Aliran JIWA BUANA Program PERTAMA AIR PERMATA AIR

Aliran JIWA BUANA Program PERTAMA AIR PERMATA AIR

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

“Hari Mata Air Dunia 29/07/2020”

Purwosari, Skalainfo.net| Perjalanan menemukan rasa sejati – sejatinya rasa, sedzatiNya rasha dan rasha sedzatiNya, merupakan Bagian Menu Manu EKSPEDISI ARJUNO dan ternyata, nyataNya ada dalam perjalanan Program PERTAMA AIR PERMATA AIR adaNya wadahNya, Purwosari, Lakemar Martopuro Pasuruan, Jawa Timur, 26 Juli 2020.

Kita membuka kemBALI, “Lakon SEMAR BABAD dan BABAR Jati Diri,” Perjalanan “Panggilan Setiap Manusia Bertanggung Jawab atas dirinya dan Amanah Sang Pencipta atas diri manusia makhlukNya, yang paling sempurna dengan diberiNya hidayah Aliran JIWA BUANA, Totalitas AKAL BUDInya adalah sempurna dan HATI serta RasaNya  yang merupakan proses utuh sepuh tangguh dalam peng-ejawantah-an siklus bertumbuhnya, kedirian sosok bayangannya, dari manusia yang bersangkutan; untuk semakin berkualitas dan sungguh sangat mendalam dari seluruh prosesnya dari awal, tengah, akhir; Perjalanannya menempuh dan melakukan Sejarah Peristiwa Kejadian dan Kisah Kita Manusia mengenal diriNya dan Tuhannya sebagaimana yang disebutkan seperti ini, bertahun-tahun aku mencari Tuhanku kutemukan diriku, bertahun-tahun ku mencari diriku kutemukan Tuhanku,” riwayat, (Sayidina Ali) menegaskan hidayah dan hikmah proses hasil pencarian serta penyerapan pencerahan dari padaNya.

“Perjalanan Aliran JIWA BUANA TIRTO BANYU AIR ini dalam menata Sang SABDANya untuk KUN ANTA dan KUN NATA JIWA BUANA ku, JIWA BUANA Kita dan JIWAmu BUANA MU; me-nata KUN serta me anta KUN, aliran Jiwa Buana TIRTO BANYU AIR Kita; yang bersedia menerima ajeg tawakal, sadar, sabar adaNya wadahNya,” Ki Setyo Kumelar meneguhkan sari pati perenungan bersama Kita ini.

“Ternyata Aliran Jiwamu Mengaliri Aliran Jiwaku, dan Gerak Laku Jiwamu menggerakkan Gerak Laku Jiwaku” Ki Pandan Sari menyahuti Ki Setyo Kumelar.

“Perjalanan Mula yang Lama, Lama Menjadi Muliya adaNya wadahNya dan Bahagia Loss, tanpa pedot, ajeg, sederhana, mewadahi, “ngomong dan ngemong” terus berkarya dan mengerjakannya serta, “mekaryo-mekaryo” di manapun gerak laku hidup bahagia nya memanggil, serta gelar pagelaran nya yang seringkali bertema “Wayang Ketemu Wayang, Wayang Serawung Wayang adalah Laku Doamu dan Laku Doaku,” Ki Ompong Soedharsono, sosok bayangan dari; “Wayang Blang Bleng”, Ki Dalang Idola Semesta Raya, Bahagia Tanpa Pedot, Berkarya Gasspoll, sambil tetap siaga waspada dalam membaca perubahan tatanan dan kahanan adaNya wadahNya, Indonesia Lahir Baru, Jagad Renovasi Total 2020”.

Inilah salah satu contoh Manusia yang sudah Tercerahkan dan Aktif mengaktifkan Aliran Jiwa Buana To Aliran Jiwa Buana, layaknya Aliran Enerjologi Aliran Air To Air dan Aliran Enerjologi Nata Air To Nata Air, Anta Air To Anta Air, serta Mata Air to Mata Air.

Beberapa model Respon Enerjologi atas Kenyataan dan Kahanan dari Alur, Alir, Aliran JIWA BUANA TIRTO BANYU AIR menjadi, “Pakeliran Pakelaran” Gerak Alam Semesta Jagad Besar dan Jagad Kecil atas dalam perjalanan Program PERTAMA AIR PERMATA AIR yang sudah Kita  Canangkan KemBALI 17/07/2020 – 19/07/2020.

Aliran JIWA BUANA TIRTO BANYU AIR menjadi perjalanan “Pancuran dadi Pancaran, Pancaran dadi Pencaran, Pencaran dadi Pencarian Enerjologi Memori Informasi Matrikulasi Holografik para Pelaku Penyambung Gen Genial Genetik GENERATIVE, bagi para anak cucu putra-putri wayah, perjalanan Pelaku “NA MA SI WA YA, yaitu mereka yang belajar mengakses Enerjologi Misteri Gerak Aliran Jiwa Buana Panca TIRTO BANYU AIR,” para pendahulu manusia mulia adaNya wadahNya, (baca : dalam mencari Purwo Sari – Purwo Kerto – Purwo Dadi red.) yaitu Esensi Substansi dari; Asma Kinaryo JopoNya, dalam proses pencarian Arti Makna dari Nama adalah Doa padaNya, papar Mbah Openi Bukan Opini dalam memberi batasan proses perjalanan EKSPEDISI Aliran JIWA BUANA TIRTO BANYU AIR kali ini, supaya ketemu call, panggilan JIWA kedirian Kita  masing masing adaNya wadahNya.

