Tangsel, Skalainfo.net| Pengurus musholla Darul Iman berucap pasrah ketika mesin buldoser alat berat milik Pertamina Gas mulai menabrakkan belalainya pada tembok bangunan semi permanen dan terlihat pecah seketika. Pondasi dan tembok tinggi satu meter tersebut kemudian baja ringan sebagai penyangga atap musholla saat ini telah musnah. Bangunan mungil itu, tempat dahi kepala menusia menempel dan bersujud, berbisik mengadukan segala masalah serta meminta kepada Sang Khaliq sekrang sudah hilang, musholla mungil dan indah itu sudah tidak ada lagi. Minggu, 14/06/2026.

Hanya terpakai sedikit oleh banungan musholla Darul Iman lahan dijalur pipa gas milik Pertamina Gas (BUMN) itu, namun rasa impati serta nurani dijaman peradaban ini sudah musnah. Bahkan pemerintah daerah pun sudah tidak peduli lagi. Keberadaan musholla Darul Iman di RT. 003/015 komplek Perumahan Pamulang Permai 1, Kota Tangsel dibongkar secara terang-terangan. Sarana ibadah umat muslim itu telah berubah menjadi duri bagi penguasa.

Julukan cerdas modern dan relegius di pemerintahan Tangsel hanya untuk polesan lipstick belaka, tidak memahami esensi dari relegius itu sendiri. Terbukti ketika detik-detik akhir lantai musholla Darul Iman digaruk paksa oleh pihak Pertamina Gas tidak ada satupun utusan pemerintah yang mampu berdialog dan memberi Solusi, di apakan dan kemana sarana ibadah ini akan ditempatkan setelah pembongkaran paksa ini, pemerintah daerah tidak ada yang bersuara.

foto exclusive skalainfo.net

Disela-sela pembongkaran itu, pengurus mushollah Darul Iman menyampaikan kekecewaan nya dan rasa pilu mendalam atas perlakuan Pemkot Tangsel serta pihak Pertamina Gas sebagai penguasa Perusahaan milik (BUMN) itu, kepada sejumlah wartawan yang meliput tragedi tersebut.

Untadz Nofri mengatakan, segala upaya untuk mempertahankan musholla Darul Iman ini sudah dilakukan. Kami sudah bersurat kepada Walikota Tangsel meminta untuk berdiskusi, kemudian instansi terkait Lurah, Camat dan rapat RDP dengan DPRD Tangsel. Membalas surat somasi dari Pertamina Gas lalu mendatangi kantor PT. Petragas Cikarang, kemudian audensi dengan pihak Pertamina Gas pusat di Jakarta, bertujuan untuk meminta kebijakan serta menanggulangi permasalahan yang disebut bahaya tingkat itu, jelas Nofri.

“Bukan musholla ini saja yang berada dijalur pipa gas, disepanjang jalur pipa gas dikota Tangsel ini banyak bangunan permanen bertingkat yang berada dijalur pipa gas hingga sekarang ini,” tambahnya.

Ketika pembangunan musholla ini dilaksanakan, kami tidak serta-merta langsung membangun, namun kami meminta izin dulu kepada tim pengawas pada tahun itu yang selalu control adalah tim pengawas dari pemerintah. Dengan secara lisan beliau mengatakan silahkan saja pak, tapi jangan permanen. Dapat kita lihat ini bangunan musholla ini kan tidak permanen, separoh tembok dibawah ini keatas itu pake besi ringan, ucap ustadz Nofri.

Setelah pembongkaran ini Langkah apa yang dilakukan oleh pengurus musholla Darul Iman? Ustadz Nofri mengatakan, kami akan berdoa dan perlu digaris bawahi bahwa kami ini bukan pecundang, kami bukan penjilat, pada intinya kami adalah tentara-tentara Allah SWT, tidak ada kepentingan apapun. Langkah kami selanjutnya adalah berdoa, ya Allah jadikan tempat ini saksi, dan jadikan tempat ini menjadi amal kami diperjalanan kami di yaumil akhir kelak.

Kedua, langkah kami adalah mempersoalkan titik permasalahan ini sehingga kami menjadi korban akibat segelintir orang-orang itu. Dia harus mempertanggung jawabkan itu, Karena ulah-ulah mereka itulah akhirnya pertamina hadir disini, setelah puluhan tahun musholla ini tidak pernah dipermasalahkan oleh pihak pertamina gas dan hari ini hadir disini membongkar musholla ini, terangnya.

Teman-teman media dan teman-teman dari Ormas-ormas Islam, kalaupun kalian terlambat untuk memberi dukungan masih ada kesempatan untuk ini, kembali untuk mempersoalkan orang-orang yang berkecimpung dalam mempermasalahkan keberadaan musholla Darul Iman ini.

Dan tentunya kami tetap berkoordinasi dengan pihak pertamina gas walaupun musholla ini sudah dirobohkan, apapun Solusi yang diberikan kami juga menginginkan dukunagn dari masyarakat. Sebelumnya juga pihak pertamina gas pernah mengatakan kepada kami untuk mencarikan alternatif namun kami juga belum tahu bentuk alternatifnya itu seperti apa dan nantinya akan kita rembukan secara bersama-sama, pungkasnya. (Red/A).

Bersambung**

-+=