Oleh: Guntur Bisowarno
Pasuruan, Skalainfo.net| Bersama Mimpi Besar Sangheyang Hamim Bangun Istana Kerajaan Pariwisata. Sinergi Budayawan dan Pengusaha Pariwisata; tokoh budayawan dan pengamat fenomena zamani, Guntur Bisowarno menilai Sangheyang Hamim sebagai aset berharga Jawa Timur yang memiliki visi besar dan mendunia. Selain itu, Djuyoto Suntani, Presiden Dunia The World Peace Committee yang diakui oleh 202 negara, juga mengakui kecerdasan Sangheyang Hamim. Purwosari Pasuruan, Rabu 8 April 2026.
Sangheyang Hamim sendiri menjabat sebagai Presiden Repoeblik Ngopi dan Duta Wisata Internasional Muteri Kawasan Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia. Ia telah berupaya mempromosikan kawasan tersebut sejak 13 November 1996.
Guntur Bisowarno juga mengemukakan tentang konsep “Enerjologi Sinergitas Kawasan Gunung Arjuno Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik” serta “Mimpi Besar Sangheyang Hamim Bangun Istana Kerajaan Pariwisata”.
Memang hingga saat ini, Guntur Bisowarno, Sangheyang Hamim, presiden Repoeblik Ngopi, Perpustakaan HORAIZO Klasik, dan Istana Kerajaan Pariwisata belum banyak ditemukan dalam sumber-sumber publik yang terpercaya. Sedangkan Kawasan Gunung Arjuna sendiri memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, karena dulunya merupakan pusat kegiatan spiritual Kerajaan Majapahit dan Singhasari, serta memiliki banyak situs peninggalan bersejarah.
Kepada Tim Redaksi Guntur Bisowarno Selasa 7/4/2025 menambahkan, “Enerjologi Kolaborasi Sangheyang Hamim dan perpustakaan baru kuno HORAIZO Klasik Guntur Bisowarno menjadikan Tujuan Wisata Dunia yang berkelanjutan, yang terus melibatkan masyarakat lokal kawasan dan global, sehingga berada di kawasan Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia serasa di kampung sendiri, namun bak syurga perpustakaan alam raya,” ucap Guntur.
Berdasarkan informasi yang tersedia, berikut adalah penjelasan mengenai latar belakang konsep Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik yang dicetuskan oleh Guntur Bisowarno:
- Filosofi Nama “HORAIZO”
Istilah ini kemungkinan besar merupakan gabungan atau modifikasi dari kata-kata yang memiliki makna mendalam;
– HORA: Berasal dari bahasa Sanskerta/Yunani yang berarti “waktu” atau “jam”. Dalam tradisi kuno, hora juga dikaitkan dengan perhitungan waktu yang sakral dan siklus alam semesta.
– IZO: Bisa diartikan sebagai “aku” atau “saya” dalam beberapa bahasa kuno, atau merujuk pada konsep “inti” dan “identitas”.
– KLASIK: Menunjukkan nilai-nilai luhur, warisan leluhur, dan keabadian.
Jadi, HORAIZO Klasik dapat diartikan sebagai “Waktu yang Abadi” atau “Ruang yang Menjembatani Masa Lalu, Kini, dan Masa Depan”. (Menjembatani Jarak Budaya dan Waktu, BSN 2026).
- Konsep “Baru Kuno Modern”
Konsep ini menekankan pada perpaduan tiga dimensi waktu dan nilai;
– Kuno: Menghormati dan melestarikan nilai-nilai sejarah, budaya, ilmu pengetahua (Kaweruh Leluhur Tulis dan Tak Tertulis) tradisional, serta naskah-naskah kuno, lontar, artefak yang menjadi akar peradaban.
– Modern: Mengadopsi teknologi canggih terkini, sistem manajemen yang efisien, dan cara penyajian informasi yang relevan dengan zaman sekarang.
– Baru: Menciptakan inovasi, kreatifitas, tranformasi, gagasan segar, dan bentuk baru yang lahir dari perpaduan antara tradisi; manifestasi massa kesadaran yang tinggi, dan kemajuan bertanggung jawab universal (DUR: Dignity Universal Responsibility, BSN Borobudur 2012).
Tujuannya adalah menjadikan perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pusat kebudayaan dan peradaban yang hidup, dinamis, terbuka, toleran, momot dan terus berkembang.
- Kaitan dengan Kawasan Gunung Arjuna
Seperti yang disebutkan sebelumnya, konsep ini dikaitkan dengan visi besar untuk mengangkat Kawasan Gunung Arjuna sebagai “Induk Peradaban Dunia”.
