• October 28, 2020

Presiden Dunia The World Peace Committe 202 Negara, HE Mr. Djuyoto Suntani Menunjuk Ketum Organisasi Pers SWI

 Presiden Dunia The World Peace Committe 202 Negara, HE Mr. Djuyoto Suntani Menunjuk Ketum Organisasi Pers SWI

Surabaya, skalainfo.net | Pendiri dan Presiden Dunia the World Peace Committe 202 negara, HE Mr. Djuyoto Suntani menunjuk Ketua Umum Organisasi Pers Sindikat Wartawan Indonesia (SWI) dan juga  Pimpinan Redaksi media Online Sindikat Post, Dedik Sugianto sebagai Kepala Divisi Media the World Peace Committe di Indonesia pada tanggal 18 September 2020.

Pengangkatan itu ditandai dengan dikeluarkannya Appointment Letter dengan nomor 844/WPC-P/IX-2020 yang ditandatangi oleh Presiden the World Peace Committe, HE Mr Djuyoto Suntani dan ditembuskan kepada Sekretaris Jendral the World Peace Committe, Mr Prof Dr Francesco Paolo Scarciola del Gavatino di Italia, Ketua the World Peace Committe, Mr Dr Tareq H.Khaan di Pakistan, dan Ketua Executif the World Peace Committe, HE Dr Matthew Samuel Dawning di Amerika Serikat (USA).

Untuk menindaklanjuti penugasannya sebagai Kepala Divisi Media the World Peace Committee di Indonesia, Dedik Sugianto melakukan rapat konsolidasi bersama para Pimpinan Redaksi yang selama ini ikut mendukung dalam perihal pemberitaan kegiatan the World Peace Committe.

Rapat yang diadakan di Taman Bungkul Surabaya, tempat yang jadi salah satu Icon Kota Surabaya ini, di pimpin oleh Dedik Sugianto dihadiri pimpinan redaksi media cetak dan online yakni, Pimpinan Media cetak dan online Republik News, Simon Bunadi bersama Munif dari Mojokerto, Pimpinan media online Central Berita, Agus Pudjianto dari Mojokerto, Pimpinan Media cetak dan online Berita TKP, Dodik Firmansyah dari Surabaya, serta Pimpinan media cetak dan online Fajar Nusantara, Joko Aktiono dari Surabaya. Selasa (29/9/2020).

Dalam pembahasan didalam rapat, Dedik menyampaikan apa yang diamanahkan oleh Presiden Dunia bahwa perlu adanya dedikasi tinggi, komitment dan loyalitas yang besar untuk menjalankan program misi dan visi perdamaian dunia di Indonesia.

Ada beberapa program yang dibicarakan secara serius didalam rapat yakni, Gong Perdamaian Dunia yang terpasang di wilayah Indonesia, akan dilakukan sosialisasi melalui pemberitaan supaya masyarakat bisa mengetahui visi dan misi the World Peace Committee melalui Gong Perdamaian Dunia.

Pembahasan lainnya adalah  program Gong Perdamaian Nusantara beserta Penyatuan Tanah dan Air Indonesia yang dikumpulkan dari seluruh Indonesia dan akan ditaruh di wilayah Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, serta rencana Pembuatan Patung Perdamaian SAKERA setinggi 99 meter di Pulau Madura, Jawa Timur.

“Kita akan lakukan sosialisasi terkait program the World Peace Committe melalui pemberitaan, supaya masyarakat Indonesia bisa mengetahui visi dan misi the World Peace Committe,” ungkap Dedik.

Di kesempatan yang berbeda, Presiden Dunia the World Peace Committe, HE Mr Djuyoto Suntani berpesan untuk para pimpinan redaksi yang terbentuk dibawah kepimpinan Dedik Sugianto, supaya loyal dan komitmen dalam mendukung program dan kegiatan the World Peace Committe.

“Bagi para pimpinan media, harus loyal dan komitmen dukung visi dan misi, program, serta kegiatan the World Peace Committe,” pesan HE Mr Djuyoto Suntani.

Perlu diketahui, the World Peace Committe adalah Institusi Kemasyarakatan Internasional terbesar di dunia, dideklarasikan pada 7 Maret 1997 di Kota Basel, Swiss, Eropa, oleh Tokoh Terbesar Dunia Yang Mulia Mr Djuyoto Suntani bersama delapan tokoh dari sembilan negara.

Visi dan Misi the World Peace Committee adalah membangun dan mewujudkan Peradaban Baru Satu Keluarga Bumi dengan Hati yang baik.

The World Peace Committe telah menempatkan Gong Perdamaian Dunia di beberapa negara di seluruh Dunia. Hal itu menandakan the World Peace Committe sangat perduli tentang perdamaian dunia sehingga menjadi satu keluarga Bumi.

Dalam buku tentang program Penyatuan Air dan Tanah, Presiden Dunia HE Mr Djuyoto Suntani menulis sambutannya, beliau menyatakan bahwa Nusantara Purba adalah Induk semua Peradaban besar dunia. Bangsa Nusantara Purba menurunkan semua bangsa di Planet Bumi. Hal itu berdasarkan fakta, data, dan kondisi Nusantara.

Dari hal itu Presiden Dunia menyatakan bahwa kita harus bersyukur dan bangga bahwa Nusantara melahirkan semua peradaban besar dunia. Sehingga Indonesia modern harus mampu menjadi Pemimpin dunia.

Dalam buku Penyatuan Tanah dan Air dibuat pada tahun 2017, Presiden Dunia HE Mr Djuyoto Suntani menyatakan Indonesia bisa Tampil sebagai Pemimpin Dunia dengan 5 syarat.

“Syaratnya ada 5 yakni Bersatu, Bersatu, Bersatu, Bersatu dan Bersatu. Seluruh komponen Bangsa Harus Bersatu, saling mendukung, Saling menompang, dan saling mengangkat,” tulis beliau di buku Penyatuan Tanah dan Air Indonesia.

“Langkah awal Bersatu adalah mewujudkan dengan menyatukan Tanah dan Air dari Seluruh Indonesia bersama Gong Perdamaian Nusantara di lokasi strategis dan terhormat yang bisa dipandang dari seluruh penjuru Dunia, di Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma Jakarta,” ulas beliau.

Dalam buku itu, HE Mr Djuyoto Suntani mengucapkan terimakasih kepada bapak Wiranto (waktu itu Menkopolhukam RI), Bapak Jenderal TNI Hadi Tjahjanto (waktu itu sebagai KSAU), dan kepada bapak Tjahjo Kumolo (waktu itu sebagai Mendagri RI).

Program Penyatuan Tanah dan Air Indonesia mendapat dukungan Mendagri RI dengan dikeluarkannya surat dari Mendagri RI nomor: 004/2285/SJ, tertanggal 15 Mei 2017 yang ditandatangi Tjahjo Kumolo.

Dukungan datang dari TNI Mabes Angkatan Udara, tertanggal 21 Agustus 2017 yang ditandatangani Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan tertuang dalam surat nomor: B/287//VIII/2017 “Persetujuan Penempatan Gong Perdamaian Nusantara dan Penyatuan Tanah Air Indonesia di Bandar Udara Halim Perdanakusuma. (Wahyu/red),