Tangsel, Skalainfo.net| Pada Historia The Series Part-8 ini terinspirasi pada bahasan dalam Historia The Series Part 7 yang lalu, kita juga membahas tentang seni yang lebih khususnya adalah seni music, namun saat ini kita akan menginisiasi fokus pengamatan dan analisis verbal mengenai Seni dalam pangalaman Nara Sumber kita yaitu Bung Dick Doang (Raden Rizki Mulyawan) yang terkenal dengan gerakan pendalaman dunia seni dan spiritual sufiisme menuju seni berbudaya serta beragama dengan bentuk abstrak namun jelas penerapannya dalam norma dan tatanan kehidupan serta spiritualitas sufisme berbudaya juga beragama. Minggu, 25/01/2026.
Seni telah lama menjadi salahsatu cara manusia untuk mencari makna dan tujuan hidup namun narasi ini banyak dibantah oleh orang-orang yang belum bisa memahaminya. Dalam era modern ini, seni masih menjadi salahsatu bentuk ekspresi spiritual yang paling efektif mengejawantahkan ekspektasi diri menjadi sikap kehidupan sehari-hari juga bertindak laku dengan makhluk hidup di manapun kita berada.

Pada diskusi NGONSEB (Ngobrol Santai Seni Budaya) /Historia The Series Part-8, kali ini dengan mendatangkan seorang budayawan tokoh kondang, Syech Dick Doang atau yang akrab dipanggil Om Gan sebagai musisi serta penggagas Kandang Jurang Doank, menyampaikan peran seni dalam diri sendiri akan membawa tujuan atau pencapaian dalam kehidupan.
Seni sebagai Pencarian Spiritual;
Seni dapat menjadi kanal dalam pencarian spiritual karena dapat membantu manusia untuk:
– Menghubungkan diri dengan alam semesta.
– Mencari makna dan tujuan hidup.
– Mengungkapkan emosi dan perasaan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.
– Menciptakan rasa kedamaian dan ketenangan.
Seni adalah salahsatu cara untuk mencari spiritualitas dan menghubungkan diri dengan alam semesta beserta isinya, setiap manusia juga makhluk hidup pasti melaluinya namun kepekaan menyadari itu yang masih belum seiya-sekata mengekspresikan serta menjalaninya. “Gue berharap seni dapat terus menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi manusia, ujar Syech Dick Doang.
Tambi Historia Tangsel sebagai saksi penyelenggaraan Historia The Series Part-8 dengan topik bahasan yang diatas, dipandu oleh Buya Suhalimi Ismedi mendiskripsikan pandangan masyarakat selama ini kepada Bung Syech Dick Doang (Om Gan) dalam mewujudkan pemahaman dan merefleksikan pemahaman pencarian kebenaran itu melalui seni, katanya.
Bung Eka juga menarasikan beberapa hal penting dan menanyakan hal-hal umum yang sering menjadi pertanyaan dan pembenaran seni dalam konteks spiritualisme serta menggaris bawahi bagaimana OmGan bisa menjadi konsistensi serta semangat meyelami spiritual mental seperti itu, tanya Bung Eka.
OmGan menjawab, sambil berjalan menunjukkan kepada semua tokoh dan anggota Historia yang hadir mengenai bagaimana dia membangun kesiapan mental serta menjaga semangat konsistensi bersikap, perilaku sebagai seniman yang mencari kebenaran spiritual dari seni itu baik melalui musik dan karya lukis juga lainnya.
Hal ini memberikan pemahaman kepada semuanya bahwa derajat pemahaman itu sesuai keinginan untuk mendalami serta mengerti secara utuh semua unsur kesadaran emosional juga kesabaran spiritual sebagai manusia berbudaya juga beragama, jelasnya.
Penegasan kejadian harian, menuju kesadaran emosional juga kesadaran spiritual menjadi garis tebal dalam kehidupan, yang di paparkan oleh Ketua Umum Yayasan Historia Tangsel Bung Agam. Ia menjelaskan beberapa hal menarik dan pelajaran penting dalam sosialisasi spiritualisme menuju kebenaran yang kontekstual serta selalu, sesuai dengan jaman menyeimbangkan rasa juga perilaku, ucap Bung Agam dan menceritakan pengalamannya.
Menjadi suara kebenaran ilahiah dalam diri setiap makhluk hidup jika mereka mampu mencari dan memahami juga mendorong dirinya, mereka menuju kesadaran emosional juga kesadaran spiritual, sehingga tidak ada lagi kesombongan dan juga perilaku tidak baik dalam sosial kemasyarakatan, pungkasnya. (Red/Alfi).
