Lawang, Skalainfo.net| Sesudah Kita melakukan Skenario Perjalanan ke Petilasan Eyang Tunggul Ametung Kerajaan Tumapel Singhasari di Kebun Teh, dan Situs Prasasti Ketinden Jaman Bhre Wiro Bumi Kerajaan Brawijaya Majapahit bersama Rekso Aminoto dari Trowulan Mojokerto, untuk menelusuri jejak artefak peninggalan Kerajaan Brawijaya Majapahit dan terhubung dengan Kerajaan Singosari dari dan di seputaran Kawasan Hotel OAK Lawang, liputannya sudah ada dituliskan di berita media skalainfo.net edisi yang terdahulu. Senin, 26/01/2026.
Momentum Hotel OAK Lawang mengukir kembali Sejarah Napak Tilas Skenario Perjalanan Wisata Sejarah dan Wisata Saintifik kali ini, Kita bersama Puguh Sugiarto Irawan, (55 tahun) asal Waru Surabaya, yang sudah pensiun bekerja dari Hotel Tunjungan Surabaya, sekarang kembali berkarya dan berbakti untuk Nusa Bangsa, sesuai pengalaman dan keahliannya, bersama Hotel OAK Lawang, menuju Artefak Candi Lumbung SriSedana, Candi Damar Kencono di Taman Kasuranggan, Kawasan Candi Sumber Awan Singosari.

Untuk itu dari Hotel OAK Lawang Kita perlu menjemput Pak Tondo Budi di Jln Empu Purwo Kawasan Candi Renggo Singosari, lanjut menikmati Kuliner Rujak Cingur Bu Har, (84 tahun) Beliau masih sehat dan memiliki selera makan yang sangat baik, di Warung Rujak Cingur dengan beragam ‘Bothokan’nya yang khas tersebut, sekarang sudah dikelola oleh Putrinya, Bu Ida, Warung Bu Ida ini sudah melegenda di Kawasan Mbiru Singosari.
Sesudah Kita menikmati Rujak Cingur Legend tersebut Kita menuju Kawasan Candi Sumberawan, di depan loket masuknya dan di area kawasan pohon pinus dengan bambunya, ada lokasi parkir yang lebar di Taman Kasuranggan tersebut, yang di dalamnya ada Pendopo dengan Gong besarnya, fasilitas Rumah Inap, 2 Kamar, Sanggar Pamujan. Masuk ke dalam ada 3 buah Candi, yaitu Candi Lumbung Sri Sedana, candi yang sepasang tersebut dan Candi Damar Kencono beserta Simbol Lambang Patung Semar di belakangnya, ada Pohon Beringin yang sudah berumur tua, lambang Pohon tersebut mengarah pada sebutan Lambang Pohon ‘Karang Kadempel’, desa Ki Lurah Semar, lambing-lambang tersebut di dapatkan dari Petunjuk Leluhur, yang diyakini oleh Pengalaman Energi Spiritual spiritual dari Penjaga, Perintis, Perancang Pembangunan dan Pengembangan Taman Kasuranggan tersebut beserta segala isinya serta Aplikasi Teknologi Produk dan Jasa Layangan ‘Wellingness’ nya, yaitu Kebugaran Lahir Batin, Relaksasi, Spa, Terapi Mandi Pelukatan di sana, Yaitu oleh Bunda Tussy Notonegoro sendiri, adaNya.
(Catatan : Saat ada para wisatawan yang membutuhkan penginapan dalam jumlah yang banyak dapat menginap di Hotel OAK Lawang. red.).
Merasakan Hawa Alam Taman Budaya Kasuranggan;
Kita bertiga memasukinya saja, sudah tercium aroma dupa wangi bau kayu gaharu dan kemenyan gaharu, yang di produksi di sana, aura keraton nampak terasa di Area Pendopo Agungnya, dengan Gong Besar tepat di tengah tengahnya, suara burung, gareng dan bau alam di tepi hutan lembah Gunung Arjuno bisa Kita dapati di sana.
Membaca Candi Lumbung SriSedana & Damar Kencono;
Dengan keanggunan dan keramahannya yang terukur, Bunda Tussy Notonegoro sesudah menerima Team Hotel OAK Lawang, memandu dan menjelaskan simbol lambing-lambang di Candi Lumbung Sri Sedana dan Candi Damar Kencono, yang di bawahnya tepat berada di aliran sumber air kawasan Candi Sumberawan yang berlimpah di bawah lantai latar dasar 3 candi tersebut.
Sesudah mendengar paparan Candi di Taman Kasuranggan, beliau menghantar Kita memasuki Gapura menuju Kolam Tirta Empul, Kolam Thirta Wening, yang aliran airnya mengucur dari 4 Kepala Patung Naga dan Satu Dewa, masing masing punya fungsi yaitu untuk terapi kebugaran kesehatan, kederajatan, rejeki, spiritual, & membuka aura yang positip bagi kesehatan badan, pikiran, jiwa dan spirit para wisatawan.
Ritual Spa Keraton Nusantara;
Berdampingan dengan Kolam Energi Spiritual, ada ruang minimalis ala Kraton Nusantara, bernuansa bath up untuk Spa, mandi bunga dan tempat ngobrol berlatar belakang foto-foto Jejeran Putri Kedaton Tari Bedoyo, melengkapi suasana aura Keraton Nusantara di bilik ruang tersebut.
Mencicipi dan Menikmati Rasa Cabe Udang Ebi Kering;
Kalok ada Candi Lumbungnya, ya ada ruang dapur teknologinya beserta Tempat Olah Hasil Pertaniannya selain Ruang Pembuatan Dupa Aroma Gaharu Kendedes Singhasari. “Kepedulian dan ejawantah dari Budaya Lumbung Nusantara seyogyanya di praktekkan di laboratorium dapur Candinya begitu tegas lugas,” Bunda Tussy Notonegoro.
Ngobrol Budaya Peradaban Singosari Nusantara;
Nah, yang paling seru, sambil minum Kopi Singosari Lereng Gunung Arjuno, ngepulnya udut rokok, Kita ngobrol perihal Taman Herbal Keraton Nusantara, ruh energi spiritual, dan peluang Kita bekerjasama secara holistik terpadu, bertahap dan berjenjang di perjumpaan Kita selanjutnya. (Red/Guntur).
Penulis : Mbah Openi (Sastra Wisata Sejarah & Wisata Saintifik).
