• October 23, 2020

Skala Perjalanan SEBULIR BERAS-SEBUTIR BERAS-SEBUTIR NASI Dijagad Renovasi Total 2020

 Skala Perjalanan SEBULIR BERAS-SEBUTIR BERAS-SEBUTIR NASI Dijagad Renovasi Total 2020

Sleman, Skalainfo.net| Belajar KE-RASA dan BER-RASA PARI PADI BERAS NASI “Damai, Mengapa Petani Sehat dan Gembira, Dalam kerja mereka Olah Raga, Olah Raga di Alam” Sleman, Yogyakarta Jawa Tengah, 4 Oktober 2020.

a. Mandi Sinar Matahari, b. Mandi Lumpur dan Keringat, c. Menghirup Udara Segar, merayakan Oksigenasi Udara Khatulistiwa, d. Mandi, berendam air, cukup lama, mengenal dan mengalami Tirto Banyu Air secara langsung alam dan mengalami, e. Mereka telah menyatu dengan alam, Menyatu dengan tanah dalam kehidupan kalau meninggal file nya sudah compatibel, f. Nandur-Ngunduh di alami dan bukan cerita, g. Petani, tidak mungkin menipu tanaman, h. Mereka bekerja on site, tidak bisa jarak jauh, langsung ke lokasi dan nuansa kerjanya serta bidang garapnya.

Jika beliau para petani tidak kerja? Apa yang akan terjadi?. Hormat, Para Petani dan Beliau menahami perjalanan SEBULIR PARI-SEBULIR PADI: SEBULIR BERAS-SEBUTIR BERAS sampai jadi NASI. Damai,.. Hanya Petani yang mengalami dan bisa memaknai Filsafat Nandur Ngunduh, Tanam Panen, Ngunduh Wohing Pakarti; mendapatkan buah buah dari amalan dan perilakunya masing masing.

Memetik hasil perbuatan, Pembeli harus bayar (dagang), Nyilih mbaleke, pinjam wajib mengembalikan, Ngutang tanpa bayar, masalah. Petani, menerima apa yang alam berikan sehingga petani tidak ada yang termasuk kriminal; Itulah Inspirasi dan Motivasi Pembelajaran dari Petani.

Damai,.. Belajar Keluhuran Budhi dari Beliau Para Petani, Mengambil sebanyak yang alam anugerahkan. Damai,.. Mengingat perjalanan panjang SEBULIR PARI-SEBULIR PADI; SEBULIR BERAS-SEBUTIR BERAS untuk menjadi NASI.

Damai,.. Rahayu,.. BULIR PADI adalah benih ke hidup-an. Damai,.. Kata kata dan video itu, ternyata membekas, Kalau tidak mengalami, tidak akan ada penghargaan Belajar meng alami Nuwun.

Damai,.. Setiap orang memiliki masa lalu dan masa lalu apapun adanya dan Maha Rsi Valmiki, pengungkap Ramayana, beliau mempunyai Sejarah sebagai perampok dan Berkat Pertapaannya sampai tubuhnya menjadi sarang semut (valmiki) Semua peluang sangat terbuka, mari belajar apa adanya.

Salam Hormat. Damai,.. Berbagi cerita dengan Beliau Para PETANI; Penjaga Tatanan Negeri Indonesia.

Yogyakarta 3 Oktober 2020, Igp Suryadarma, Etnoekologi Universitas Negeri Yogyajarta. Jejeran PARI-KESIT DADI RATU; PARI-WISATA Kesehatan Komprehensif dan Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran di Jaman Nusantara Indonesia Lahir Baru Jagad Renovasi Total 2020.

PARI Apa yang Kesit sekarang ini; ya PARI-WISATA. Pasangan PARI-KESIT Pakem Jagad Lawas, Jagad Lama dan Jejeran PARIWISATA Pakem Modern, sewajarnya dan sepantasnya, bisa Kita sinergitas kan dalam Sajian Jamu Jamuan Perjamuan Agung Manusantara Indonesia Lahir Baru Jagad Renovasi Total 2020 (Ki Pandansari Kaki Gunung Arjuno).

PARI Pasangan Diri dan PADI Peka Diri perkara Sejarah Peristiwa Kejadian Kisah PARI PADI BERAS NASI inilah Kita bisa belajar Sejarah Peristiwa Kejadian dan Kisah Seni Tradisi Budaya Spiritual Negara Republik Indonesia dan Bangsa Indonesia, yang mampu menghubungkan yang kelihatan dan yang tak kelihatan, ghoib sinergitas dengan nyata, nyata adalah wakilnya energi enerjologi keghoiban alam, manusia, para semua makhluk ciptaanNya dan Sang Maha Pencipta itu sendiri. (Ki Pandansari Kaki Gunung Arjuno).

Mengejawantahkan Kesadaran Semesta dan Kebersyukuran yang teguh; Pas dan Saat Kita  butuh membutuhkan menjadi ADA, terADAkanNya dan datang sendiri diadakanNya lewat perantaraan siapa saja, apa saja, dalam pemberian anugerah alam semesta, itulah Jalan Para PETANI dan Pejalan di Jalan WATU TUWA Jalan KebenaranNya, Jalan KebajikanNya serta Kepekaan Jalan KebaikanNya.

Itulah Risalah Kearifan Lokal yang bertebaran di seluruh Negara Republik Indonesia dan Bangsa Indonesia Kita semua ini merupakan Pondasi ILMU PENGETAHUAN – PENGETAHUAN ILMU Ketahanan Pangan Teknologi Kuno Modern Klasik di Jagad Renovasi Total 2020. (Red/Cholil).

Penulis : Prasetya Arisaputra dan Guntur Bisowarno.