• October 31, 2020

Proyek Renovasi Pasar Tradisional Di Labuhan Bilik. Kios Sudah Dibongkar, Kontrak Belum Ditandatangani

 Proyek Renovasi Pasar Tradisional Di Labuhan Bilik. Kios Sudah Dibongkar, Kontrak Belum Ditandatangani

Labuhanbatu, Skalainfo.net | Pengerjaan proyek renovasi pasar tradisional di Labuhan Bilik kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhanbatu yang tendernya dimenangkan CV Cahaya Kencana ditunda pelaksanaannya dan rencananya dibawakan ketahun 2021.

Pengerjaan proyek yang dananya bersumber dari APBD Pemkab Labuhanbatu TA 2020 dengan nilai kontrak Rp1.659.068.400 terganjal surat edaran Pemkab Labuhanbatu nomor 903/3516/1730/2020 tentang penundaan kegiatan fhisik,

Padahal, pedagang yang selama ini berdagang dipasar tradisional itu sudah dipindahkan dan pembongkaran tahap awal beberapa kios sudah dilakukan. Atap/sengnya dibongkar dan kayu plafon terlihat sudah dilepas dan dikumpulkan dibeberapa tempat.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek renovasi pasar tradisional di Labuhan Bilik kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhanbatu yang tendernya dimenangkan CV Cahaya Kencana menyebutkan kontrak kerjanya sampai saat ini belum ditandatangani.

Hal itu dikatakan PPK renovasi pasar tradisional Labuhan Bilik kecamatan Panai Tengah, Dedy Marnis menjawab wartawan diruang kerjanya, Kamis (1/10/2020), “Sampai saat ini belum kita tandatangani kontraknya, walaupun kios dipasar tradisional itu sebahagian sudah dibongkar” ujarnya.

Begitu keluar surat edaran dari Seketariat Daerah Pemkab Labuhanbatu dan ditindak lanjuti surat Kepala Dinas Perdagangan dan Industri, proyek tersebut yang isinya penundaan pelaksanaannya, PPK kemudian menghentikan semua kegiatan proyek sesuai isi surat.”Kontrak kerja dan surat perintah kerja (SPK) proyek renovasi pasar tradisional di Labuhanbilik belum kita tandatangani” jelas Dedy Marnis.

Dijelaskannya, kontrak belum ditandatangani karena CV Cahaya Kencana sebagai pemenang tender sekaligus calon pembeli bongkaran dari pasar tradisional itu belum membayar nilai aset yang dibongkar.

Sedangkan nilai aset, sudah dinilai Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kisaran, karena nilainya kecil jadi kita yang menjualnya dan saat ditawarkan,mereka bersedia membeli aset.

“Membongkar itu atas ijin secara lisan dari kita, karena mereka itu calon pembeli.Saat ditawarkan, mereka bersedia membelinya untuk digunakan kembali ke proyek tersebut.Seperti sengnya untuk dijadikan pagar proyek dan kayunya sebagai perancah” ujarnya

Disisi lain, Dedy juga menyebutkan bahwa kontraktor sudah membayar jaminan pekerjaan lima persen dari nilai kontrak sebesar Rp1.659.068.400. “Jaminan pekerjaan sudah dibayar CV Cahaya Kencana sebagai pemenang tender”ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara M Yusuf Siagian menjawab Wartawan dihalaman kantor DPRD menyebutkan, Rabu (30/9/2020), penundaan proyek fhisik itu berdasarkan keputusan menteri dalam negeri dan menteri keuangan.Anggaran APBD kita juga jadi pertimbangan dan menjadi alasan utama penundaan pelaksanaan proyek fhisik.

“Tahun kemarin, masih ada proyek yang belum dibayarkan, jadi selain masalah anggaran, juga mengacu kepada keputusan menteri terkait bencana alam pandemi Covid-19,” ujar Yusuf kepada sejumlah wartawan usai menghadiri rapat paripurna.( Damanik/red),