• October 29, 2020

‘Re-Kreasi’ Menciptakan Kembali Ruang Mulia Peradaban Cahaya Kali Sungai Di Jagad Renovasi & Rehabilitasi Total 2020

 ‘Re-Kreasi’ Menciptakan Kembali Ruang Mulia Peradaban Cahaya Kali Sungai Di Jagad Renovasi & Rehabilitasi Total 2020

Bersama Ki Ompong Soedharsono.

Purwosari, Skalainfo.net| Sejak 26/08/2020 hingga 01/09/2020, Kita kedatangan Ki Ompong Soedharsono Dalang Idola Alam Semesta Raya, kelahiran Kota Blitar yang tinggal di Kota Temanggung Jawa Tengah. Dalam upaya dan usaha Perjalanan Sejarah Peristiwa Kisah dan Kejadian beragam Jejeran Lakon Kelakonan Pagelaran Wayang Blang Blang di Jawa Timur. Khususnya di Martapuro, Lakemar, Purwosari Kertosari Kabupaten Pasuruan, di Singosari, Kali Rejo dan Sumber Suko Lawang Kabupaten Malang Raya, Selasa, 1/9/200.

“Menjadi Dalang Seni Budaya Spiritual Indonesia 2020,” sebagaimana sudah diketemukanNya dan di nyatakan oleh Seniman Pelukis Internasional Aliran Burt Pak De Bayu Hadi Waluyo, Martapuro, Purwosari, Pasuruan dan disaksikan sendiri oleh Ki Harso Waluyo Pemilik Joglo Kedjajan Kejayan Pasuruan serta Pak Guntur Bisowarno S.Si., Apt Ketua ASJI (Apoteker Saintifikasi Jamu Indonesia), bahwa Ki Ompong Soedharsono dalam kebersamaan Laku Lakon Kelakon Formasi Team Lengkapnya memiliki Peluang dan Kesempatan untuk melakukan upaya usaha bersama-sama dalam Program Progres Re-Kreasi Penciptaan Kembali Peradaban Cahaya Seni Budaya Sentuhan Ilahi.

Menjadi Dalang Seni Budaya Spiritual yang juga digenapi ilmu ngelmuNya oleh Pak De Slamet Hariyanto Pimpinan Penghijauan Perlindungan Mata Air Lawang Lanjutan PPMAL2, yang sungguh rutin melakukan pengajian, yasinan dan kajian JAMAAH TIBAAN, ” Komunitas PADANG ATI “, di Sumber Suko dan Kali Rejo Kelurahan Kecamatan Lawang Kabupaten Malang Jawa Timur.

“Salam Namo Budaya, Salam Namo Si Wa Ya, Salam Salam Salam, Rahayu Rahayu Rahayu”.

Kembali Kita memasuki Sejarah Peristiwa Kisah dan Kejadian Ki Ompong Soedharsono Dalang Idola Alam Semesta Raya, menggenapi perjalanan SilahturahmiNya dalam Wayang Serawung Wayang, Dalang Serawung Dalang, Wayang Serawung Sungai, Kali dan Sumber Mata Air ke Sumber Mata Air adaNya wadahNya dalam membangun dan menciptakan kembali Re-Kreasi Peradaban Cahaya di Jagad Renovasi Total dan Jagad Rehabilitasi Total 2020. (baca : Kita mendapat Peneguhan Perkara ini  JUGA oleh Pak Djoko Wiyono dan Pak Agus Karyadi Ketua Ekspedisi Arjuna, MALAM tanggal 31/08/2020 red).

Sesudah menggenapi berdoa dan belajar perkara memori informasi aktual terasah, terasa, terasha, hingga terdengar dan teramati dari dampak efek langsung dari aktivasi enerjologi doa dan arah doa sampai bioenergi alam yang tersimpan abadi di dalam ruang dan waktu. Dalam hukum kekekalan massa dan hukum kekekalan energi di beberapa tempat di Tour Perjalanan Seni SenTuhan Ilahi Budaya Spiritual kali ini;

Ki Ompong Soedharsono, Dalang Pagelaran Wayang Blang Blang, Kelahiran Blitar dan sekarang berdomisili di Temanggung Jawa Tengah, sudah memasuki Peradaban Kali Peradaban Sungai di Jawa Timur dan sudah memasuki hingga mengalami 4 lokasi adanya. Peradaban Kali Sungai Desa Brambang Gondang Wetan Kabupaten Pasuruan 26/08/2020, Peradaban Kali Sungai Sumber Mata Air Sumber Suko Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang Raya 27/08/2020. Peradaban Kali Sungai Sumber Jampinang & Sumber Mata Air DARISA Sumberejo Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan 30/08/2020, Peradaban Kali Sungai Sumber Mata Air Sumber Belik Gantung Martopuro Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan 1/09/2020.

