Pasuruan, Skalainfo.net| Sesudah 31/1/2026 di Oak Lawang Hotel, pukul. 20.00 Wib, dikukuhkannya Team Inti Satgas Mata Air Nusantara oleh Prof. Dr. H. Mohammad Adib, Drs, M.A., dengan kesepakatan lanjutannya Praktek dan Praktek di lapangan bidang garap nyata, yaitu: di Desa Ngadirejo Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur.
Dengan Program Penanggulangan Bahaya Longsor, berupa ‘Penanaman 10.000 bibit Pohon Cemara’, dengan komando lapangan; LMDH Lembaga Masyarakat Desa Hutan Cemara Indah, Pimpinan Atemo; sesuai bukunya Prof. Adib yang bertajuk, ‘SAA; Sendhakep Angawe Awe’ yaitu massa kesadaran Kita bersama untuk saling menjaga diri, keluarga dan masyarakat pada derajat kelestarian lingkungan alamnya, untuk kesejahteraan lahir batin, hidup kehidupannya bersama sama, hal ini sangat membutuhkan kesediaan dan kemampuan diri, ‘NgAwe Awe’, Kita dipanggil untuk memanggil saudara-saudaranya, untuk bersedia membantunya dalam memecahkan masalah serta mencari solusinya, terutama masalah kerusakan dan bencana hutan di Indonesia dan Dunia, melalui ‘Praktek Jalan Mata Air Nusantara’. Senin, 09/02/2026.
Kita berdua bersama Mas Aan menjemput Prof. Adib di d’Kost Redoorz Universitas Malang di Jalan Surakarta, dimana Kita diterima konektivitas potensi wisatawan ke Hotel OAK Lawang oleh Bu Tata, Kita tepat memasuki lobby jam 14.00 WIB, selanjutnya Kita menikmati sajian makan siang disana, dalam suasana ruangan yang elegan bercorak buku-buku Intelektual, dengan gemericik spirit air kolamnya di sana.
Lahirnya Putra Putri Peradaban Airlangga;
Sharing sepanjang perjalanan menggunakan Mobil Grap, Mas Aan, asal Dusun Bandut Desa Ngembal Kabupaten Pasuruan, dengan Prof. Dr. H. Muhammad Adib, Drs, M.A., dari Losmen D’Kost tersebut hingga sampai ke rumah Pak Inggih, Mulyono, Kepala Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Diiringi air hujan dan suasana perpindahan alam, suhu dusun desa sepanjang perbukitan Pawon Sewu tersebut, jajaran pohon-pohon tegak di setiap lerengnya.
Kisah Perjalanan Beliau;
Dari Kecil hingga besar Kuliah di Universitas Gajah Mada Yogyakarta, hingga memutuskan untk menikah sebelum wisuda, dengan isteri dari Fakultas Kedokteran Gigi di Kampus yang sama, mulai tersadari dan terbaca atmosfir kegigihan perjuangan mereka berdua.
Sejarah perjalanan hidup Beliau, membuatnya menemukan kekuatan isterinya untuk dirinya dan anak-anak serta keluarganya adalah jiwa perilakunya yang “LOMAN” alias murah hati untuk senantiasa berbuat baik, demi orang yang dicintainya,. Orang-orang sekitarnya, di lingkungan kampus tempat suaminya kerja, di tempatnya kerja dan di kawasan tempat tinggalnya.
Ketekunannya untuk bermurah hati pada para sesama yang hidup di sekitar lingkungannya tersebut, telah berhasil menghantarnya, sang suami menjadi seorang Professor dan dianugerahiNya buah-buah kesuksesan buat anak-anaknya beserta para mantu dan cucu-cucunya.
Indikator dari Baik;
Proses rasa penghayatan perasaan yang mendalam dari sosok karakter jiwa isterinya, selain dari wujud perilaku, ucapan, pikiran dan tindakannya, di dukung disiplin keilmuan filsafat, antropologi dan keagamaannya yang sangat kuat. Prof. Adib sehingga buah perenungan realita rasa penghayatan perasaan yang mendalam tersebut, telah menjadikannya untuk menemukan kata indikator dari ukuran baik berkebaikan tersebut, yaitu “LOMAN”, alias murah hati, ya baik itu tandanya murah hati, wujudnya ketekunan dalam wujud apa saja yang merupakan wujud nyata dari kemurahan hatinya tersebut.
Indikator Mindset Positip dan Fokus;
Pembicaraan Prof Adib, yang meneliti muridnya yang suka ngomong bingung, ternyata perjalanan hidupnya berujung menjadi orang bingung dan gagal.
Murid yang konsisten berucap optimis, hidupnya sukses hingga menjadi seorang Professor di salahsatu kampus ternama di Kota Surabaya, yang sekarang bersedia bergabung sebagai Team Inti Satgas Mata Air Nusantara.
Jejer Kebangkitan Putra Putri Peradaban Tengger;
Kualitas Massa Sentuhan dan Percakapan Kita bersama Pak Yohanes, Ngadirejo di bulan Oktober 2013 bersama Prof Adib dalam Kegiatan Studie Excursie 600 Mahasiswa Unair Dialog Lintas Peradaban dan Kerukunan Umat Beragama di Tosari. (Baca: Di Tahun 2022 ditetapkan Prasasti Kecamatan Tosari sebagai Kecamatan Bhinneka Tunggal Ika oleh Bupati Pasuruan dan Menteri Agama.red.) dan Ngadirejo, masih Kita ingat dalam cheap memori Kita dan itu salahsatu pengalaman yang menentukan kesuksesan dan karakter positif Mr. Yohanes, hingga sampai pada dialog Sarasehan Roso Orep Sejati Satgas Mata Air Nusantara.
Di Ruangan Dalam Rumah Pak Inggih Desa Ngadirejo, berupa Sharing formula suksesnya, yaitu berdamai dengan diri, berdamai dengan keluarga, berdamai dengan sesama, berdamai dengan alam dan berdamai dengan TuhanNya.
Putra Peradaban Tengger Ngadirejo;
Terminologi Putra Putri Peradaban tersebut, diungkapkan oleh Pak Yohanes & Bu Tatik Isterinya, warga Desa Ngadirejo tersebut. Sedangkan pada Sosok Atemo duet Kompak dengan Ibu Atemo, Bapak beranak tunggal seorang putri yang sudah dinikahkan, wes oleh mantu tentunya dan beroleh satu cucu perempuan ini, adalah sosok Putra Peradaban Tengger Ngadirejo Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Yang juga berhasil disentuh oleh perjumpaan dengan Prof. Adib sejak tahun 2013 tersebut dan kali ini diulangi lagi di tanggal, 5/2/ 2026 ini, dengan SenTuhan Program Satgas Mata Air Ngadirejo bersama SatGas Mata Air Nusantara dalam Progress Program Penggagas dan Inisiator Prof. Adib tersebut.
Saksi disaksikan dan penyaksiannya sebagai bukti kesaksiannya;
[9/2 01.29] Guntur Bisowarno: Ya apa sharingmu.
[9/2 06.35] Mas Aan: Sedikit yang bisa saya sampaikan. Saya merasa senang dapat bertemu orang-orang besar. Saya mendapatkan pengetahuan baru dan Saudara baru. Saya melihat ketulusan mereka mereka yang perduli terhadap alam dan lingkungan. (Red).
Penulis : Mbah Openi (Praktisi Manusia Sastra Budaya Canggih).

