Jakarta, Skalainfo.net| Alm H. Marjohan seorang pengusaha sukses di perantauan dengan berjualan di pasar Tanah Abang, Jakarta pusat. Beliau (alm) ingin mewujudkan cita-citanya untuk merenovasi mesjid raya legendaris Nagari Sulit Air di kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Mesjid Raya Sulit Air sebagai mesjid legendaris yang diresmikan oleh Bupati Solok Capt. Epyardi Asda, pada hari Sabtu akhir bulan Maret 2023 lalu, yang selama ini selalu ditunggu-tunggu untuk perenovasian Mesjid yang sudah lama terbengkalai pembangunannya sebab Pandemi Covid-19 yang merebak di tanah air.

Sekarang mesjid raya legendaris Sulit Air sudah terwujud dan sudah rapi renovasinya, ungkap keluarga (alm) Marjohan saat serah terima dari kontraktor kepada Wali Nagari, Ketua KAN dan Majelis Ulama Nagari yang disaksikan oleh Bupati dan perkumpulan perantau Sulit Air Sepakat (SAS).

Alm H. Marjohan saat masih hidup pernah berucap kepada Risman, ingin membangun mesjid di nagari asalnya yaitu di Sulit Air. Hal itu diungkapkannya ketika (alm) membantu Risman yang ikut wisuda Sarjana STIA LAN RI, ucap Risman kepada media ini di Jakarta, (14/4/2023).

“Cita-cita (alm) itu dipertegas lagi ketika pembelian lahan dan pembangunan kantor DPP SAS yang terletak di Jalan Raya Saharjo Kecamatan Tebet. (Alm) berkata lagi kepada Risman, selain bangun gedung DPP SAS kita juga akan merenovasi Mesjid Raya Sulit Air,” jelas Risman.

“RIsman sebagai Pjbt di kantor Kecamatan Tebet tahun 2000 an itu pun ikut mengawasi pembangunan kantor DPP SAS,” jelas mantan pejabat Dinas Tramtib dan Linmas Pemda Provinsi DKI Jakarta, yang kini diganti nama SATPOL PP, yang dikutif oleh media nasional.

Risman, putra Siaru Sulit Air itu menerangkan kepada awak media ini, mengapa mesjid raya Sulit Air disebut legendaris..? Risman  alumni Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi negara (STIA LAN) Jakarta itu, menjawab, bahwa ketika masih kecil-kesil dulu saya setiap hari Jumat dari Kampung Siaru, saya berlari-lari menuju ke Mesjid Raya Sulit Air, khusus untuk sholat Jumat, katanya.

“Setelah sholat Jumat juga terlihat pemuda-pemudi yang menikah di mesjid Raya Sulit Air saat itu. Generasi saat ini banyak yang tidak mengetahui mungkin kakek nenek dan bapak emak mereka itu dulunya dinikahkan di dalam mesjid Raya Sulit Air itu,” tambah Risman yang pernah jadi ketua IPPSA dan pengurus SAS Solok terbut.

TERJAWABLAH SUDAH:

Masyarakat perantau Sulit Air, yang ingin mengetahui biaya pembangunan renovasi mesjid raya legendaris itu, TERJAWABLAH sudah. Dikutif dari keterangan mantan Wali Nagari bahwa, biaya pembangunan mesjid raya legendaris Sulit Air diperkirakan mengahbiskan biaya sekitar 12 milyar, dan bukan 15 milyar, sebut mantan Walinagari saat itu.

Hal tersebut, tidak perlu dibesar-besarkan,katanya dan ketika itu belum ada fasilitas “Genset”  kalau lampu mati ya semua gelap, kata Alex Suryani mantan Wali Nagari Sulit Air.

Mesjid yang dibangun oleh keluarga (alm) Haji Marjohan luar biasa tampa pamrih, meskipun tidak ada Genset. Bagi keluarga tidak ada masalah yang jelas pembangunan selesai dan sudah diserah terimakan kepada  “Tiga Tungku Sejarangan”  Nagari Sulit Air.

“Kita harus bangga dan menjadi sejarah di Nagari. Disinilah kita bisa merenungkan bukan main bodoh dan tidak “Peka” tokoh masyarakat dan kita semua termasuk juga saya tampaknya harus diluruskan informasi biaya pembangunan ini,” ungkap mantan Wali Nagari Alex Suryani.

Peresmian mesjid raya sebagai mesjid legendaris Nagari Sulit Air, yang terletak di wilayah kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok Sumbar supaya menjadi kenangan oleh generasi mendatang. (Red/A/Risto).

By Admin

-+=