleh Ketum DPP Di Labuhanbatu

Rantauprapat, Skalainfo.net |DPD Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (F.SPTI-K.SPSI) Sumatera Utara (Sumut) melaksanakan konsolidasi organisasi dengan menggelar musyawarah Daerah (musda) Ke-VI di Hotel Permata Land Jln Ahmad Yani, Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu (Sumut).Selasa dan Rabu 04 s/d 06. Selasa (04/11/2020).

Musda VI DPD F.SPTI-K.SPSI Sumut itu diikuti seluruh DPC F.SPTI-K.SPSI Se-Sumut yang dihadiri dan dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP F.SPTI-K.SPSI Surya Bakti Batubara SH. Dalam sambutannya dia mengingatkan, konsekuensi diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mengharuskan para pekerja berpacu meningkatkan profesionalitas, termasuk keterampilan dan standar kompetensi bidang pekerjaan.

Ke depan akan banyak bidang pekerjaan yang membutuhkan kompetensi dengan dilakukannya sertifikasi. Kita harus ikut serta jika tidak ingin tergilas para tenaga asing.Karenanya kita minta DPD F.SPTI Sumatera Utara terus melakukan pelatihan kepada anggota dan pengurusnya,” papar Surya Bakti.

Apalagi, imbuhnya, anggota F.SPTI yang mayoritas bekerja di bidang transpor sektor non-formal atau non-majikan terutama di pelabuhan – pelabuhan yakni tenaga kerja bongkar muat, harus siap menghadapi era industrialisasi yang sedang tren menggantikan tenaga manusia dengan mesin berat.

Lebih lanjut Surya Bakti menginformasikan hingga saat ini baru F.SPTI terdata di K.SPSI sebagai serikat pekerja anggota (SPA) yang bergerak di bidang transpor.

“Dalam rapat pleno 04 s/d 06 September 2020  di Hotel Permata Land Labuhanbatu, DPP dan MPO K.SPSI tentang keberadaan organisasi baru yang ingin menjadi SPA, diputuskan organisasi baru tersebut belum diterima sebagai anggota SPA.

Sebab keberadaan organisasi baru itu lingkupnya sama dengan F.SPTI, sehingga dikhawatirkan akan terjadi benturan sesama anggota K.SPSI di lapangan. Itu artinya hingga saat ini hanya F.SPTI yang diakui sebagai anggota SPA bidang transpor di DPP K.SPSI,” papar Surya Bakti.

Senada dengan dia, Ketua DPD F.SPTI-K.SPSI Sumut Sabam Parulian Manalu S.E,Ph.D yang juga Ketua DPD K.SPSI Sumut menjelaskan, pihaknya telah menyurati instansi terkait serta muspida, sehubungan keberadaan SPA yang ada di Sumut dan tidak ada organisasi baru menjadi federasi di K.SPSI Sumut.

“Kita tidak tahu keberadaan organisasi baru itu karena mereka juga tidak pernah melaporkannya kepada kita. Kita menyurati instansi terkait, jangan sampai terjadi pencatatan ganda, karena akan dapat menimbulkan gesekan di lapangan,” tegas Sabam Parulian Manalu S.E,Ph.D.

Sementara itu di dalam surat DPD K.SPSI Sumut No. Kep. 048/DPP-F.SPTI/SSPSI/XI/2017, tanggal 28 November 2017 dijelaskan, anggota federasi yang menjadi SPA K.SPSI Sumut, yakni F.SPTI, F.SP RTMM, F.SP KEP, F.SP LEM, F.SP PP, F.SP NIBA, F.SP KAHUT. Sedangkan bidang pariwisata atau F.SP PAR masih ada di tingkat DPC Kota Medan. (B.Munthe/red).