Tangsel, Skalainfo.net| ‘NGONSEB’ (Ngobrol Santai Seni Budaya) pada Minggu yang ceria ini membahas tentang kehidupan masyarakat Kota Tangsel serta tradisi dan budaya yang sarat dengan kearifan lokalnya. Tak kalah hebat dengan tradisi Timur Tengah, di Kota Tangsel masih membudayakan peradaban ajang silaturahmi di era modern hingga saat ini.
Ajang silaturahmi tersebut menjadi obat ampuh dalam jiwa dan terus dijaga oleh generasi warga Kota Tangsel hingga kini. Sesuai tema yang diusung pada Historia the series Part. 17 sore ini yaitu ‘Nyaba Kampung’ Jembatan Silaturahmi Warga dalam Mempercepat Penyelesaian Masalah Lingkungan’. Obrolan semakin hangat dengan dua orang pemimpin yang masih baru duduk di pemerintahan Kecamatan Pamulang.
Merujuk tema yang diatas adalah, sebagai manifestasi seoerang pemimpin yang sedang melaksanakan dan akan menjalankan roda pemerintahan di kewilayahnya terhadap warga binaan serta Khalayak ramai untuk mewujudkan Impian Masyarakat Tangsel maju dan menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Motto apa saja yang akan disampaikan oleh narasumber itu, kita saksikan Bersama diteras Tambi Historia Tangsel dalam kawasan Kampung Keramat Pulo, Kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel. Minggu, 30/08/2026.
Sebagai moderator yaitu: Agam Pamungas Lubah dan Narasumber:
- Mamat, SE., MM., Camat Pamulang Kota Tangsel,
- Ade Heri Sutiawan, SE., MM., Sekretaris Camat Pamulang, Kota Tangsel,
- Fahrudin Juhri, anggota tim Sembilan (9) Perumusan Lambang Daerah Kota Tangsel,
- Ilham Suyatno, Kabid Pemuda Olahraga Dispora Kota Tangse,
- Ibu Enny Hendryani, Sekretaris Kelurahan Pamulang Timur Kota Tangsel,
- Ibu Lina, Kepala Seksi (Kasi) Kelurahan Pamulang Timur Kota Tangsel,
- Daeng Rahmat Hidayat, Ketua GCP Kota Tangsel,
- Saudara Inue, Tim Kreatif Kota Tangsel,
- Saudari Indah Arlie, Fatma, Ijah, Tim Historia Kota Tangsel,
- Saudara Ibnue, Eka, Abadi sahabat Historia Tangsel dan tamu undangan lainnya.
Dikesempatan sore yang indah itu, Camat Pamulang H. Mamat, SE., MM., menyampaikan artikulasi Nyaba Kampung dan diejawantahkan dengan Bahasa Indonesia adalah kunjungan atau silaturahmi. Tujuannya adalah, lebih mengenal kepada warganya dan pepatah mengatakan ‘tak kenal maka tak sayang,’ oleh sebab itu kita langsung turun kepada masyarakat menyapa dan berdialog apa saja permasalahan di lingkungan yang bisa kita selesaikan bersama-sama, tuturnya.
Contohnya lanjut Mamat, terkait tentang sarana dan prasarana disuatu RW atau RT, titik rawannya itu ada di RT berapa? serta apa saja yang diperlukan di suatu RW maupun RT itu terkait permasalahan dengan sarana dan prasarana. Nah,.. itu akan kita sampaikan kepada pemerintah kota melalui dinas-dinasnya. Bilamana itu tidak kita sampaikan, bisa saja dinas-dinas terkait itu tidak mengetahui misalnya, ada jalan yang rusak, ada saluran air yang rusak, kitalah yang diwilayah Camat beserta perangkatnya, Lurah serta perangkatnya, para ketua RW dan ketua RT yang tahu betul tentang kondisi diwilayahnya dan apa yang mestinya kita lakukan, katanya.
Dalam catatannya didaerah Pamulang ini ada 157 RW selain dari pada silaturahmi, tujuan dari Nyaba Kampung. Kita bisa kenal dengan para tokoh Masyarakat, tokoh pemuda, kader PKK, kader pos yandu dan tentunya seluruh warga yang ada di RW maupun RT.
Apa visi dan misi camat untuk mengangkat kota Pamulang lebih dikenal pada Masyarakat luas?
Acuan kami adalah melaksanakan visi dan misi dari Walikota tentunya, karena kami melaksanakan atas kebijakan itu bukan pembuat kebijakan. Berangkatnya saya untuk Nyaba Kampung itu dari Khairunnas wa Anfa’uhum linnas disebutkan, sebaik-baiknya manusia itu bisa bermamfaat untuk orang banyak, konsep itu yang saya pakai, ucap H. Mamat.
