• October 31, 2020

Wartawan Gadungan Berhasil Diringkus Team Garuda Polres Bandara Soeta (Modus Bius Minuman)

 Wartawan Gadungan Berhasil Diringkus Team Garuda Polres Bandara Soeta (Modus Bius Minuman)

Tangerang, skalainfo.net | pada hari sabtu tanggal 8 Agustus 2020 sekitar pukul 20.00 Wib, Korban tiba di terminal ll F, kedatangan domestik Bandara Soekarno Hatta dari jayapura Papua dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air, Selasa 1/9/2020.

Kemudian ada seorang laki-laki mengaku dijemput keluarganya yang menawarkan tumpangan untuk pulang bersama dengan alasan tujuan yang sama ke serang Provinsi Banten.

Pada saat korban berjalan ke ujung terminal ll F, untuk menunggu keluarga penjemput, diduga pelaku ada satu orang laki-laki (teman pelaku) mengaku akan pulang ke Serang Banten, kemudian diajak pelaku untuk di ajak pulang bersama sama.

Tak lama kemudian mobil Toyota Avanza Silver menghampiri, setelah masuk ke dalam mobil sudah ada 2 orang yaitu supir dan satu penumpang di sebelah supir. Korban duduk di pintu sebelah kiri, dan di tengah (merupakan pelaku) dan laki-laki yang bertemu di ujung terminal ll F, adalah (pelaku).

Dalam perjalanan menuju Serang Banten (terlebih dahulu berputar di wilayah Tangerang), korban diberikan segelas minuman yang disebutkan pelaku sebagai minuman obat masuk angin. Pada saat perjalanan korban merasa sudah tidak sadarkan diri.

“Keesokan harinya sekitar jam 08.00 WIB, korban  yang bernama Mustari, Laki-Laki, Serang 15 Desember 1991, yang beralamat di Serang Banten dengan pekerjaan sebagai Pedagang Elektronik di Jayapura Papua”.

Tersadar dan bertemu tukang ojek diberitahu sudah berada di Daerah lebak bulus, Jakarta Selatan dengan barang-barang berupa dompet berisi dokumen pribadi, satu unit laptop merek Asus, 6 unit handphone, pakaian dalam koper dan uang tunai sebesar Rp. 17.000.000,.- sudah tidak ada.

Atas kejadian tersebut korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bandara Soekarno Hatta. Korban tak sadarkan diri pada saat perjalanan baru sampai Tol Bitung, setelah tertidur seluruh barang milik korban diambil oleh para pelaku dan korban dibuang dipinggir jalan.

Korban “dibekali” uang milik korban sendiri oleh para Tersangka Rp. 200.000,00 yang akhirnya di gunakan Korban untuk menyewa jasa ojek sebesar Rp. 35.000,00 menuju terminal Kampung Rambutan dan Rp. 65.000,00 untuk membayar bus menuju Serang Banten.

Tersangka 4 merupakan lulusan Sastra 1 dengan gelar Akademis S.T.P (Sarjana Teknik Perguruan), Tersangka 1 dan 2 adalah Residivis pada tahun 2015 pernah menjalankan aksi yang sama di Bandara Soetta (yang menjalankan Vonis 4 Tahun).

Tersangka 3 mengaku kepada penyidik ber-Profesi sebagai wartawan. Para tersangka sepanjang tahun 2020 telah melakukan aksi kejahatan-nya sebanyak 5 kali, dengan catatan 2 kali gagal dan 3 kali berhasil dengan rincian :

  1. Pertengahan bulan april 2020 mendapatkan Rp. 600.000,00, Korban seorang laki-laki yang akan menuju Sukabumi Jawa Barat dan di buang di Jln. Raya Pusat Pemerintahan Cibinong Kab. Bogor (Berhasil).
  2. Pertengahan bulan Mei 2020 calon korban laki-laki dengan tujuan Jogjakarta yang ternyata diketahui para pelaku sebagai anggota TNI, sehingga para pelaku tidak jadi melanjutkan misinya dan mengantar ke Terminal Bus Tanjung Prlok (Gagal).
  3. Pertengahan bulan Juni 2020, mendapatkan Rp. 1.000.000,00 dari korban Laki-laki dengan tujuan Brebes dan di buang di kawasan Lippo Cikarang Kab. Bekasi, Jawa Barat (Berhasil).
  4. Pertengahan bulan Juli 2020, dengan calon korban perempuan dan aksinya gagal karena minuman racikan tertukar dan malah dikonsumsi oleh tersangka 3 lalu para tersangka mengantar calon korban ke Terminal Tanjung Priok untuk melanjutkan perjalanan ke Magelang, Jawa Tengah (Gagal).
  5. Pertengahan bulan Agustus 2020, korban a/n Mustari, (Berhasil) dan diungkap oleh Team Garuda Sat Reskrim Polres Ta Bandara Soetta.

Tersangka : 1. Bernama : B alias BD, kelahiran Surabaya, 02, Maret 1972, Pekerja Kuli di Pelabuhan Tanjung Priuk (tidak bekerja lagi semenjak pandemi covid 19) Alamat di Jl. H. Seman Gg. Gomin RT. 01/01 Jati Keramat Kec. Jatiasih Bekasi Prov. Jawa Barat.

  1. Bernama : YS als IY alias K, Kelahiran Cilacap, 01, Februari 1971 Pekerjaan : Berjualan Kue di Pasar Senen Jakarta Pusat (tidak bekerja lagi semenjak pandemi Covid-19) Alamat di Jl. H. Gemin RT. 9/9 Kel. Jati Kramat Kec. Jati Asih Bekasi Prov. Jawa Barat.
  2. Bernama : A alias K alias O, kelahiran Seragen, 08, Maret 1970 Pekerjaan : Mengaku sebagai Wartawan, Alamat di Dusun 01 RT. 003/02 Kel. Banjar Dawa Kec. Taman Kab. Pemalang, Jawa Tengah dan kontrakan Jl. Mahakam No. 159 RT. 06/16 Kel. Kampung Rambutan Kec. Ciracas Jakarta Timur.

Yang berperan mencari korban dengan berpura-pura menjadi penumpang untuk mengajak pulang bersama dengan alasan tujuan yang sama.

  1. Bernama : IB, Kelahiran Pemalang, 16 Maret 1970 Pekerjaan sebagai Driver Layanan Antar Daring, Alamat di Nusa RT. 014/002 Kel. Karangsari Kec. Pulosari Kab. Pemalang Prov. Jawa Tengah, atau rumah kontrakan Jl. Andini RT. 01/01 Kel. Gandasari Kec. Cibitung Kab. Bekasi Prov. Jawa Barat.

Yang berperan Merubah plat nomor mobil menggunakan pasta gigi Pepsodent dan Spidol Warna Hitam (Dari B 1634 YSK menjadi B 1034 SYI) untuk mengelabui CCTV, Menyewa Mobil yang digunakan untuk menjalankan aksi para pelaku, dan juga berpura-pura menjadi penumpang. Dengan keuntungan yang di dapat : Uang tunai Rp. 3.500.000,00 yang merupakan uang tunai milik korban, Uang tunai Rp. 1.400.000,00 yang merupakan hasil penjualan Hp dan Gadai laptop milik korban.

Para tersangka di kenakan Pasal. 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 (Dua Belas) tahun penjara. (Red/Rosintawati).