Pasuruan, Skalainfo.net| Pertumbuhan kesadaran dan Riset Kita bersama dengan Komunitas PPMAL (Baca: Penghijauan Perlindungan Mata Air Lawang. red.) atas Pohon OAK adalah Kayu Lawang Kastil (2004-2026), sehingga oleh alam dan penyelenggaraNya, Kita di bawaNya; menuju ke Desa WONOKITRI Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur dalam Laku Lampah Skenario Perjalanan Energi Spiritual Kita, sehingga Kitalah saksi yang menyaksikan adanya Kesaksian bahwa ternyata benar, setiap hal yang telah dirancang olehNya, dalam Rancangan agungNya, Pasti Kita benar-benar alami seperti yang telah Kita jalani bersamaNya, denganNya, karenaNya yaitu Kita bertemu dengan ‘Gen Gen Kastil Kerajaan Brawijaya dan Kerajaan Singhasari’. Purwosari, Jum’at, 30/01/2026.
WONOKITRI & WONOKASTIL;
Wono adalah Hutan dan Kitri ternyata Kamis Legi 13 (Baca: Kamis bersandi angka 8 dan Legi bersandi angka 5 sehingga totalnya berjumlah 13, yang arti maknanya berbunyi ‘Pusaka Manjing Warangka, yaitu bertemunya kejadian kisah peristiwa dan sejarah yang terpasang kan dengan precisi; antara Angka dan Aksaranya. red.) dan Pas pada Acara Malam Jumat Pahing (Baca: Jumat berangka 6 dan Pahing berangka 9, sehingga jumlahnya 15, yang mengarahkan pada arti dan makna kedalaman jiwa; yaitu sikap dan karakter ‘humility’ yang artinya lembah manah, rendah hati, andap asor, sedangkan kunci 15 dijumlah = 6, 6 enam enemu, Kita menemukan putaran dan pasangan yin yang 69, putaran cakra manggilan, yaitu siklus dharma berputar, dalam putaran ‘nitis dan netes’ ke putra wayah, anak keturunan Kawasan Kerajaan Brawijaya, Kawasan Kerajaan Singhasari dan Kawasan Eyang Buyut Roro Anteng & Joko Seger Gunung Bromo Pasuruan, di singkat TengGer. red.).
Di antara Kawasan Pohon OAK Kayu Lawang Pintu Kastil dengan Kawasan Desa WONOKITRI feat WonoKASTIL, dimana Sandi Sastra KI-TRI, IKI TRI, inilah Tri (3: Tiga); Kawasan Wono Hutan Alas; Lawang KAS Kasunyatane & KAS Pungkasane, RI; Risalah Ilahi, yaitu Kastil Brawijaya, Kastil Singhasari, Kastil TengGer Bromo.
TengGer adalah Tenang Dalam Gerak;
Olahan Bra Wi Ja Ya menjadi Ya Ja Wi Bra, Ya JaWi Bro, berdasarkan kaidah membaca Ho No Co Ro Ko dengan kaidah membaca ber-kebalik-kannya yaitu Kita membacanya menjadi berbunyi; Ko Ro Co No Ho, yang sudah lazim di dalam Tradisi Angka Aksara Sandhi Sastra Budaya Jawa Kuno.
Ketenangan, kerendahan hati, humility dalam Gerak Budaya Orang Jawa Kuno, di buktikan dengan Pernikahan Kawasan Putra Wayah Bromo I Putu Oka Wardhana dan Afifah Putri Kawasan Gen Gen Brawijaya dan Singhasari, yaitu Pasangan Bapak Heri Lento suami isteri.
