Tangsel, Skalainfo.net| Desas-desus sebelum tragedy pembongkaran paksa musholla Darul Iman yang berada dijalur pipa gas milik BUMN di Pamulang Barat Kota Tangsel. Asap sudah terlihat,! Inilah awal yang menjadi masalah oleh warga sekitar di Pamulang Permai, dan juga mengusik Masyarakat kecil yang memamfaatkan lahan jalur pipa gas untuk dijadikan taman-taman kecil serta area bermain bagi anak-anak komplek Pamulang Permai. Sabtu, 27/06/2026.
Hari berganti asap itupun mulai membesar, bahkan peran kamuflase pun mulai diminkan untuk terapi pihak lawan agar se-segera mungkin hengkang dari lahan jalur pipa gas dan sepenuhnya akan dikuasai oleh sekelompok orang yang bernafsu menguasai jalur pipa gas demi kepentingan kelompok saja.
Seorang tokoh Masyarakat yang bermukim di komplek perumahan Pamulang Permai 1, bapak haji Darman menyampaikan semua peerilaku kelompok yang bernafsu untuk menguasai jalur pipa gas demi kepentingan kelompoknya, sehingga tragedy pembongkaran paksa terhadap musholla Darul Iman kami ini dilaksanakan oleh pihak pertamina gas, ungkapnya.
Siapa kelompok yang mempropokasi untuk pembongkaran itu?
Haji Darman mengatakan, awalnya kami sama-sama bermain woodball di jalur pipa gas ini dan olahraga woodball ini memang digemari oleh kalangan usia lanjut. Seperti biasa bermain woodball itu sangat mengasikkan kawula tua-tua seperti kami ini. Semenjak IWBA (Indonesia Woodball Association Kota Tangerang Selatan) yang di ketuai oleh saudara Wanto Sugito yang masih aktif sebagai wakil ketua 2 DPRD Kota Tangsel itu, sering membuat aturan dilapangan woodball yang tidak saya ketahui tiba-tiba saja aturan itu menjadi wajib bagi kami yang ingin bermain woodball di lahan jalur pipa gas itu, jelasnya.
Akhir-akhir ini lanjut haji Darman, kelompok mereka itu yang menamakan dirinya sebagai kelompok RW Perjuangan mulai mengirimkan berbagai isu, bahwa jalur pipa gas harus dikosongkan. Bahkan mereka memperankan boneka suruhannya dari pemuda-pemuda itu untuk melakukan demo menyuarakan sepanjang ROW pipa gas harus di sterilisasikan tanpa ada warung-warung kecil yang mencari nafkah dipinggiran jalur pipa gas ini, tutur pak haji Darman dengan herannya.
Siapakah boneka suruhan kelompok itu?
Haji Darman mengatakan, bahwa mereka itu Adalah anak-anak sini dan semua pemuda itu saya kenal serta orangtua mereka itu saya kenal satu persatunya. Pemuda itu memberi nama mereka Aliansi Pemuda Pamulang Permai (APPP) sebenarnya mereka itu suruhan dari kelompok RW Perjuangan itu, katanya.
Siapakah nama ketua kelompok RW Perjuangan itu?
Lanjut haji Darman, dia itu seorang RW 015, namnya Sunandar atas keinginan dia itulah yang mengusik keberadaan musholla kami disini, sedangkan pengurus musholla tidak pernah mengusik-usik keberadaan lapangan woodball di area jalur pipa gas tersebut, terangnya lagi.
Lalu apa motifnya musholla ingin di gusur?
Sepertinya kelompok RW Perjuangan itu ingin memperluas lapangan woodball berstandar nasional, sehingga keberadaan musholla harus direlokasi, namun kami sebagai pengurus musholla Darul Iman menolak untuk direlokasi sebab, musholla ini sangat bermamfaat bagi warga komplek Pamulang Permai ini. Karena sebagian anak-anak komplek belajar mengaji di musholla ini dan tidak ada warga komplek ini yang menginginkan penggusuran terhadap musholla. Puluhan tahun musholla Darul Iman berdiri hanya untuk tempat ibadah kami, ungkapnya.
Ketika rapat warga di aula kecamatan Pamulang apakah pihak musholla tidak diundang?
Iya itulah cara licik yang mereka lakukan tanpa memberitahu kepada pengurus musholla Darul Iman, RW Perjuangan mengadakan rapat bersama Camat Pamulang saat itu menjabat sebagai camat yaitu bapak Mukroni, jelasnya.
Karena ada yang melaporkan adanya rapat dikantor camat akhirnya saya pun mendatangi kantor camat, Ketika saya sampai di kantor camat itu suasana rapatnya sudah hampir selesai. Lalu saya coba mendengarkan dahulu apa tujuan rapat tersebut, sehingga saya beranikan diri untuk bertanya langsung kepada bapak camat yaitu Mukroni.
Rapat ini apa tujuannya pak camat? Mengapa ada warga ingin membuat kesepakatan untuk mengosongkan lahan dijalur pipa gas. Bukannya disitu juga ada lapangan woodball dan juga ada musholla Drul Iman, lalu apa arti dari rapat ini, tanya pak haji Darman.
Kami tidak diajak untuk rapat ini, tapi saya dengar tadi ada yang ingin musholla Darul Iman harus dibongkar sebenarnya apa masalah dari musholla sehingga harus dibongkar? Tanya haji Darman lagi kepada camat Mukroni dihadapan sidang rapat dan sebagian warga masih ada bertahan duduk saja Sebagian sudah banyak yang pulang.
Haji Darman mengatakan kepada awak media ini, bahwa saat itu juga camat Mukroni menghubungi pihak pertamina gas via telepon genggamnya, langsung didepan saya bahwa pertamina gas agar mempertimbangkan lagi tujuannya dan memperhatikan ada musholla Darul Iman dijalur pipa gas tersebut, tutupnya. (Red/Boye).
Bersambung**
