• October 22, 2020

Kepemimpinan Kerendahan Hati Matahari & Ketenangan Rembulan Purnama

 Kepemimpinan Kerendahan Hati Matahari & Ketenangan Rembulan Purnama

Merembulan dan Meremmatahari.

Purwosari, Skalainfo.net. Selapan dengan selapannya 7 hari dan 5 pasarannya, di Ajaran Jawi Kuno dan Bali Kuno serta Sunda Kuno, memutar esensi substansi 7×5 putaran, 35 siklus hari berulang.

Semalam sampailah pada Malam Jumat Pahing (Angka hari Jumat 6 dan Pahing 9 total menjadi 15, 15 angka kerendahan hati, humility, humus, lembah nanah, andap asor, SU-SU SA-PI, SUmeh SUmeleh SAreh PIkoleh red).

Disekitar Puncak Kleco, merekahlah jam 12.00 malam alias 24.00 alias 00.00, 9 Kuntum Quantum Enerjologi Bunga Kembang Puspa Wijaya Kusuma, kontribusi laku Sejarah Peristiwa Kejadian dan Kisah Mas Yusuf Kleco.

Assalamualaikum, Mau tanya pak Guntur.

Apa ada kelebihan nya kembang Wijaya Kusuma mekar malam Jum’at pahing dengan sembilan bunga mekar bersama dalam satu pohon, Tanya Yusuf.

Guntur, Ada…yang satu daun 3 bunga.

Yusuf…Kelebihannya apa pak,

Guntur…Cara memanfaatkan gemana? Sandi Sastra SasmitaNya, Coba Pas Bulan Purnama 15 Jumat Pahing 69 Jumlah 15.

Orang yang lemah lembut, lembah mana, SUSU SAPI SUMEH SUMELEH SARE PIKOLEH yang bakal dapat BUMI TANAH PAHING SITI LEMAH BUMI sedzati sejatiNya esensi substansi bumi siti lemah tanah pahing raga, minta raga, Uncap Guntur. (Telewicara Mbah Jero Sepo Warno).

Bifore… 01.13 WIB

Jumat Pahing 5 Juni 2020.

Tubuh Badan Raga Kudus lembah mana SUmeh sumeleh humility humus rumus tumus pahala kasih  karuniaNya.

Assalamualaikum, sugeng Enjing Pak Guntur, maturnuwun penjelasanya.

Article Guntur Bisowarno melanjutkan, Merembulan dan Merembulan menemukan ruang, massa waktu mengheningkan cipta, semua rasa yang mencekam, menyedot daya umur kita, yang menarik semua energi vitalitas gravitasi daya kehidupan kita, semua yang tercerabut dan tersirnakan dari tampak pandang kehidupan kita, yang membuat mata kita terpejam, memburaikan air mata dan mata air. yang membuat semua perhatian serta kepedulian kita lenyap habis ditelan massa, kematian demi kematian, kematian badan, jiwa dan ruh.

 

Tak ada yang mampu mengolahnya tanpa legowo hati denganNya, ya meleburnya semua rasa pahit, derita, sakit, merana, sengsara, marah dalam kesesakan dan kesesakan hati menuju kesediaan dan teknologi kepemimpinan diri, untuk bersedia melapangkan dada untuk sepenuh penuhnya di isi dan terisikan kembali oleh rahmat kekekalan cinta kasih sayangNya.

Merembulan dan Merembulan Purnama dan Bunga Kembang Puspa 9 dalam satu pohon di malam purnama sumadhi koro, silo tumpeng hingga diam hening bertaraf berkontemplasi sesungguhnya, dalam pergeseran diam gerak cahaya rembulan dari Meremmatahari, dari sinar cahaya matahari.

Saat Sang Hyang Matahari Mungkul Sedzati Sejati di malam hari, jumat malam, jumat pahing 69, 15 bulan purnama.

Saat Sang Hyang Matahari bersembah sujud dalam di bawah bumi pertiwi, seutuhnya menampilkan kebulatan utuh sang rembulan purnama.

Saat Sang Hati yang gelap dengan segala alasan nyata, dirudung duka derita nestapa, amarah mendalam mendasar tak BERTEPI, tak sanggup menerima tarikan kegelapan yang terlelap dalam sejarah perjalanan hidupnya, 9 lubang dan 9 Satelit Planetariannya, tanpa mampu punya ruang massa waktu, kedaulatan bumi bangsa negaranya seutuhnya, kemartabatan bumi pertiwi sejak lahirnya, belum juga jumpa KAWIJAYAN KUSUMA BUMI PERTIWINya.

Meredam dan Melebur Kegelisahan Jaman dan Kegundahan Massa atas hampir separuh abad, hingga satu persatu para sahabat pejuang serta guru pejuang tumbang dipanggil batas massa takdirNya, tanpa sempat menyaksikan kemartabatan KAWIJAYAN BUMI PERTIWINya, KAWIJAYAN KUSUMA NEGARAnya.

Sastra Sasmito Merembulan dan Merembulan serta Meremmatahari dan Meremmatahari, di buka dengan tanda tanda jaman 9 bunga wijaya kusumaning wijaya kusuma, di rumah mas Yusuf Kleco, dalam 1 pohon, bahkan 1 daun bisa 3 bunga bersandar padanya.

3 alam, atas tengah bawah, sudah menyangga saatNya ruang waktu massa bumi siti lemah tanah pahing, sudah waktuNya KusumaNya mengalami KAWIJAYAN, secara utuh nyata ghoib, bukan hanya dijebak on line 4.0 tapi seluruh aspek dan dimensi multi dimensiNya terhubung, tergerak dan menggerakkan semua daya enerjologi energi bejo logi jagad besar dan jagad kecil, sinkronisasi matahari, bumi dan bulan, untuk memasuki babakan mereka yang rendah hati, lembah nanah, andap asor, SUmeh SUmeleh SAreh PIkoleh yang bakal menjadi pemilik bumi, pemimpin bumi, pemilik keabadian kekekalan kelanggengan badan diri, jagad diri dan jagad keselarasan yang lembut, indah menawan hati, merembulan purnama dan merembulan purnama, selaras sujud sempurna Meremmatahari dan maremmatahari di balik esensi substansi bumi siti lemah tanah pahing tempat kita berpijak dan raga kita diam dan bergerak, raga berpikir berucap dan bertindak. (Red).

Penulis article : Guntur Cisowarno, S.Si., Apt ( Mbah Openi Bukan Opini).

Upcoming article :

Teknologi Kepemimpinan SUmeh SUmeleh SAreh PIkoleh.

Teknologi Kedamaian Legowo Hati Manusia Pemimpin Jagad Renovasi 2020.

Teknologi Kelahiran Manusia SUmeh SUmeleh SAreh PIkoleh 2020.

Teknologi Pusaka Wahyu Manjing Warangkanya, pasangan SABDA SASTRA SASMITANya dengan RAGA MINTA MINTA RAGANya.

Teknologi Kepemimpinan SUMEH SUMELEH SAREH PIKOLEH TOTALNya.