Tangsel, Skalainfo.net| Hasil rapat pleno Kamar Dagang dan Industri Kota Tangsel hari ini ditunda, melalui sidang dan dengar pendapat akhirnya panitia pelaksana menunda sidang rapat pleno dengan waktu yang belum ditentukan. Sementara, para pengusaha berharap agar rapat pleno itu dilakukan secara professional tidak ada pesanan maupun keberpihakan terutama tim panitia pelaksana sejatinya lebih mengedepankan azas transparasi publik sehingga tidak terjadi deklok serta penggelembungan suara terhadap salahsatu kandidat. Para pengusaha merasa kecewa atas penundaan waktu pada rapat pleno KADIN Kota Tangsel ketika menentukan pilihannya.

Mukota IV KADIN Kota Tangsel adalah para pengusaha yang memiliki bisnis intelektual berintegritas pada masing-masing bidang usaha, untuk sebuah pembangun dan perkembangan serta kemajuan suatu daerah/kota.

Pada musyawarak kota ke-4 kamar dagang dan industri Kota Tangsel menunjukkan, sangat lemahnya tata tertib yang dilaksanakan oleh tim panitia pelaksana, dan sesungguhnya pada pelaksanaan itu sudah diberikan kesiapan anggaran Rp. 1,2 milyar oleh kedua kandidat yang berlaga untuk menjadi calon KADIN Tangsel.

Pemilihan untuk ketua KADIN Tangsel bukan mencari siapa yang tangguh atau punya massa terbanyak diluar sana. Namun, pemilihan itu adalah bagi mereka yang sudah tercantum namanya dalam organisasi KADIN itu sendiri, apapun yang mereka perbuat dalam pemilihan itu adalah suatu demokrasi yang sah, sekali lagi bahwa mereka yang ada dalam organisasi KADIN Tangsel itu adalah para pengusaha yang berintegritas.

Pelaksanaan Mukota IV KADIN Tangsel memiliki juklak atau regulasi hukum yang dinaungi oleh Undang-Undang Nomor: 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri. Mekanisme ditempuh merujuk pada Steering Committee (SC) serta pengawalan sidang dibantu oleh Oragnisasi Committee (OC). Sangat naif, bila terjadi deklok, pernyataan tim panitia sebut penundaan sidang dan akan dilanjut dengan waktu yang belum bisa ditentukan.

Ketua LSM Perkota Andi Nawawi menyebutkan, tim panitia pelaksana MUKOTA IV KADIN TANGSEL tidak prosfesional melaksanakan tugasnya. Kejadian ini adalah aib dan sangat memalukan akibat keteledoran para tim panitia pelaksana rapat pleno tersebut. Patut diduga ada keberpihakan panitia terhadap salahsatu calon sehingga menimbulkan asumsi negative bagi para pengusaha di Kota Tangsel ini, jelasnya.

Mukota IV KADIN Tangsel ini bukan pemilihan ormas atau partai politik, KADIN adalah kumpulan para pengusaha berkelas executive, jadi lanjutnya, dapat dibedakan antara kepentingan umum dengan kepentingan pihak tertentu. Rapat pleno KADIN Tangsel yang berujung deklok atas tidak profesionalnya para tim panitia yang menimbulkan pemikiran negative bagi para pengusaha dan merasa sangat kecewa. Termasuk saya sendiri juga sangat kecewa atas putusan panitia yang menunda waktu sidang dan akan dilanjutkan beberapa hari kedpan namun tidak memberi kepastian kepada kami sebagai anggota KADIN Tangsel yang ikut berkompetisi dalam pemilih pada sidang rapat pleno tersebut, terangnya.

Pelaksanaan Mukota IV KADIN Tangsel itu semestinya ditempat yang bonavit, contohnya di Hotel yang berkelas, untuk para anggota KADIN yang mengikuti sidang melalui registrasi yang lengkap pada pintu masuk area sidang dan sudah lengkap dengan dua unit computer sesuai barcode. Untuk keamanan bisa kita minta bantuan kepada pihak APH dan TNI sebagai keamanan berlapis. Sehingga netralisasi para tim panitia juga dapat terkendali, dan para pengusaha juga bebas untuk menetukan pilihan sesuai regulasi yang berlaku, katanya.

Apakah para pengusaha Tangsel disebut tidak mampu untuk menyewa Hotel sebagai tempat ruang rapat pleno KADIN? Lanjutnya.

Sedangkan anggaran yang dikeluarkan oleh kedua kandidat saja sebanyak Rp. 1,2 milyar! dapat dikalkulasi sejauh mana pengeluarannya bila rapat pleno di suatu Hotel yang layak sebagai para pengusaha untuk menentukan pilihan (netral) di tempat yang nyaman. Sudah dipastikan tidak akan terjadi deklok suara pada rapat pleno KADIN Tangsel apabila pelaksanaan itu Hotel yang berkelas di Kota Tangsel. Tidak seperti terjadi kemarin di gedung Kodiklat TNI Serpong itu, pungkasnya. (Red/Boye).

By Admin

-+=