 

Kali ini Kita menemukan Lokasi Pertunjukan yang secara audio back ground alamnya, berbatu-batu, suara komunikasi dan tata panggung alamnya, sungguh bisa menghasilkan beragam sudut pandang, media suara manusia, suara air, suara angin, suara burung, tampilan perubahan awan gumawan, beserta lakonnya masing-masing adaNya wadahNya, satuan hadir kehadiran hadiratNya.

 

Mohammad Moe, dan Mas Yudi Di Wahyudi, 2 dari 3  pelopor Hari Mata Air Dunia 29/07/2019 s/d 29/07/2020 dan seterusnya, juga turut serta mengalami berikut menyaksikan bersama-sama fenomena nomena Gerak Swara Ekspresi Ki Ompong Soedharsono, Dalang Seni SenTuhan Ilahi Dalang Seni Budaya Spiritual di Jagad Re-Kreasi Total 2020 ini di lokasi tersebut.

Mari Kita Rayakan Enerjologi Kegembiraan dan Kebahagiaan bersama Sumber, Sumber Mata Air Air, Kali Sungai, Batu, Angin, Tanah, Udara, Sinar Matahari, Tumbuhan dan Tanaman yang tersaji terhadirkanNya di sekitar Peradaban Cahaya Peradaban Kali Sungai yang sudah Kita punyai dan miliki sebagai wadah media wahana tata Peradaban CahayaNya.

 

Sebagai mana Pak Ruh Anda Gondo Kuswanto asal Bekasi Jawa Barat, membagi Zaman Peradaban seperti ini; Zaman adalah cara, aturan,  ketentuan,  pengendali hidup manusia. Setiap terjadi zaman punya  cerita tersendiri dari setiap terjadinya, adalah penyempurna bagi kehidupan manusia.

Nama zaman : Tenzasonva, Telazira, Kasavira, Kotiavziha, Sevotizak, Home seviece, Moderen klasik, Moderen teknologi, Moderen teknologi horaizo klasik.

Zamannya tenzasova, zamannya telazira, zamannya kasavira, Zamannya  kotiavziha, zamannya  sevotizak, zamannya  home seviece, Zamannya modern klasik, Zamannya Modern teknologi, Zamannya modern teknology horaizo klasik.

Zaman berubah-berubah tidak ada yang mutlak… Sama juga manusia di lahirkan besar dewasa tua dan akan kembali tidak ada lagi.

Fase-fase yang di lewati manusia sama juga berubah-rubah sampai fase di lahirkan dan kematian. Zaman yang kita lewati hanya zaman bahela dan jaman ayena.

Sehingga pentingnya Kita Re-Kreasi Kembali Peradaban. Cahaya kearipan local etnik atau suku bangsa yang merupakan gagasan-gagasan yang bersifat bijaksana penuh kearifan bernilai baik yang tertanam dan di ikuti oleh anggota komunitas nya identik kultural yang merupakan produk seni budaya spiritual masa lalu.

Yang patut secara turun-temurun dijadikan pegangan hidup sebuah peringatan akan pentingnya seni budaya spiritual masa lalu untuk Re-Kreasi Seni. Budaya Spiritual Peradaban Cahaya di Massa Kini.

Tertulis dalam prasasti Galunggung Bubat geger hanjunag, yang berbunyi..

Hana nguni Hana mangke Tan Hana nguni Tan Hana mangke. Aya mah bahela hente te teayena.

Hente ma bahela hente teu ayena, Hana Tunggak Hana  matang Hana ma tunggal nya nu catang na. Artinya, Tiada masa kini tanpa masa lalu, Masa kini adalah peninggalan masa lalu.

Mari dan Tunggu Kehadiran serta Kebersamaan Anda dalam Pagelaran Perjalanan Ki Ompong Soedharsono Dalang Idola Alam Semesta Raya, Dalang Seni Budaya Spiritual Indonesia. (Red/Cholil).

Penulis : Ki Warno dan Ki Gondo Tejo Kusumo