• October 20, 2020

Tawuran Antar Pelajar Yang Mengakibatkan Tulang Pengumpil Putus

 Tawuran Antar Pelajar Yang Mengakibatkan Tulang Pengumpil Putus

Jakarta, Skalainfo.net| Polisi berhasil meringkus sembilan pelaku tawuran yang menyebabkan korbannya berinisial R (16) mengalami luka bacok pada Kepala Bagian Belakang, Lengan Kanan Bawah, Dada Samping Kanan, Lengan kanan atas, dan Tulang Pengumpil pada Tangan Kanan Putus.

Mayoritas pelaku yang berhasil diamankan masih dibawah umur dan masih berstatus pelajar sekolah, tawuran ini sendiri terjadi pada Selasa 4 Agustus 2020 di Area Perimeter Utara, Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 17.30 WIB.

Para pelaku tawuran yang menyebabkan korban mengalami luka berat yaitu AMP (17) melakukan bacokan dengan menggunakan senjata tajam sejenis pedang samurai (katana) yang mengenai lengan dan badan korban bagian kanan.

APR (19) melakukan bacokan menggunakan senjata tajam sejenis Clurit pada kepala belakang Korban. MFF (20) melakukan pembacokan kearah Dada sebelah Kanan korban dengan menggunakan senjata tajam sejenis celurit. Perolehan Senjata Tajam Para tersangka didapati melalui situs jual beli online. AAF (16) mengumpulkan senjata tajam rekannya setelah usai tawuran. KR (17), MFF (17), ES (16), FSM (16), GA (17).

Para Tersangka dikenakan Pasal. 2 Ayat (1) Undang-undang Darurat RI Nomor : 12 Tahun 1952 “Barang siapa yang tanpa Hak menyerahkan, menguasai, menerima, membawa, menyimpan, memperpergunakan, dan menyembunyikan Senjata Penikam atau Senjata Penusuk (Senjata Tajam) di hukum selama-lamanya 10 (sepuluh) Tahun Penjara dan Pasal. 170 Ayat (2) ke-2 KUHPidana “Kekerasan secara bersama-sama dilakukan di muka umum yang menyebabkan orang luka berat” diancam dengan hukuman Penjara 9 (sembilan) Tahun.

Terakhir para tersangka juga dikenakan Pasal. 80 Ayat (2) Undang-undang Nomor : 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor : 23 Tahun Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak “Dilarang melakukan kekerasan terhadap anak yang menyebabkan luka berat” diancam dengan Hukuman Penjara selama 5 (lima) Tahun.

Kapolresta Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Kombes (Pol) Adi Ferdian Saputra, SIK., MH dalam keterangannya mengatakan, berawal dari olok-olok dan saling tantang untuk melakukan tawuran dengan menggunakan komunikasi via WA (Medsos).

Para kelompok memperkenalkan diri dengan nama sekolah-nya masing-masing yaitu SMKS Teknologi Teluk Naga dengan sebutan Joemprit dan SMKS Yadika 3 Jajarta Barat dengan sebutan Yadika.  kelompok SMKS Teknologi Teluk Naga dan SMKS Yadika 3 sebelum tawuran berkumpul di basecame-nya masing masing.

Dan Korban Sampai dengan saat ini, belum dapat diambil keterangan karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan dan masih dalam perawatan ICU di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang. (Red/Rosinta wati/Reza).