Tangsel, Skalainfo.net| Kiprah melestarikan budaya serta kearifan lokal yang di wariskan oleh leluhur kita hingga saat ini masih terus di gaungkan oleh warga masyarakat Benda Baru, Ahad, 1 November 2026. Bahwa budaya yang diwariskan oleh leluhur kita ini sudah menjadi pedoman dalam kehidupan, meski zaman terus berubah namun nilai-nilai luhur itu yang tak boleh berubah. Kebersamaan dan gotong-royong, rasa hormat serta cinta terhadap tanah tempat kita tinggal. Senin, 02/11/2026.

Turut hadir, Camat Pamulang H. Mamat, S.E., M.M. Lurah Benda Baru Doddy Dores, S.Sos, dan jajaran staff kelurahan Benda Baru, para tokoh agama, para seniman, para pejuang budaya Benda Baru, Ketua RT dan RW serta elemen Masyarakat Benda Baru dan tamu undangan lainnya.

Kata sambutan dan pembukaan parade Benda Baru yang disampaikan oleh Camat Pamulang H. Mamat, SE., MM mengatakan, Puji syukur yang tak terputus hanya milik Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. Dialah yang telah mengumpulkan kita di sini bukan karena kebetulan, melainkan karena kehendak-Nya, dalam satu ikatan persaudaraan, ditanah yang kita pijak bersama, untuk merayakan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar kemeriahan yaitu jati diri kita sendiri, katanya.

kontributor skalainfo pamulang

 

Seringkali di tengah derasnya arus zaman, kita sibuk mengejar kemajuan di luar sana, hingga lupa menengok ke dalam diri kita sendiri. Kita mengenal budaya orang lain, tetapi kadang malu dengan budaya sendiri. Kita hafal kisah bangsa lain, tetapi lupa kisah leluhur kita yang telah mewariskan kedamaian di tanah ini selama turun-temurun.

Maka hari ini, Parade Budaya Benda Baru bukan sekadar barisan yang berjalan, bukan sekadar pakaian yang indah, bukan sekadar tawa dan sorak. Ini adalah pernyataan hati. Bahwa kita masih ingat dari mana kita berasal. Bahwa kita masih menjaga apa yang diwariskan leluhur. Bahwa meski zaman terus berubah, ada nilai-nilai luhur yang tak boleh berubah yaitu rasa hormat, dan cinta terhadap tanah air tempat kita tinggali ini, ungkapnya.

Izinkan saya mengajak kita semua untuk merenung sejenak lanjut H. Mamat, kekuatan terbesar sebuah bangsa bukanlah kemewahan yang dimilikinya, melainkan kesetiaan anak-anaknya terhadap akar budayanya sendiri. Pohon yang mencabut akarnya, seberapa pun tinggi ia menjulang, takkan mampu menahan tiupan angin yang paling lembut sekalipun. Demikian pula kita tanpa budaya yang terjaga, kita hanyalah orang-orang yang berjalan tanpa arah, hidup tanpa jejak, dan tak ada tanpa makna.

Budaya itu bukan peninggalan masa lalu yang membelenggu kita. Ia adalah cahaya pelita yang menuntun langkah kita ke masa depan. Ia mengajarkan kita untuk menghormati yang lebih tua, membimbing yang lebih muda, saling menguatkan di saat lemah, dan saling merangkul di saat berbeda. Budaya yang hidup bukan yang tersimpan rapi di lemari sejarah, melainkan yang tercermin dalam senyum kita, dalam keramahan kita, dan dalam sikap kita satu sama lain setiap hari, tutupnya.

Hal senada yang disampaikan oleh Lurah Benda Baru Doddy Dores, S.Sos mengatakan, mari kita jadikan kegiatan hari ini bukan sekadar kenangan yang akan berlalu, melainkan titik awal kebangkitan kesadaran kita. Tak perlu menunggu orang lain untuk memulainya, mulailah dari diri kita sendiri. Tak perlu menunggu hari besar untuk merawatnya lakukanlah dalam keseharian kita. Sebuah cerita yang disampaikan kepada anak-anak, sebuah lagu daerah yang dinyanyikan, sebuah kebiasaan sopan santun yang dijaga. Itulah warisan yang jauh lebih berharga dari apa pun yang bisa dibeli dengan harta, katanya.

Kepada para generasi muda, harapan ada di pundak kalian, janganlah kalian merasa budaya itu kuno atau ketinggalan zaman. Justru di tangan kalian, budaya harus menemukan napas barunya. Jadilah jembatan yang menghubungkan kebijaksanaan masa lalu dengan kemajuan masa depan. Kalian adalah penerus bukan sekadar penerus nama keluarga, tetapi penerus peradaban di tanah ini. Berjalanlah sejauh mata memandang, belajarlah setinggi langit-langit dunia, tetapi jangan pernah lupa jalan pulang, dan jangan pernah malu menyebutkan siapa kalian. Dunia akan menghormati kita ketika kita mampu menghormati diri kita sendiri.

Di sini kita berbeda-berbeda usia, berbeda latar, berbeda kemampuan. Namun di hadapan budaya leluhur kita, kita semua sama kita adalah anak-anak Benda Baru. Perbedaan itu bukan tembok yang memisahkan, melainkan warna-warni yang memperindah satu lukisan besar yang bernama kebersamaan. Tak ada yang lebih kuat dari kita ketika kita berdiri bersama. Tak ada yang mustahil bagi kita ketika kita bergerak sebagai satu jiwa.

Maka biarlah semangat hari ini menyatu di dalam hati kita, bahwa kita adalah satu keluarga, bahwa budaya adalah rumah kita dan merawatnya adalah tanggung jawab kita bersama. Langkah kecil yang kita lakukan hari ini, jika dilakukan bersama-sama, akan menjadi langkah besar yang kelak dikenang sebagai awal yang indah bagi generasi mendatang.

Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, para peserta, dan semua pihak yang telah berjuang mewujudkan acara ini. Semoga setiap langkah kalian bernilai ibadah, dan setiap jerih payah kalian dicatat sebagai amal baik di sisi Allah SWT. Semoga Parade Budaya Benda Baru ini menjadi titik awal kebangkitan budaya kita, menjadi perekat yang semakin kuat menyatukan hati kita, dan menjadi warisan yang kelak dapat kita banggakan ketika anak cucu kita bertanya.

“Di mana budaya leluhur kita?” dan kita dapat menjawab dengan tegas “Ia ada di hati kita, terjaga, hidup, dan terus kita lestarikan untuk kalian”.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua, melindungi persaudaraan kita, dan memberkati tanah Benda Baru ini dengan kedamaian, kemajuan, dan keberkahan yang abadi. Mari kita berjalan bersama, berdiri tegak dan menjaga budaya karena di sinilah rumah kita, di sinilah akar kita, dan di sinilah masa depan kita dimulai, pungkasnya. (Red/A-team).

Selamat berparade, lestarikan budaya, dan jaga selalu persatuan kita

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

-+=