Ada slogan yang menjadi trend ditengah-tengah Masyarakat Pamulang
Mamat mengatakan bahwa dalam rumah tangga Pamulang itu, kami bersama bapak Sekcam dan bapak Lurah sepakat untuk membuat tagline yaitu ‘Pamulang Luar Biasa’. Nah,..itu sebetulnya dalam terjemahan Adalah:
Luar Biasa
L – Layanan prima untuk seluruh Masyarakat se-Kecamatan Pamulang
U – Utamakan kepentingan Masyarakat
A – Amanah dalam setiap tanggungjawab
R – Responship terhadap keluhan dan aduan warga
B – Bersinergi membangun Pamulang yang harmonis
I – Ikhlas dalam pengabdian
A – Adaptif dalam menghadapi perkembangan zaman
S – Solutif menangani permasalahan
A – Aktif hadir ditengah Masyarakat.
Itulah tagline LUAR BIASA dari Kecamatan Pamulang yang akan di implementasikan oleh perangkat Kecamatan serta jajaran sampai kebawahnya tingkat Kelurahan dan RT-RW, ucap H. Mamat.
Selama dibirokrasi Tangsel tahapan karir Apa sampai jadi Camat saat ini?
Berangkatnya saya itu menjadi staff di Kelurahan Sawah Lama dan diangkat jadi PNS pada 2009 saat itu saya dilantik Bupatinya bapak Ismed Iskandar. Pada 2014 itu barulah saya diangkat jadi Sekel secara devenitif, dan pada 17 Januari 2017 kami dipromosikan jadi (Kasi) Pendataan Penilaian Pajak Bumi dan Bangunan di BAPENDA Tangsel berjalan sampai 25 Maret 2019, dan dirotasi menjadi Kasubag Umum pegawaian di BAPENDA Tangsel. Pada 11 Agustus 2020 saya menjadi sekretaris Camat Serpong karena saya belum pernah jadi Lurah dan pada 29 September 2020 menjadi Plt Lurah di Rawa Mekar Jaya sampai 29 Maret 2021. Pas tanggal 31 Desember malam tahun baru 2022 saya dirotasi lagi menjadi Sekcam Cipuatat, ditanggal 3 Maret 2022 ikut Pendidikan kepamong prajaan di IPDN sampai 11 Oktober 2022 dan tanggal 30 November 2022 saya dilantik menjadi Camat di Kecamatan Ciputat. Pertanggal 21 Juli 2026 saya dilantik menjadi Camat di Kecamatan Pamulang dan pertanggal 27 Juli 2026 sertijab dengan Camat lama yaitu bapak Mukroni, hingga saat ini di Kecamatan Pamulang, tutup H. Mamat, SE., MM.
Selaras sejalan dalam pengabdian membawa Kota Tangsel yang cerdas modern dan relegius
Ditempat yang sama, Sekcam Pamulang H. Ade Heri Sutiwan, SE., MM dalam maklumatnya mengatakan, dimanapun kita ditempatkan disitulah pengabdian kita kepada Masyarakat dan kepada pemerintah Kota Tangsel. Saya bersyukur mendapat kesempatan mendampingi bapak Camat setelah dilantik oleh Walikota Tangsel, pada saat itu bapak Camat mengatakan kepada saya begini,!! pak Sekcam pokoknya saya dengan Sekcam gak ada bahasa antara pimpinan dan bawahan ya. Jadi pak Sekcam adalah adik saya, sahabat saya yang tentu saja kita jalan Bersama-sama buat Kecamatan Pamulang, ucap Sekcam Ade Heri pada ceritanya.
Fahrudin Juhri dalam tanggapannya mengatakan, bahwa perpaduan generasi sonior dan junior yang sangat harmonis tentunya kami merasa bangga dan Bahagia. Mendengar paparan antara Camat dan Sekcam tadi itulah yang disebut tipikal dengan kepemimpinan yang ideal. Memang kepemimpinan itu harus ada keterbukaan antara partner saling melayani.
Statement terakhir saya ingin menyampaikan, sekecil apapun kompetensi kita memang harus dimaksimalkan untuk diapresiasikan ambil bagian membantu pemerintah kota yang sangat berkeinginan melahirkan dan mewujudkan membangun masyarakat Tangsel ini semakin hari semakin cerdas, modern dan relegius, tutupnya.
Saudara Ilham menanggapi paparan dari tamu utama H. Mamat dihistoria Tangsel ini, dia berharap Lokasi ini dapat dijadikan konsep Pentahellix, dan juga menjadi konsep kunjungan pariwisata di Pamulang sehingga bisa meningkatkan dari PAD-nya Tangsel, katanya.
Historia Tangsel ini tempat berkumpulnya para seniman tambah Ilham sembari arahan dialog itu ditujukan kepada tamu utama di tambi historia tangsel itu. Disini ada bang Eka dengan kreatifitas lukisnya dan ada bang Inue sebagai Kreativitas 4K (konsep Empat Dimensi Kreativitas). Saya yakin betul bahwa pak Camat ini orangnya sangat menyukai insert masukan-masukan positif, itu akan digaungkannya. Dan bila kita bayangkan konsep Pentahellix ini bila dibersamai tentunya historia Tangsel ini sangat indah sekali pak Camat, ucap saudara Ilham menutup tanggapannya. (Red/Alfi).