“TUK ketemu TUK; WAYANG ketemu WAYANG; TIRTO ketemu TIRTO; DANOE ketemu DANOE; DANOE TIRTO ketemu DANOE TIRTO,” Ki Warno dan Ki Pandan Sari menggelar Esensi Substansi dalam salah satu situs di Dusun Pager Wetan Sumberejo Purwosari, Pasuruan Jawa Timur.

Sehingga Kita demi MassaNya, Tak Ada Kesusahan di dalamNya, Bahagia semua MakhlukNya dalam kesadaran utuh sepuh tangguh, “DAN NOW ketemu DAN NOW” GOD IS LOVE, IS Simple Present, simpul Ki Pandan Sari.

Maka ajak keluargamu, sahabatmu, kawanmu, rekan kerjamu, semua yang berkenan terpanggil untuk bersedia mengalami pertemuan wujud ghoib nyata dari pembelajaran perjalanan “NA MA SI WA YA, asma kinaryo jopo, namanya adalah DOA padaNya, DOA Kita pada yang sejatiNya, yang sedzatiNya”. Dalam Aliran Jiwa Buana Mata Air to Mata Air di Lereng Gunung Arjuno Jawa Timur.

Merupakan salah satu Menu Manu Kamu dalam EKSPEDISI ARJONO, EKSPEDISI MATA AIR dalam Program PERTAMA AIR, PERMATA AIR.

Sabda Sudah Menjadi Daging, dalam BA-NYU wudNya berupa Esensi Substansi dari Air dan dari Mata Airlah, serta dari SumberNyalah. Ini sungguh-sungguh butuh anda dan Kita bersama mengalaminya secara langsung, Aliran Jiwa Buananya TIRTO BANYU AIR .

Sejarah Perjalanan Peristiwa Kejadian dan Kisah Manusia manapun, yang fakta dan hakekat sejatinya semuanya di mulai dari air sperma dan air sel telur, adaNya wadahNya. Sebuah Proses Perjalanan Ghoib Nyata dan Nyata Ghoib yang Kita temukan bersama-sama, pada saat :

H – 3; HARI MATA AIR DUNIA 29/07/2020, sejarah alam pengalaman kedirian kita masing-masing, mari kita praktek langsung dalam EKSPEDISI ARJUNO, Sejarah Perjalanan Kediriannya dalam Program Pertama Air dan Permata Air, mengalami, merahsakan dan menemukan SABDA SWARA AKSARA sejarah PERADABAN CAHAYA RUH – ROH MINTOROGO nya sendiri dari nama anda, nama Kita sendiri (Baca : adanya sumber mata air MINTOROGO DI Dusun KUCUR Desa Sumberejo, Purwosari Pasuruan, Lereng Gunung Arjuno, apakah Kita sudah cukup dan tahu, untuk sampai dengan selamat wewarah dan kaweruh tersebut red).

Kenapa Misteri Daya HidupNya dalam Enerjologi SANG SAKA MERAH PUTIH sungguh-sungguh bisa menjaga, merawat dan melindungi MATA AIR – MATA AIR Se- Indonesia dan Dunia, itulah DOA Ki Warno, Pemandu Budaya Aliran Jiwa Buana Tirto Banyu Air Pawitrodhi Purwosari Pasuruan.

Suara dan Aksara Aliran Jiwa Buana TIRTA BANYU AIR dalam Perjalanan Program PERTAMA AIR dan PERMATA AIR. “Ring WITING SABDE” : artinya Pada MulaNya adalah Sabda.

Dunia Internasional sudah mengenal dan memahami kemampuan dari air dalam membaca pesan baik berupa kata, kalimat tertulis maupun lisan yang di bunyikan serta segala intonasi nada-nada musik, yang di sampaikan dalam air dengan beragam bahasa dan beragam jenis aliran doa serta mantra beragam agama.

Yang belum kita sadari dan pelajari adalah swara dan aksara dari nama Kita sendiri dalam Aliran Jiwa Buana Mata Air to Mata Air Lereng Gunung Arjuno, (baca : Sastra Sasmito dari Eyang DANOE TIRTO dan Eyang Shindoe Bromo, yang di ungkap oleh Ki Setyo Kumelar dan Ki Warno red), sehingga dari Nama Kita sendiri, Kita menemukan Esensi Substansi dari Call- Panggilan Kita sendiri, saat Indonesia Lahir Baru Jagad Renovasi 2020 ini.

Itulah Bahasa dan Bahasan Aliran JIWA BUANA dalam perjalanan Program PERTAMA AIR dan PERTAMA AIR yang hakekat dari dampak manfaat nya juga bisa ditentukan dan dibuktikan, dalam Aplikasi Implementasi Nyata seperti Gerak Gerakan Pergerakan Program Penghijauan Perlindungan Mata Air Lawang, beserta Program Pertanian, Peternakan, Perikanan Organik dan Riwayat Bedah Rumahnya. (Red/Moch Cholil).

Penulis : Ki Gondo Tejo Kusumo.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Budaya Fokus Openi Bukan Opini Terkini