– Perpustakaan ini diharapkan menjadi jantung dari kawasan tersebut, tempat berkumpulnya berbagai ilmu pengetahuan dan pengetahuan ilmu artefak baru kuno, sejarah, dan budaya.
– Sejalan dengan mimpi Sangheyang Hamim untuk membangun “Istana Kerajaan Pariwisata”, perpustakaan HORAIZO Klasik diharapkan menjadi salah satu ikon utama yang menarik wisatawan, investor, filantropis, spiritualist, dan peneliti dari seluruh dunia.
- Peran Guntur Bisowarno
Sebagai budayawan dan pengamat fenomena zamani, Guntur Bisowarno melihat perpustakaan ini sebagai aset strategis yang mampu;
– Melestarikan Warisan Budaya Peradaban Jawa Timur dan Nusantara.
– Menjadi pusat studi dan penelitian.
– Membangun citra kawasan Gunung Arjuna sebagai pusat peradaban yang diakui dunia, terutama dalam negeri, khususnya Jawa Timur.
Secara keseluruhan, Perpustakaan HORAIZO Klasik adalah visi holistik komprehensif yang ingin menggabungkan kearifan kebijaksanaan masa lalu dengan kemajuan masa kini, demi menciptakan masa depan yang lebih berbudaya dan berilmu.
Keputusan Bersama
Sinergitas Kawasan Gunung Arjuno sebagai Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik Guntur Bisowarno, bersama dengan Mimpi Besar Sangheyang Hamim Bangun Istana Kerajaan Pariwisata, adalah sebuah gagasan yang sangat menarik.
– Kawasan Gunung Arjuno: Sebagai Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik Guntur Bisowarno, kawasan ini bisa menjadi pusat Ilmu Pengetahuan Pengetahuan Ilmu dan kebudayaan peradaban yang kaya, dengan Istana Kerajaan Pariwisata sebagai ikon utamanya.
– Istana Kerajaan Pariwisata: Mimpi Besar Sangheyang Hamim untuk membangun istana ini bisa menjadi realitas, dengan fokus pada pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis kebudayaan peradaban
– Sinergitas: Kawasan Gunung Arjuno dan Istana Kerajaan Pariwisata bisa menjadi sebuah kesatuan yang harmonis, dengan fokus pada pelestarian lingkungan, kebudayaan peradaban, dan Pariwisata Ekoculture Toursm, Etnosistem serta Etnosains yang bertanggung jawab.
Rekomendasi Skema Strategis
Rekomendasi Skema untuk Sinergitas Kawasan Gunung Arjuno Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik Guntur Bisowarno bersama Mimpi Besar Sangheyang Hamim Bangun Istana Kerajaan Pariwisata!
– Skema 1: Kolaborasi Publik-Privasi
– Pemerintah daerah dan swasta bekerja sama untuk mengembangkan kawasan Gunung Arjuno dan Istana Kerajaan Pariwisata.
– Fokus pada pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis kebudayaan peradaban.
– Skema 2: Pengembangan Berbasis Komunitas.
– Masyarakat lokal dilibatkan dalam pengembangan kawasan Gunung Arjuno dan Istana Kerajaan Pariwisata.
– Fokus pada pemberdayaan ekonomi lokal dan pelestarian kebudayaan peradaban.
– Skema 3: Ekowisata dan Edukasi.
– Kawasan Gunung Arjuno dan Istana Kerajaan Pariwisata dikembangkan sebagai destinasi ekowisata dan edukasi.
– Fokus pada pelestarian lingkungan dan kebudayaan, serta edukasi bagi pengunjung.
Esensi dari Sinergitas Gagasan
Wawasan Gunung Arjuno, Mata Air Gunung Arjuno, dan Sumber Mata Air Kelor adalah komponen-komponen yang sangat penting dalam konsep Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik.
– Air dan Mata Air: Sebagai sumber kehidupan, air dan mata air adalah simbol kebijaksanaan dan pengetahuan yang abadi.
– Wawasan Gunung Arjuno: Kawasan Gunung Arjuno memiliki kekayaan alam dan kebudayaan yang luar biasa, sehingga menjadi inspirasi bagi Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik.
– Sumber Mata Air Kelor: Sebagai simbol keberlanjutan dan kebangkitan, Sumber Mata Air Kelor dapat menjadi contoh bagi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Dengan demikian, rasa Konsep Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik dapat menjadi sebuah wadah untuk melestarikan kebudayaan peradaban, pengetahuan, dan kearifan kebijaksanaan yang terkandung dalam KaWawasan Gunung Arjuno, Mata Air Gunung Arjuno, dan Sumber Mata Air Kelor Pandaan Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. (Red).
Oleh: Mbah Openi Praktisi Manusia Sastra Budaya Canggih.

