Tangsel, Skalainfo.net| ‘NGONSEB’ dihari jadi yang ke-4 tahun ini, Historia The Series Kota Tangsel nampak semakin gemilang. Setelah part to part yang dipadukan pada sebuah cerita, perjalanan dan kemajuan perkembangan kota. Begitu luas makna yang dihasilkan dari Historia untuk sama-sama menjaga keseimbangan dan pertumbuhan Masyarakat dengan pemerintah kota. Pada edisi special sore yang indah ini, mengusung tema ‘Tumbuh Bersama Menjaga Jejak Sejarah dan Mengukir Jati Diri untuk Kota Tangerang Selatan,’ bertempat di teras Tambi Historia dalam kawasan kampung Keramat Pulo, Kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel. Minggu, 09/09/2026.

Edisi khusus temu ceria Bersama Wakil Walikota Tangsel

Moderator Indah Arlie membuka ruang diskusi ceria penuh santai. Turut hadir diantaranya, Walikota Tangsel diwakili Wakil Walikota H. Pilar Saga Ichsan, ST, founder Gerai Lengkong Kota Tangsel bunda Lista Hurustiati, pengusaha entrerpreneur dan tokoh perempuan Tangsel Susi Karnawati, Sekretaris Camat Pamulang H. Ade Heri Sutiawan, SE., MM, Kabid Kepemudaan dan Olahraga Tangsel Ilham Suyatno, Sekretaris Kelurahan Pamulang Timur Ibu Enny Hendryani, Ketua Gerak Emas Saudara Miko, Ketua Yayasan Historia Tangsel Agam Pamungkas Lubah, Ustads Nana Purmana, tokoh Betawi Ciputat Babeh Agus, ketua KTNA Tangsel H. Fahmi, Tim kreatif saudara Inue Farhan, Tim Historia Tangsel Sari, Ijah, Ibunu, Robby, Abadi, Zulfikar, Agung dan tamu undangan lainnya.

Dewan Pembina Historia Tangsel Bunda Lista Hurustiati dalam sambutannya mengatakan, historia Tangsel ini tidak sertamerta ada, melainkan sudah sekian lama menelusuri jejak-jejak Sejarah maupun artefak peninggalan Sejarah yang ada di Kota Tangsel ini, untuk dimaknai sebagai jati diri warga Masyarakat Kota Tangerang Selatan, ungkapnya.

Nilai Sejarah di Kota Tangsel ini lanjut bunda Lista, ada petennnya, ada keunikannya dan memiliki makam kuno dengan Sejarah yang dapat dianalisis. Tentunya ini menjadi warisan bagi anak-anak dan cucu kita dimasa akan datang. Karena Tangsel ini tumbuh dengan meiliki nilai-niai sejarahnya seperti monumen Palagan, monument Lengkong dan monument Sejarah perjuangan Daan Mogot. Pastinya pemerintah Tangsel juga akan terus mengupayakan tidak menghilangkan jejak Sejarah itu dan tetap ada disini. Karena bangsa yang besar itu bangsa yang menghargai sejarahnya, bangsa yang bisa menjaga leluhurnya, dari situah kita dapat menjaga keharmonisan dan persatuan serta budaya.

“historia Tangsel ini bukan hanya tempat data, bercerita Sejarah akan tetapi inilah rumah kita sebagai Tambi yaitu tempat mengenal Sejarah dan mengulik Sejarah menjadi ilmu pengetahuan,” seraya menutup sambutan memberi pantun, kepasar beli bambu runcing, bambu dibeli untuk pagar, kalau Sejarah kita lestarikan, jati diri Tangsel akan terjaga, tutupnya.

Ditempat yang sama Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, bahwa ia merasa senang dan bangga adanya keaktifan sebagai wadah di Historia Tangsel ini, ternyata bukan hanya badannya yang dibangun tetapi jiwa dan rohnya pun diisi dengan kegiatan-kegiatan positif untuk Masyarakat Tangsel.

Ada yang ingin saya sampaikan lanjut Pilar, bahwa zaman saat ini sudah berubah dan kita harus mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Yaitu Masyarakat yang mengetahui Sejarah, orang-orang yang menghargai Sejarah. Mendalami Sejarah bangsa, tentunya memiliki kebijakan dan diberikan intelektualitas oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam menghadapi perubahan zaman itu.

