Lawang, Skalainfo.net| Kita mendapat kiriman WA dari Pak Otto Owner LAWANG OAK (9/1/2026), sebagai berikut : Bacaan: MAZMUR 19:1-7 – Setahun: Kejadian 30-31.

Mengagumi Alam Semesta; Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya. (Mazmur 19:1).

Banyak orang berwisata untuk melihat matahari terbit di Gunung Bromo. Mereka tidak memedulikan jarak yang jauh dari tempat tinggal mereka. Lalu naik mobil sewaan yang sering tidak nyaman buat penumpang. Cuaca dingin diantisipasi dengan membawa jaket tebal, syal, sarung tangan, kaos kaki tebal, dan sepatu. Tak lupa membawa pula masker untuk menghadapi debu yang terbawa oleh embusan angin dingin. Pengorbanan itu kecil artinya dibanding saat melihat pemandangan alam yang luar biasa indah di sana. Sabtu, 10/01/2026.

Bagi pemazmur, alam semesta berkisah tentang karya Allah yang luar biasa tanpa kata-kata. Langit dan cakrawala memberitakan tentang karya Tuhan. Pengetahuan juga disampaikan oleh malam hari. Matahari digambarkan bagaikan pengantin laki-laki yang bersukacita, juga pahlawan yang gagah berani. Tidak ada yang terbebas dari panas teriknya. Gambaran ini memberi kita pengetahuan yang sama sekali bertentangan dengan teori modern tentang asal mula alam semesta, dan juga teori evolusi. Tidaklah mungkin bintang dan planet yang tidak terhitung jumlahnya ini tiba-tiba muncul dengan sendirinya. Keragaman hayati juga terjadi lewat penciptaan Allah yang tidak ada habisnya diselidiki oleh para ahli.

Jika kita dapat menikmati alam semesta setiap hari, niscaya kita akan mengagumi Allah pencipta segala sesuatu. Kita akan turut memelihara dan tidak mencemari lingkungan kita. Kita perlu turut mendorong agar masyarakat sekitar juga untuk melakukan yang sama.

“KETIKA MENYAKSIKAN ALAM SEMESTA YANG LUAR BIASA, KITA PERLU MENGINGAT AKAN TUHAN SANG PENCIPTA, MARI MEMULIAKAN-NYA MELALUI PEMELIHARAAN LINGKUNGAN KITA”.

Inilah Komitmen Pak Otto Owner LAWANG OAK.

LaWang LuWang LuWung Pertama: LaWang LuWang; arti makna sastraNya adalah: ‘Lungguhne WANGsulan Tur WANGsalanipun’; yang terjemahan Indonesia adalah letak kedudukan pertanyaan_pernyataannya dengan jawaban tanggapannya; kehendak dan tanggung jawabnya; kesempatan peluang situasi kondisi jaman dan lapisan jenjang tahapan respon rasa kesadaran diri solusinya, saat Kita di isolasi oleh himpitan tekanan permasalahan jatah Krama Jaman WaktuNya; Komitmen dan upaya kesungguhan manifestasinya.

Sedangkan LuWung adalah “Lungguhe Wungkasanipun,” yaitu Wujud Pamungkasane dari Visi Misi Komitmen OAK LAWANG.

LaWang LuWang LuWung Kedua: LaWang Pintu Masuk Ke Kecamatan Lawang, Kita dari Arah Surabaya Lawang, melewati Purwosari terus Purwodadi, diantara Kita sudah terlindungi sosok bayangan Alam, Gunung Arjuno, Bukit Gunung Medon di sebelah sisi kanan jalan raya propinsi Surabaya Malang, turun jembatan layang, disebut area Tawangsari, sedang Kita berjumpa Kawasan Kebon Raya Purwodadi, Hutan Baong dan Bukit Pegunungan Pawon Sewu di sebelah sisi timur badan jalan.

LaWang LuWang LuWung Ketiga: Pintu Masuk LaWang lewat Jembatan Layang Kecamatan Lawang, Dari area Tawangsari, Kita bakal menemui Pasar Tradisional Kecamatan Lawang dengan segala macam oleh-oleh, kuliner, buah-buahan, sayuran, depot, warung, bedak kios bunga untuk acara ritual spiritual beserta Cok Bakalnya, beragam dupa menyan di sana, yang melambangkan denyut nadi  aktivitas masyarakat, yang bekerja bersama dengan alam!

Hebatnya Pasar Tradisional Kecamatan Lawang ini, dimana Kecamatan ini memiliki 10 desa & 2 kelurahan di bawah kepemimpinannya, dapat terkelola dengan beroperasi hingga 24 Jam, dengan pergantian Jadwal Penjual yang tertata dengan disiplin sesuai Jam Pergantiannya.

LaWang LuWang LuWung Keempat: Kita memasuki belokan kanan menuju arah Kebon Teh Kecamatan Lawang, bakal menemukan Mandala Arsitektur Sipil dari struktur aktivitas keseharian Masyakat Kecamatan Lawang, yang terkait dengan derajat kecerdasan kearifan lokal mereka, dalam menata kelola lahan, sumber daya alam, dan kinerja sumber daya manusianya dengan kejelian mata antropologi sosiologi eco & ecco culture toursm Kita.

LaWang LuWang LuWung Kelima: Kita memasuki tikungan mendaki belokan kanan dari sudut depan Gerbang Perumahan Angkatan Laut, sekitar 700 meter belokan ke kanan, Kita bakal menemukan Logo LAWANG OAK, di sanalah Kita, menemukan tatanan garapan dan proses pembangunannya dari perubahan penyempurnaan dari take over dahulunya yang adalah Hotel Buah Naga, sekarang sudah menjadi OAK LAWANG, untuk mengejawantahkan dan mewujudkan komitmen Pak Otto, fotonya alenia kedua diatas. (Red).

Penulis : Mbah Openi (Pelaku & Penggagas EccoCultureToursm)

By Admin

-+=