Bau-bau, Skalainfo.net| Disinyalir oknum polisi sektor Bungi kota Bau-bau – Sultra, mengintimidasi pemilik tambang pasir laut Adat Kesultanan Buton dengan dalil tidak memiliki surat izin. Sedangkan pemilik tambang tersebut sudah menjelaskan bahwa tambang pasir laut itu sudah mendapatkan izin dari Kesultanan Buton sesuai data otentik kepemilikan dan wilayah dalam lingkup Kesultanan Buton. Minggu, 19/11/2023.

Sesuai video dan rekaman suara yang dikirim oleh kontributor skalainfo.net Buton kepada redaksi memperlihatkan perseteruan antara aparat hukum kepolisian dengan pengurus tambang pasir laut dari pejabat Kesultanan Buton yang saling mempertahankan legitimacy sebagai penegak panji keamanan masyarakat.

Alas hak warga Bungi menambang pasir laut sebagai kontribusi dan pemberdayaan masyarakat mengurangi tingkat pengangguran serta bagian dari tanah Kesultanan Buton yang dikelola rakyatnya sendiri demi kemakmuran anak negeri kepulauan Buton.

Keberadaan pihak kepolisian Bungi ditempat kejadian perkara menambah kisruh suasana, yel-yel-yel warga kepada polisi sehingga membuat berang dari beberapa polisi yang berjaga-jaga dilokasi.

Ironisnya, ketika pemangku pejabat Kesultanan meninggalkan lokasi beberapa peralatan tambang pasir laut Adat Kesultanan Buton diangkut oleh pihak kepolisian alih-alih diamankan sementara di Polres Bau-bau Sulawesi Tenggara.

Saat pengangkutan alat pertambangan tersebut, pekerja tambang mencoba mengabadikan foto namun dilarang oleh pihak kepolisian sehingga warga takut atas larangan polisi itu dan membiarkan alat tambang mereka diangkut oleh kepolisian.

Kontributor skalainfo.net mencoba untuk mengkonfirmasi atas kejadian itu kepada pekerja tambang pasir laut yang Namanya kami (rahasiakan) mengatakan, kami hanya pasrah pak, kami tidak mampu menahan dan melarang polisi-polisi itu agar jangan diangkut peralatan kami ini. Kami melihat polisinya itu sangat garang-garang pak, ada juga hanya pakai celana pendek saat negoisasi dengan pejabat Kesultanan Buton dan ada juga yang pakai baju polisi lengkap, katanya.

Kami melihat polisi saat melakukan penyitaan peralatan kami sebut pekerja tambang pasir laut, sungguh tidak elok dan cenderung arogansi. Kalau begitu dimana letaknya Bhinneka Tunggal Ika POLRI PRESISI yang sering digaungkan oleh Kapolri, tutup pekerja tambang pasir laut. (Red/Husna).

By Admin

-+=