Tangsel, Skalainfo.net| DPD-GMPK Kota Tangsel (Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi) bergerak untuk mendalami tragedy pembongkaran musholla Darul Iman dijalur pipa gas Pamulang. Ramai perbincangan warga Masyarakat Tangsel yang menanyakan tentang pembongkaran secara paksa terhadap tempat ibadah umat muslim tersebut, karena terlihat jelas pembongkaran itu hanya terpusat kepada bangunan musholla kecil saja dan tidak dilanjutkan lagi pembongkaran itu sampai batasnya di Bambu Apus. Hingga saat ini, di sepanjang jalur ROW pipa gas milik pertamina gas BUMN tersebut, hanya terlihat seperti proyek gagal dan terbengkalai. Sabtu, 27/06/2026.
Ironi, pertamina gas BUMN menggempur musholla Darul Iman
Gagah berseragam lengkap, staff dan pengurus lapangan pertamina gas BUMN menurunkan alat berat eskapator hanya untuk membongkar musholla mungil Darul Iman yang lahannya terpakai sedikit oleh bangunan itu, lalu tanpa rasa berdosa para pegawai pertamina gas mempereteli satu persatu bangunan musholla mungil itu. Banyak mata memandang, banyak telinga mendengar namun sangat disayangkan tak ada satupun manusia yang mampu untuk mengajak negoisasi, pihak pertamina gas ‘mengapa harus dibongkar bangunan tempat ibadah umat muslim itu’.
DPD – GMPK Kota Tangsel PEDULI
Wakil Ketua DPD-GMPK Kota Tangsel Andi Suhandi saat ditemui awak media ini mengatakan, bahwa tim investigasi kami sudah bergerak untuk mendalami perkara secara massif dan ramai dibincangkan oleh warga Masyarakat Tangsel terkait pembongkaran paksa terhadap musholla Darul Iman yang berada dijalur pipa gas tersebut, katanya.
Setelah kami telusuri, bahwa dilahan jalur pipa gas Pamulang itu terdapat beberapa unsur kepentingan selain para pedagang kaki lima yang terlebih dulu di sterilkan, ada juga cabor woodball dan musholla yang menempati lahan di jalur pipa gas itu. Maka, kami sebagai anggota gerakan Masyarakat perangi korupsi, memiliki rasa impati atas kejadian yang terjadi dijalur pipa gas tersebut. Kami merasa terpanggil untuk melakukan konfirmasi kepada warga sekitar maupun pihak cabor woodball dan pengurus musholla, untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi sehingga pembongkaran dilakukan oleh pihak pertamina gas BUMN. Bila tidak ada yang memulai komplik warga ini tidak mungkin terjadi percik api itu sampai ke pihak pertamina gas BUMN, ucapnya.
Puluhan tahun hidup berdampingan di komplek perumahan Pamulang Pemai 1 ini, tidak ada gesekan antar warga. Mengapa saat ini, dampak keberadaan 2 dua bangunan antara cabor woodball dan musholla ini yang terkesan saling berhak atas lahan pinjam pakai milik pertamina gas BUMN tersebut. Semestinya kita saling bergandengan dan mufakat bahwa warga komplek perumahan ini juga sama-sama membutuhkan tempat untuk diberdayakan sebagai sarana olehraga dan tempat ibadah. Bagi warga lain atau pendatang, misalnya yang ingin melaksanakan sholat dhuha atau shoalat zhuhur setelah setelah berolahraga woodball bisa dilaksanakan di musholla ini, dan bagi yang berolahraga woodball juga musholla itu bisa dijadikan untuk tempat musyawarah bersama, jelasnya.
Masih dikatakannya, bahwa informasi yang di dapatkan dari tim investigasi kami dilapangan yaitu, ada kelompok yang mengatasnamakan dirinya Adalah forum RW Perjuangan, dan mayoritas dari cabor woodball. Sejauh ini bagaimana pergerakan dari forum RW Perjuangan ini masih kami dalami, karena dalam Perwal Walikota Tangsel Nomor: 103 Tahun 2022 tidak pasal yang menerangkan tentang suatu kelompok RW Perjuangan, tambahnya.
Oleh sebab itu perlu kami jelaskan, bahwa permasalahan ini akan terus kami kembangkan sebagaimana peran kami di Lembaga atau organisasi Masyarakat, kontrol sosial dan Gerakan moral yang aktif serta transparansi informasi public di wilayah Tangerang Selatan.
Sementara, pada cabor woodball Pamulang, yang menempati lahan di Jalur Gas Pertamina, Pamulang Barat di bawah naungan IWBA Tangsel yaitu, PWBC (Pamulang Woodball Club), Club Wudpeker, Club Bazooka, Club Merapi Singgalang. Dan sebagai ketua cabor woodball Kota Tangsel Adalah bapak Wanto Sugito, dan masih aktif sebagai wakil ketua II DPRD Kota Tangerang Selatan, tutupnya. (Red/Hasan).
Bersambung**
