Oleh: Brilianto S
Jakarta, Skalainfo.net| Mungkin akan muncul pertanyaan saat membaca judul opini diatas, tapi kenyataannya aktifitas arus mudik dan arus balik saat lebaran selalu menjadi ‘panggung’ bagi para pejabat mulai tingkat pusat sampai pejabat tingkat daerah.
Tradisi mudik dan balik masyarakat yang pulang ke kampung halaman sudah berjalan dari tahun ke tahun, yang membedakan hanya satu yaitu bertambahnya jumlah penduduk yang melakukan aktifitas tersebut, sehingga diperlukan koordinasi dari pusat hingga daerah yang terintegrasi dan terkendali dalam pusat kendali operasi.
Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto pernah menyampaikan agar seluruh jajaran pemerintah pusat sampai ke daerah untuk mengurangi kegiatan seremonial, untuk memperketat penggunaan anggaran negara yang sudah defisit.
Tapi kenyataannya, sering para pejabat utama setingkat menteri, gubernur sampai bupati dan walikota bahkan kapolri mengadakan kegiatan seremonial yang seharusnya tidak perlu dilakukan. H-7 sampai H+7, sehingga menjadi ‘panggung’ pejabat pusat sampai daerah untuk menunjukkan perhatian serius kepada rakyat yang sedang mudik dan balik ke kampung halaman mereka.
Mulai dari menyiapkan tempat kunjungan pejabat sekelas VIP sampai menyiapkan armada udara seperti helicopter untuk membawa pejabat polri sampai setingkat gubernur untuk memantau langsung lalin dari atas udara. ‘sangat luar biasa’!!!
Liputan media akan menyiarkan ‘panggung’ kepada masyarakat yang sebenarnya tidak membutuhkan seremonial seperti itu, karena bagi para pemudik pengguna moda transportasi adalah murah harga tiket, kenyamanan dan keamanan perjalanan, karena itu hak rakyat yang sudah membayar pajak untuk mendapatkan kan pelayanan prima dari negara.
Arus Mudik dan arus balik lebaran bukanlah ‘panggung’ pejabat untuk menunjukkan perhatian kepada rakyat, intinya sejauh mana keberpihakan pemerintah memudahkan rakyatnya untuk pulang ke kampung halaman dan kembali lagi ke perantauan dengan murah, nyaman dan aman.
Demikian sekilas pandangan saya sebagai rakyat yang selalu memantau di social media, radio dan televisi, perkembangan arus mudik dan arus balik lebaran dari tahun ketahun. Namun kemajuan atas pengalaman tahun-tahun yang lalu belum menjadi perkembangan yang signifikan pada tahun 2025 ini. (Red).
