Batusangkar, Skalainfo.net| Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar menggelar prosesi wisuda Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) pada Selasa, 22 September 2026. Kegiatan berlangsung di Auditorium Kampus II UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan dihadiri para lulusan, orang tua serta keluarga wisudawan, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, dan tamu undangan.
Prosesi wisuda berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebahagiaan. Deretan wisudawan dan wisudawati mengenakan toga memenuhi area utama auditorium, sementara keluarga dan tamu undangan menyaksikan rangkaian acara dari tempat yang telah disediakan. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya salah satu tahap perjalanan akademik sekaligus awal bagi para lulusan untuk mengamalkan ilmu di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Tanah Datar hadir dan menyampaikan sambutan kepada para lulusan. Sambutan pemerintah daerah menempatkan momentum wisuda bukan hanya sebagai seremoni akademik, tetapi juga sebagai bagian dari proses menyiapkan sumber daya manusia yang dapat berkontribusi bagi daerah dan masyarakat.
Para lulusan, khususnya dari bidang pendidikan dan keguruan, diharapkan mampu membawa pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperoleh selama masa perkuliahan ke lingkungan kerja maupun masyarakat. Lulusan bidang pendidikan memiliki peran penting karena berhadapan langsung dengan proses pembentukan pengetahuan dan karakter generasi berikutnya.
Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D., juga memberikan sambutan dalam rangkaian wisuda. Ia mengingatkan bahwa gelar akademik yang diperoleh wisudawan merupakan capaian penting, tetapi perjalanan setelah lulus merupakan bagian yang tidak kalah penting. Ilmu yang diperoleh di kampus diharapkan dapat diwujudkan melalui karya, pengabdian, dan kontribusi yang nyata.
Pesan tersebut sejalan dengan arah pengembangan UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang menempatkan pendidikan, pengembangan keilmuan, dan kontribusi kepada masyarakat sebagai bagian dari perjalanan akademik. Sebelumnya, dalam berbagai kegiatan kampus, Rektor juga menekankan pentingnya mahasiswa dan lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi terus mengembangkan potensi serta menghasilkan karya yang bermanfaat.
Bagi para wisudawan FTIK, hari wisuda menjadi puncak dari proses yang telah dilalui selama bertahun-tahun. Di balik toga dan ijazah terdapat perjalanan panjang berupa perkuliahan, tugas, praktik, penelitian, ujian, hingga penyelesaian tugas akhir. Karena itu, suasana haru dan bahagia terlihat dalam pertemuan antara wisudawan dengan keluarga yang hadir.
Salah seorang mahasiswa yang mengikuti prosesi wisuda menggambarkan hari tersebut sebagai momen yang penuh rasa syukur. Setelah melewati berbagai tahapan perkuliahan, wisuda menjadi pengingat bahwa keberhasilan tersebut tidak hanya lahir dari usaha pribadi, tetapi juga dari dukungan keluarga, dosen, dan orang-orang yang mendampingi selama masa studi.
“Hari ini terasa sangat membahagiakan sekaligus mengharukan. Saya bersyukur akhirnya dapat menyelesaikan pendidikan dan sampai pada tahap wisuda. Setelah ini, saya ingin ilmu yang diperoleh selama kuliah benar-benar dapat digunakan dan bermanfaat bagi orang lain,”ucap salah seorang wisudawan.
Kebahagiaan serupa juga dirasakan orang tua wisudawan. Bagi keluarga, keberhasilan anak menyelesaikan pendidikan tinggi merupakan hasil dari proses panjang yang diwarnai doa, dukungan, pengorbanan, dan harapan. Kehadiran orang tua di auditorium menjadi bagian penting dari perayaan tersebut.
“Kami merasa sangat bangga dan bersyukur melihat anak kami mengenakan toga hari ini. Perjalanan kuliahnya tidak selalu mudah, tetapi kami terus memberikan doa dan dukungan. Kami berharap setelah lulus, ilmunya dapat digunakan dengan baik dan menjadi bekal untuk masa depannya,”ucap seorang orang tua wisudawan yang hadir.
Rangkaian wisuda juga menjadi ruang pertemuan antara capaian akademik dan harapan masa depan. Para lulusan tidak lagi hanya dipandang sebagai mahasiswa yang telah menyelesaikan kewajiban akademik, melainkan sebagai bagian dari masyarakat yang akan membawa nama almamater dalam kehidupan profesional dan sosial.
Khusus bagi lulusan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, tantangan setelah wisuda berkaitan erat dengan bagaimana ilmu kependidikan diterapkan dalam kehidupan nyata. Mereka akan memasuki lingkungan yang membutuhkan kemampuan mengajar, komunikasi, keteladanan, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik.
Dengan demikian, wisuda pada Selasa, 22 September 2026 tidak hanya menjadi akhir dari masa studi, tetapi juga menjadi titik awal bagi para lulusan untuk melangkah ke tahap kehidupan berikutnya. Dari Auditorium Kampus II UIN Mahmud Yunus Batusangkar, para wisudawan membawa ijazah, pengalaman, doa keluarga, serta harapan agar ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan almamater. (Red/Syafriwan-Adefitra Ramadan).
