Jakarta, Skalainfo.net| “Setiap anak pada dasarnya cerdas dan kreatif. Hormati hak-hak mereka untuk tumbuh dan berkembang!” salahsatu pesan penting dari Prof. DR. SETO MULYADI, Psi., M.Si atau yang lebih akrab dan sering dipanggil dengan “KAK SETO”.

Berbicara mengenai dunia anak Indonesia, kita pasti akan teringat pada tokoh satu ini yang mengabdikan diri serta ilmu beliau untuk perlindungan dan perjuangan hak-hak anak. Kecintaannya pada anak-anak dibuktikan dengan berbagai penelitian tentang anak-anak ditinjau dari disiplin ilmu psikologi, dengan berbagai karya yang tertuang dalam tulisan yang dikemas dalam bentuk buku-buku yang sudah diterbitkan untuk menjadi referensi orang tua, pendidik serta kalangan akademisi untuk mengetahui dunia anak-anak tersebut, dengan beberapa judul buku antara lain “Kiat Menghadapi Anak Kembar (1996),” “Anakku, Sahabatku Dan Guruku (1997),” “Bermain Itu Penting (1997)” dan “Bermain Dan Kreativitas (2004)”.

55 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 4 April 1970 pukul 4 sore, KAK SETO ‘masuk’ dalam dunia anak, dimana kesempatan luar biasa ini diberikan oleh Pak Kasur dan Bu Kasur kepada beliau yang akhirnya menjadi kecintaan dan pengabdian KAK SETO sampai hari ini. Panggilan ‘KAK SETO’ itu diucapkan pertama kali oleh Pak Kasur saat memperkenalkan Kak SETO kepada anak-anak yang akan diasuh sore hari itu di Situ Lembang, 4 April 1970 yang menjadi hari pertama beliau mengajar.

Bersyukur kami, media Skalainfo.net mendapatkan kesempatan berharga untuk mewawancarai KAK SETO di Situ Lembang tepat pada ‘55 tahun perjuangan dan pengabdian yang tak pernah pupus untuk anak-anak Indonesia pada hari ini,’ Jum’at 4 April 2025.

“Pak Kasur dan Bu Kasur sangat berjasa dalam membentuk saya untuk konsisten dalam mengabdi bagi anak-anak Indonesia sampai 55 tahun ini. Yang pada awalnya saya ingin kuliah di Fakultas Kedokteran, namun atas saran Pak Kasur akhirnya saya memilih kuliah di jurusan Psikolog Universitas Indonesia, dari sanalah saya menemukan passion dalam pendidikan anak-anak,” papar KAK SETO kepada awak media Skalainfo.net sore tadi saat melakukan sesi wawancara dengan para awak media.

Tampak hadir putra dan putri almarhum Pak Kasur dan almarhumah Bu Kasur antara lain Mbak Nining, Kak Pras, & Kak Toto, dari 5 (lima) putra putri beliau, Kak Sur dan Mas Bono sudah tutup usia. Juga turut hadir Guru-guru dan anak didik TK Mini yang berada di Jalan Cikini II, yang ikut memeriahkan acara gembira bersama KAK SETO sore tadi.

“Sejujurnya kami berlima tidak ada yang berlatar belakang pendidikan anak usia dini, tapi almarhum Pak Kasur sempat menyampaikan pesan kepada saya untuk meneruskan pendidikan TK Mini ini dan alhamdulillah saat ini sudah memiliki 4 (empat) TK Mini yang tersebar di Jabotabek,“ ujar Kak Prasodjo, anak ke 4 Pak Kasur dan Bu Kasur saat diwawancarai oleh awak media ini.

Mengingat Pak Kasur dan Bu Kasur, akan teringat beberapa lagu ciptaan beliau berdua, salah satunya “Lihat Kebunku,” yang sampai saat ini lagu tersebut masih menjadi salah satu lagu yang sering dinyanyikan saat Guru-guru TK mengajar di kelas. Lirik lagu yang mudah diingat dengan iringan musik yang gembira, menggambarkan bahwa setiap karya lagu yang diciptakan oleh Pak Kasur dan Bu Kasur bertujuan untuk memberikan pendidikan sekaligus keceriaan kepada anak-anak peserta didik beliau di TK Mini.

Momen 55 tahun KAK SETO di Taman Situ Lembang sore tadi, divisualisasikan kembali sesuai dengan saat Pak Kasur memperkenalkan ‘KAK SETO’ kepada anak-anak pada tanggal 4 April 1970 pukul 4 sore, dimana tokoh Pak Kasur diperankan oleh putra ke 4 (empat) beliau yaitu Kak Prasodjo. Siapapun yang menyaksikan momen itu akan dapat membayangkan bagaimana Pak Kasur dan KAK SETO berinteraksi dengan anak-anak didik TK Mini saat itu.

Bagi KAK SETO, dunia anak adalah bermain.

“Gembira merupakan dasar pendidikan bagi anak-anak, bermain menjadi media untuk mendidik dengan gembira tanpa paksaan,” ujar KAK SETO diakhir wawancara dalam rangka ’55 tahun pengabdian KAK SETO di dunia anak Indonesia’.

Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia yang juga dosen KAK SETO, dalam kata pengantarnya pada buku ‘40 tahun pengabdian KAK SETO di dunia anak-anak’ menyampaikan ‘rahasia sukses Seto yaitu ketekunan dan dedikasinya,’ hal itulah yang sampai hari ini kita semua dapat melihat bahwa KAK SETO tetap berada di garda depan untuk berjuang dan mengabdi dengan melindungi dan mengakomodir anak-anak Indonesia dalam pemenuhan hak-hak mereka.

KAK SETO tetap menjadi barometer untuk bagaimana kita sebagai orang dewasa dapat memberikan ruang bagi anak-anak untuk tumbuh dengan gembira, baik dan wajar, walau usia beliau memasuki 74 tahun dan sudah layak dipanggil ‘KEK SETO,’ karena sudah juga dikaruniai 4 orang cucu, tetap saja keluarga dan semua orang akan memanggilnya dengan panggilan ‘KAK SETO’.

Diakhir wawancara awak media ini bersama KAK SETO, dengan mewakili anak-anak Indonesia turut menyampaikan, ‘Matursuwun sanget’ untuk konsisten serta cinta yang sudah diberikan selama 55 tahun ini, sehat selalu dan tetap menginspirasi bagi anak negeri ini. (Red/Billy).

By Admin

-+=