Diteguhkan dengan Pagelaran Wayang Kulit/Ringgit Purwo Klasik, Ki Dalang Winarno Sabda bersama Jajaran Sanggar Budayanya, yaitu NWB ‘Ngesti Wedharing Budaya’, asal Perumahan Candi Gondang Wetan Kabupaten Pasuruan, dengan Lakon ‘Gatotkaca Wisuda’ dimulai dari Jam 20.00 WIB, dilanjutkan sampai Jam 00.00 WIB, di tengah malam (29-30/1/2026) dengan Pagelaran Wayang Ruwatan Murwokolo Bethara Kala, untuk pasangan orang tua yang anaknya hanya berdua, ‘gendono gendini’ putra-putri berdua saja, yaitu Pasangan Oka Wartana dan I Ketut Widiasih, dengan 2 anaknya yaitu: I Putu Oka Wardhana dan Jessica.
Lakon Ruwatan tersebut membongkar Sandhi Sastra dalam seluruh Lapisanne Badan Tubuh, Jiwa dan Ruh Suci, dari Perwujudan Perjalanan Sang Kama Salah ‘Bathara Kala’ oleh Dalang Kondo Buwono, Titisan Bethara Wisnu, yang sangat gagah, tegas, utuh, anggun dan detail diiringi suara tembang sakral 7 sindennya oleh Ki Dalang Winarno Sabda, di pertigaan waktu sesudah pukul 00.00 WIB tersebut, yaitu bertepatan dengan Jam Waktu Turunnya Daya Panguwasane Gusti Allah Kang Maha Suci.
Kode KASTIL;
KAS adalah KASampurnane Orep Budi Luhur, Til Tol itu adalah Jalan Laku Lampah Skenario Perjalanan Pencarian Pencerahan Hidup Sejati, hingga sampai pada jenjang tahapan; terjadinya Kasampurnane Budi Luhur.
Berbudi luhur adalah Sikap Karakter Hormat dan Respek Menghargai Misteri Daya Hidup yang menghidupi Pikiran, Ucapan, Tindakan Dharma Bakti Suci Mulia dari Jenjang Trah Tumerah Leluhur Bangsa Manusantara Jaya Indonesia Raya, Khususnya leluhur Kita masing-masing, Istimewanya Leluhur Kawasan Brawijaya, Singhasari, dan TengGer Bromo.
Kode KITRI;
KITRI juga berarti Kode Keturunan 3 Periode, Kakek Nenek Bopo Kusnadi Suami Isteri, Bapak Ibu Kandung Oke Wartana – I Ketut Widiasih dengan kedua putra putrinya, ‘gendono gendini’ dan Besannya yaitu Heri Lento Suami Isteri dari Kedua Pasangan Pernikahan yang mengadakan Acara Ruwatan Murwokolo pada Sang Kama Salah; Bethara Kala oleh Ki Dalang Kondo Buwono yaitu Ki Dalang Winarno Sabda NWB Ngesti Wedharing Budaya, beserta Perangkat Wayang & Gamelannya, Para Panjak dan Sindennya lengkap.
Demikianlah sarinya ‘Roso Orep Sejati’ yang Kita dapatkan dari Perjalanan OAK LAWANG HOTEL ke Desa Wonokitri Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur untuk menjadi bahan renungan, evaluasi, penelitian, saresehan, jagong maton, ngopi bareng, sumber inspirasi dan hikmah anugerahNya di balik semua Sasmita. Kode-kode, Angka Aksara Sandhi Sastra yang bertebaran di Kawasan Kantor Kepala Desa Wonokitri Kecamatan Tosari tersebut.
Disarikan dari pembicaraan bersama Pak Heri Lento dari Kawasan Malang Singhasari dan Isterinya dari Kawasan Trowulan Mojokerto, Brawijaya Mojopahit dan Bopo Kusnadi Suami Isteri Kawasan Putro Wayah TengGer Bromo, di antar oleh Aan Choirul Machirin (39 tahun) ASSA Transportation dari Dusun Bandut, Desa Ngembal, Kecamatan Tutur. Pasuruan Jawa Timur. (Red).
Penulis : Mbah Openi (Praktisi Manusia Sastra Budaya Canggih).
