Tangsel, Skalainfo.net| Musik telah menjadi salah satu bentuk ekspresi jiwa yang paling populer dan efektif dalam menyampaikan emosi dan perasaan. Dalam rangka menyemangati masyarakat kota Tangerang Selatan yang senang bermusik, Historia The Series part 7, kali ini ingin menyajikan narasumber yang kece dan inspiratif bagi pemusik-pemusik kita di Kota Tangerang Selatan, bahkan nasional juga internasional. Dalam hal tersebut, Historia Tangsel ingin membahas tentang bagaimana musik dapat menjadi media ekspresi jiwa dalam berkarya. Minggu, 18/01/2026.

Musik sebagai Bahasa Universal;

Musik adalah bahasa universal yang dapat dipahami oleh semua orang, tanpa memandang bahasa, budaya, atau latar belakang. Musik dapat menyampaikan emosi dan perasaan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Ekspresi Jiwa dalam Musik;

Musik dapat menjadi media ekspresi jiwa yang efektif karena dapat menyampaikan emosi dan perasaan yang paling dalam. Musik dapat menjadi cara untuk mengungkapkan kegembiraan, kesedihan, cinta, atau bahkan kemarahan.

Karya Musik sebagai Refleksi Jiwa;

Karya musik dapat menjadi refleksi jiwa yang paling dalam. Musik dapat menjadi cara untuk mengungkapkan apa yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Musik dapat menjadi cara untuk membebaskan diri dari tekanan dan stres.

Diskusi hangat itu semakin menarik untuk di perbincangkan sehingga salahsatu founder dan sekaligus Ketua Yayasan Historia Tangsel Bung Agam Pamungkas Lubah membuka narasi eksentrik tentang bagaimana sejarahnya.

Kemudian disela-sela diskusi hangat itu, Kak Endah N Resha tertarik ingin membuat suatu karya yang menarik yaitu tentang PULANG PAMULANG, nah itu ada apa saja behind story dari keputusan Kak Endah N Resya kembali ke Pamulang dan bermusik serta membuat karya musik yang menginspirasi, jelasnya.

Banyak pemerhati musik kita di Kota Tangerang Selatan ini, juga Bung Agam berharap musik dapat terus menjadi media ekspresi jiwa yang efektif dalam berkarya, ujarnya kepada pemerhati musik dan anggota Historia Tangsel yang hadir membersamai.

Ketua Historia Bung Agam menambahkan, “Musik adalah bahasa jiwa yang dapat menyampaikan emosi dan perasaan yang paling dalam”.

Kak Endah memaparkan lagi bahwa keinginan kuat untuk membuat lagu “Pulang Pamulang” selain dikarenakan dorongan suami yang notabene dari kecil sudah di Pamulang juga serta melihat potensi Pamulang bahkan kota Tangerang Selatan untuk diceritakan melalui narasi-narasi indah dalam balutan lagu, juga keinginan kuat sebagai seniman musik untuk menyajikan sebuah atau beberapa karya lagu untuk kota Tangerang Selatan, agar lebih bisa bercerita di tingkat regional bahkan  nasional, ungkap Kak Endah sambil tersenyum semangat.

Selanjutnya Bung Ilham selain mewakili Historia juga memberikan pemahaman kepada semua yang hadir khususnya kepada kak Endah bahwa pemerintah kota Tangerang Selatan akan selalu berusaha hadir di semua lini, serba-serbi, cerita perkembangan dan denyut kemajuan kota Tangerang Selatan, termasuk di dalam dunia seni musik, yang berdenyut naik turun di kota Tangerang Selatan ini, paparnya sebagai masyarakat dan unsur pemerintahan Kota Tangerang Selatan kepada audiens.

Mpok murni, Mpok Novi, juga Bung Eka memiliki kemiripan dalam menyajikan suatu pertanyaan dan komentar dari problematik dunia musik dan perkembangannya di kota Tangerang Selatan yang sulit berkembang pesat, sehingga perlu tokoh-tokoh seperti Kak Endah N Resha untuk membantu menjaga api semangat dari pemerhati musik, penggiat musik, juga pemuda-pemudi Kota Tangerang Selatan. Membuat silaturahmi antar pemusik kota Tangerang Selatan sehingga bertukar informasi dan saling memotivasi untuk kedepannya musik kota Tangerang Selatan lebih mewarnai kegiatan kita di Kota Tangerang Selatan, tuturnya.

Kak Endah N Resha sangat memahami dan tertarik terhadap narasi konstruktif dari Daeng Rahmat yang mengharapkan adanya wadah dan waktu khusus untuk kak Endah N Resha menceritakan behind story dari karya musik mereka, karena pemilihan diksi yang menjadi narasi cerita musikal yang menarik untuk  disampaikan kepada seluruh masyarakat kota Tangerang Selatan.

Daeng Rahmat mengusulkan adanya peran aktif pemerintah atau OPD terkait hal tersebut agar terealisasi dan prospektif untuk dijadikan media promosi kota Tangerang Selatan melalui lagu dan mungkin bisa ditampilkan di beberapa tempat yang memiliki media publikasi Videotron, plasma, memutar itu memberikan informasi melalui lagu bahkan mungkin membuat satu momen khusus untuk kongser tunggal kepada pemusik-pemusik seperti Endah N Resha ini, ujar Daeng Rahmat menyemangati dan juga mengusulkan Perwal bagi usaha-usaha hiburan untuk membuat event khusus minimal setahun sekali dalam mengapresiasi para pemusik seperti Endah N Resha ini.

Tangerang Selatan adalah kota majemuk yang menampung berbagai macam suku dan model masyarakat Indonesia yang membawa kebudayaan mereka di kota Tangerang Selatan, sehingga butuh jiwa seni musikal para pemusik kota Tangerang Selatan dalam merajutnya menjadi produk musik yang bisa menjadi cerita-cerita menarik serta inspiratif buat masyarakat kota Tangerang Selatan.

Bahkan bagi mereka yang berada diluar Kota Tangsel ini, semoga tetap menyala api semangatnya untuk membangun serta  menjaga denyut musikalitas masyarakat kota Tangerang Selatan tetap menyala, pungkasnya. (Red/Alfi).

By Admin

-+=