Batusangkar, Skalainfo.net| Harga buah naik dalam beberapa bulan terakhir dan ini mempengaruhi perdagangan di Pasar Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar. Pedagang buah merasakan dampaknya karena penjualan mereka menurun. Masyarakat sekarang lebih berhati-hati dengan uang mereka karena harga kebutuhan sehari-hari juga naik. Mereka tidak membeli buah sebanyak dulu. Ini membuat pedagang buah di pasar tradisional kesulitan karena pendapatan mereka bergantung pada penjualan buah. Meskipun pasar masih buka setiap hari, tidak banyak orang yang berbelanja seperti dulu. Banyak konsumen yang mengurangi belanja mereka. Kamis, 25/06/2026.
Salah seorang pedagang buah di Pasar Batusangkar, Rika mengatakan, bahwa kondisi tersebut telah ia rasakan selama beberapa bulan terakhir. Rika yang baru menekuni usaha berjualan buah selama sekitar lima bulan mengaku bahwa jumlah pembeli yang datang ke lapaknya mengalami penurunan dibandingkan saat awal ia berjualan. Menurutnya, masyarakat saat ini lebih selektif dalam membeli kebutuhan karena hampir seluruh kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga. Akibatnya, banyak pengunjung pasar yang hanya membeli barang yang benar-benar diperlukan dan mengurangi pembelian barang lainnya, termasuk buah. Kondisi ini membuat pendapatan yang diperoleh pedagang tidak menentu dari hari ke hari karena jumlah pembeli yang datang tidak sebanyak yang diharapkan.
Rika menjelaskan bahwa jeruk adalah buah yang paling banyak diminati oleh pelanggan. Hal ini karena jeruk memiliki harga yang relatif lebih terjangkau jika dibandingkan dengan beberapa jenis buah lainnya. Selain itu, jeruk juga menjadi pilihan favorit masyarakat untuk dikonsumsi sehari-hari. Buah-buahan yang dijual di lapaknya sebagian besar didatangkan dari Medan, yang merupakan salah satu daerah pemasok buah ke Pasar Batusangkar. Menurut Rika, ketersediaan pasokan buah dari daerah pemasok sejauh ini masih cukup baik. Namun, harga yang harus dibayar pedagang untuk memperoleh buah dari pemasok terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual agar tidak mengalami kerugian. Meskipun demikian, kenaikan harga tersebut juga berisiko mengurangi minat beli masyarakat. Oleh karena itu, Rika harus selalu memantau kondisi pasar dan menyesuaikan strategi penjualannya untuk tetap memenuhi kebutuhan pelanggan dan mempertahankan keuntungan.
Rika juga menyatakan bahwa hampir semua jenis buah yang dijual mengalami kenaikan harga jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya. Dari berbagai jenis buah yang tersedia di lapaknya, buah pir menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga paling signifikan. Menurut Rika, kenaikan harga ini tidak hanya terjadi pada satu atau dua jenis buah saja, tetapi hampir merata pada berbagai komoditas yang dijual di pasar. Selain harga buah, sejumlah kebutuhan lain yang berkaitan dengan aktivitas perdagangan juga mengalami kenaikan. Sehingga, biaya yang harus dikeluarkan pedagang menjadi semakin besar. Kondisi ini secara tidak langsung memengaruhi harga jual buah kepada konsumen. Pada akhirnya, hal ini berdampak pada tingkat pembelian masyarakat.
“Kebanyakan buah sekarang naik harganya. Karena harga naik, pembeli juga mulai berkurang. Orang jadi lebih berpikir untuk membeli buah karena kebutuhan lain juga banyak yang naik,” ujar Rika saat ditemui di lapaknya di Pasar Batusangkar.
Menurut Rika, dampak kenaikan harga tersebut tidak hanya terlihat dari berkurangnya jumlah pembeli, tetapi juga terlihat dari perubahan pola belanja masyarakat. Jika sebelumnya pelanggan sering membeli buah dalam jumlah yang cukup banyak untuk kebutuhan keluarga, kini sebagian besar konsumen memilih mengurangi jumlah pembelian agar pengeluaran mereka tetap sesuai dengan kemampuan ekonomi yang dimiliki. Ia mencontohkan bahwa pelanggan yang sebelumnya membeli dua kilogram buah kini lebih sering membeli satu kilogram atau bahkan kurang dari jumlah tersebut. Perubahan pola konsumsi ini menunjukkan bahwa masyarakat masih berusaha memenuhi kebutuhan akan buah, tetapi dengan jumlah yang lebih terbatas karena harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan mereka.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Pasar Batusangkar, aktivitas ekonomi di pasar masih berjalan sebagaimana biasanya dengan pedagang yang menawarkan berbagai jenis barang dagangan kepada pengunjung. Lapak-lapak buah tampak dipenuhi beragam komoditas seperti jeruk, pir, apel, semangka, dan buah lainnya yang tersusun rapi untuk menarik perhatian pembeli. Namun, di tengah aktivitas pasar yang berlangsung, terlihat bahwa jumlah pengunjung yang datang ke lapak buah tidak terlalu ramai. Beberapa pedagang tampak lebih banyak menunggu pembeli sambil menata dagangan mereka. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun pasar tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, para pedagang masih menghadapi tantangan akibat menurunnya daya beli konsumen.
Sebagai pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di pasar tradisional, Rika berharap kondisi ekonomi masyarakat dapat segera membaik sehingga aktivitas jual beli kembali meningkat. Ia juga berharap harga berbagai kebutuhan, termasuk buah dan kebutuhan penunjang usaha lainnya, dapat kembali stabil agar masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga yang terus terjadi. Menurutnya, stabilitas harga akan memberikan manfaat bagi semua pihak, baik pedagang maupun pembeli, karena dapat mendorong meningkatnya aktivitas ekonomi di pasar. Dengan kondisi harga yang lebih terkendali, masyarakat diharapkan dapat kembali berbelanja dengan lebih leluasa sehingga pasar menjadi lebih ramai dan pendapatan pedagang dapat meningkat.
“Harapan saya harga-harga bisa stabil lagi dan pasar kembali ramai. Semoga masyarakat lebih banyak datang ke pasar untuk berbelanja dan membeli buah sehingga penjualan kami juga bisa kembali meningkat seperti sebelumnya,” tutup Rika.
Kondisi pedagang buah di Pasar Batusangkar saat ini menggambarkan bagaimana perubahan harga barang bisa berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat. Kenaikan harga tidak hanya memengaruhi konsumen yang mesti menyesuaikan pola belanja, tapi juga dirasakan oleh pedagang. Mereka mengalami penurunan penjualan karena daya beli masyarakat yang menurun. Pedagang dan konsumen sama-sama merasakan dampaknya. Ini menunjukkan betapa pentingnya stabilitas harga. Stabilitas harga sangat penting untuk menjaga aktivitas ekonomi di pasar tradisional. Pasar tradisional masih menjadi tempat utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kenaikan harga membuat konsumen harus lebih bijak dalam berbelanja. Pedagang juga harus pintar dalam menghadapi situasi ini. Mereka harus mencari cara untuk meningkatkan penjualan meskipun daya beli masyarakat menurun. (Red/Tim Media Skala Info Tanah Datar – Najwa Olivia Irawan).
