Tangsel, Skalainfo.net| Di era serba digitalisasi seperti saat ini, tidak mudah untuk mencari seni budaya tradisional yang masih orizinal, karena mayoritas kebudayaan kita sudah sedikit terpengaruh dengan budaya luar yang lebih mengedepankan modernisasi. Tidak banyak yang peduli terhadap akar budaya dan kearifan lokal dalam upaya melestarikannya, malah seringnya dianggap ketinggalan zaman.

Bangsa Indonesia ini terdiri dari beberapa suku dan adat istiadat, itu yang membuat kita berbeda dengan bangsa lain dan keanekaragaman budaya itu membuat ketertarikan wisatawan internasional untuk berwisata ke Indonesia. Sabtu, 15/03/2025.

“Salahsatu budaya Indonesia yang sampai saat ini masih ada di Banten yaitu Seni Budaya Debus dan Pencak Silat, yang dijaga dan dilestarikan oleh Perguruan Paku Banten sejak tahun 1980”.

foto exclusive skalainfo

Saat ini Pencak Silat menjadi salahsatu cabang olah raga yang resmi dipertandingkan dalam event olah raga tingkat internasional, hal itu berkat usaha keras para Guru dan Pendekar Perguruan Pencak Silat yang tumbuh pesat, terutama di Banten. Salahsatu perguruan pencak silat yang juga pelestari budaya Banten yaitu Perguruan Paku Banten, yang bertujuan untuk mewariskan seni budaya Islam dan seni silat.

Di dalam bulan Ramadan 1446 H kali ini para pengurus dan anggota yang mayoritas para Pendekar Perguruan Paku Banten Dewan Pimpinan Cabang Tangerang Selatan yang berdiri sejak tahun 2017, menyelenggarakan acara berbuka puasa bersama di kantor sekretariat Jalan Palm Raja 1 Blok BG No. 17, RT.003/RW.011, Rawa Buntu, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310.

“Setiap tahun kami mengadakan acara buka puasa bersama, termasuk di PAC Paku Banten yang tersebar di 7 Kecamatan dan 54 Kelurahan di Tangerang Selatan dengan jumlah anggota lebih dari 1.000 anggota. Kami membawa marwah Paku Banten terutama kegiatan kemasyarakatan serta budaya kesenian seperti debus, juga dalam bidang sosial yang kami lakukan seperti donor darah dan santunan yatim.

Ke depan kami ingin lebih baik lagi serta dapat membantu masyarakat Tangsel dan bersinergi dengan aparatur pemerintahan setempat dan dalam waktu dekat akan diadakan program untuk UMKM di Tangsel,” demikian pernyataan Maulana Yusuf selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang Perguruan Paku Banten Tangerang Selatan kepada awak media ini.

Keaggotaan Paku Banten bukan saja berasal dari daerah Banten saja, tetapi semua suku bangsa di tanah air dengan tujuan untuk mempersatukan dan memperkuat persaudaraan demi Negara Kesatuan Republik Indonesia, tambahnya.

Acara buka bersama tadi dihadiri oleh hampir seluruh pengurus dan anggota Perguruan Paku Banten se-Tangerang Selatan, tampak sekali persaudaraan yang terjalin antar anggota merepresentasikan kuatnya kekerabatan di dalam organisasi pelestari budaya Banten ini.

“Sebagai Dewan Guru di DPC Tangsel, saya sudah masuk sejak tahun 2015 yang saat itu masih ada alm Tb. Ismet Al Abbas yang menunjuk saya di bidang seni budaya, yang mengangkat semua seni budaya yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika dan tujuan buka bersama hari ini untuk meningkatkan silaturahmi. Untuk saat ini dibawah pimpinan Maulana Yusuf, akan mengangkat seni budaya dan sosial. Saat ini hadir dari beberapa padepokan silat untuk bersama melestarikan seni budaya. Insya Allah pada bulan Mei nanti akan diselenggarakan Milad Paku Banten dengan menyelenggarakan Gebyar Budaya di Tangsel,” ujar Joko Agus Bintoro yang akrab dipanggil ‘Babe Agus’ sebagai Dewan Guru DPC Perguruan Paku Banten Tangsel.

Terakhir beliau berpesan, Paku Banten ini sebuah sejarah oleh karena itu jangan sampai punah atas apa yang sudah dibangun oleh Sultan Ageng Tirtayasa dan yang terpenting bahwa Paku Banten bukan ormas, tetapi paguron (lembaga atau tempat belajar pencak silat) yang bertujuan untuk melestarikan budaya, pungkasnya. (Red/Billy).

By Admin

-+=