Bagaimana kita menjadi bangsa yang berinovasi dan tidak tertinggal oleh bangsa lain

Saat ini bangsa yang maju itu Adalah China, bagaimana bisa negara China itu maju karena mereka sebagai warga yang sangat foundamental dan betul-betul menghargai sejarahnya dan mencintai negaranya. Dahulu Masyarakat Indonesia juga sangat foundamental dan mau berjuang untuk bangsa dan negaranya. Pada tahun itu Indonesia sangat dibanggakan, negara tetangga lainnya termasuk China juga belum ada apa-apanya dengan Indonesia. Tetapi beberapa decade lalu itu hingga sekarang membuat kita sangat jauh sekali tertinggal.

Prasasti-prasasti kita di Indonesia ini sudah banyak yang hilang begitu juga candi-candi kemungkinan sudah banyak dipereteli karena tidak dijaga. Justru kita berterima kasih kepada pemerintahan hindia belanda yang sudah menjaga itu, kita hanya meneruskan untuk menjaga tetapi sudah terlambat. Nah,..untuk menjaga secara fisik, tapi kalau untuk menjaga secara spirit jelas ini yang dilakukan oleh Historia Tangsel, tuturnya.

Mungkin kita tidak melihat prasasti yang ada di wilayah kota Tangsel, belajar sejarah tentang Kerajaan Sunda itu,..apakah itu hindu ataukah agama nenek moyang, kita tidak tahu, karena tidak ada prasastinya. Tetapi menimal kita memliki spirit walaupun secara fisik kita sudah jauh tertinggal dan banyak kehilangan, namun belajar spiritnya tentang Sejarah itu harus kita gelorakan terus yaitu melalui Historia Tangsel ini, katanya.

Kebermamfaatan Historia Tangsel untuk Masyarakat luas

Historia Tangsel harus memberikan mamfaat dan selalu adaftif terhadap perkembangan zaman. Ketika kita membuat kegiatan untuk anak-anak muda, tetapi mereka tidak memerlukan tentang Sejarah, maka itu yang sangat bahaya. Nah,..kedepannya Historia ini akan dibuat lagi tim yang muda-muda sehingga Sejarah-sejarah yang dihasilkan melalui Historia ini akan lebih menarik.

Kemudian apa lagi yang dihasilkan oleh Historia ini untuk mengedukasi Masyarakat tentang sejarahnya, selain dari pembuatan buku perjalanan part to part historia the series lanjut Pilar, bicara Sejarah itu Adalah berbicara tentang kebenaran, membicarakan fakta yang terjadi dan bagaimana orang-orang yang mendengarkan itu sesuai dan merasa senang, itu tergantung dari cara dalam penyampaiannya.

Anak muda zaman sekarang itu menyebutnya Relate, nah,..bagaimana cara agar anak-anak muda sekarang itu menyukai dengan Sejarah yang dibangun di historia ini menjadi tempat yang menyenangkan dan berintelektual tinggi, tentunya kita akan berikan variasi masukan yang membuat mereka itu memahami subjek dari Sejarah itu sendiri, ucap Pilar.

Suatu hari nanti Historia ini pasti akan ada mamfaat besar bagi Kota Tangsel, dan saat ini kita belum memiliki dewan Sejarah, kalau dewan Pendidikan dan dewan kesenian sudah ada lanjut Pilar, ya udah Historia saja sebagai dewan sejarahnya. Misalnya, pada saat pembacaan Sejarah, itu harus ada redaksi dari Historianya. Kemudian mengadakan roadshow pengenalan Sejarah kepada Masyarakat atau pengenalan dengan menyambangi café-café namun dikemas secara menarik.

Seperti dialun-alun Pamulang itu bisa kita buat spot Sejarah di sudut alun-alunnya, lalu rekrut tim kontributor dan tim editornya dari anak-anak muda yang berbakat tapi didampingi oleh orangtua yang tahu sejarahnya.

Yang terakhir adalah, kita harus ada teman-teman dari akademisi. Karena penelitian Sejarah itu harus ada metode Sejarahnya dari orang-orang akademisi. Anak-anak sekarang itu lebih kritis, kalau kita sebut tempat itu ada sejarahnya lho,..pasti mereka akan bertanya apa metodenya, kenapa harus disebut Sejarah. Oleh karena itu kita persiapkan segala sesuatu untuk Historia ini. Dan saya menginginkan Historia ini bisa diwarisi nantinya, jadi Ketika kita sudah fakum atau sudah tidak di dunia kerja lagi, maka Historia ini ada yang meneruskan. Karena Sejarah ini sangat penting juga buat kehidupan generasi selanjutnya, tutup Pilar. (Red/Alfi).

By Admin

-+=