Tangsel, Skalainfo.net| Malapeh taragak ka basuo, ternyata ini yang selalu dirindukan oleh Bundo Kanduang Kota Tangsel untuk mempererat hubungan silaturahmi sehingga moment ini menjadi suatu keharusan demi berlangsungnya prinsip dasar kecintaan terhadap adat istiadat Minangkabau agar tetap terjunjung tinggi tentang pemahaman adat budaya nya serta dapat untuk dikembangkan dan dilestarikan. Kedaung, Sabtu, 10/9/2022.

“Tiada hentinya terus bergerak Bundo Kanduang Kota Tangsel saling bantu-membantu dengan kebersamaan itu baru tercipta rasa memiliki, mencintai, untuk mempersatukan warga Minang yang ada diperantauan memupuk persaudaraan dalam keberagaman yang bertema: Taragak Basuo”.
Dikesempatan itu turut hadir Ketua IKM Kota Tangsel Ir. Anafrizal, M.Si, Penasehat IKM Kota Tangsel H. Faizal, BA beserta jajaran, Sesepuh yang dituakan tampek batanyo Bundo Maharani Malano, Ketua Bundo Kanduang Kota Tangsel Djasminar Anwar, BA., Pg.Dipi., MA, Sekretaris Bundo Kaduang Kota Tangsel Elvita, Bendahara Umum Bundo Kanduang Kota Tangsel Ridha Afni, serta anggota Bundo-bundo Kanduang Kota Tangsel dan tamu undangan lainnnya. Bertempat di Sekretariat Bundo Kanduang Kota Tangsel, Komp. Kedaung Hijau, Blok C11, Kedaung, Kec. Pamulang.

Ketua IKM Kota Tangsel Ir. Anafrizal, M.Si dalam kata sambutannya mengatakan, gerakan yang dilakukan Bundo Kanduang Kota Tangsel ini sudah menjadi kebanggaan bagi warga Minang yang ada di Kota Tangsel, katanya.
Baik diperkumpulan orang Minang dan juga di dunia maya untuk Bundo Kanduang Tangsel sudah viral, ini menunjukkan bahwa Bundo Kanduang ini terus bergerak dan memperlihatkan peran-peran Bundo itu sangat nyata, di implementasikan kepada masyarakat luas semakin jelas intelektualnya, segala yang diberikan Bundo Kanduang itu kepada anak-anaknya dan cucunya demi kemaslahatan warga Minangkabau sesuai dalam pepatah Minang, ‘Barek samo dipikua, Ringan samo dijinjiang,’ ucap Anafrizal.
Ditempat yang sama Bundo Maharani Malano mengatakan, Sadanciang bak basi, Sa ciok bak ayam, basamo mangko nyo bisa. Nan ketek jo keteknyo, Nan gadang jo gadangnyo, akhirnya dengan semangat kita kerjakan secara bersama-sama. Ini sudah di buktikan bahwa dengan basamo itu, terwujud yaitu kemarin kita menjadi pemenang mendapatkan juara 1 dalam Parade Budaya Nusantara Baju Kuruang Basibah, ucap Bundo Maharani.

Masih dikatakannya, hari ini kita sebut dengan ‘Malapeh Taragak’ kegiatan ini kita adakan di setiap bulan bertujuan untuk kebersamaan saling menjaga, saling membantu, saling mengetahui, kemudian untuk perekat dari kebersamaan itu ada arisan. Namun pada dasarnya bukan di arisan itu karena yang bukan ikut arisan juga ya harus datang, tetapi kebersamaan ini jauh lebih mamfaat untuk kita, tambah Bundo Maharani.
Program dari Bundo Kanduang ini kedepan akan lebih mutakhir lagi, yang mana pada bulan Oktober nanti kita mengadakan ulang tahun Bundo Kanduang, dan diakhir tahun ini juga bersama Bundo Kanduang yang ada di Mancanegara bersama-sama menyelenggarakan Kongres Bundo Kanduang Sedunia, yang akan dilaksanakan di Batu Sangkar, tambah Bundo Maharani.
Siapa saja nanti Bundo Kanduang yang datang dari Mancanegara itu kita belum dapatkan nama-namanya, namun,..kita akan membuat suatu Kongres Bundo Kanduang Sedunia di Batu Sangkar. Persiapan dari Bundo Kanduang Kota Tangsel ini terkait Kongres Bundo Kanduang Sedunia di Batu Sangkar, sudah mulai mempersiapkan baju seragam yaitu baju kuruang basibah, warna hitam dengan kain batik buatan Lintau (Kain Batik/Sarung Buatan Lintau), tutur Bundo Maharani.
Diakhir ucapan Bundo Maharani mengharapkan keikut sertaan Bundo Kanduang Tangsel dalam kongres tersebut, ini akan menambah wawasan dan banyak perantau Minang yang tinggal di Mancanegara sudah puluhan tahun, pertemuan ini akan menambah saudara buat kita. Dan kepada warga Minang yang ada di Tangsel, khusus Bundo-bundonya marilah bergabung dengan Bundo Kanduang Tangsel agar kebersamaan ini dapat kita rasakan bagaikan serasa hidup dikampung sendiri, saya memahami dengan kesibukan nya, namun kita mencoba merangkul orang-orang itu dengan cara kita sendiri atau melalui IKM Kota Tangsel menghimbau orang-orang itu dapat bergabung dengan Bundo Kanduang Kota Tangsel ini, tutup Bundo Maharani Malano.

Sekapur sirih dari Bundo Djasminar Ketua Bundo Kanduang Kota Tangsel mengatakan, malapeh taragak ini adalah dengan menampung ide-ide dari Bundo Kanduang apa saja kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan evaluasi kami, dalam tema; malapeh taragak ka basuo ini, ucap Bundo Djasminar.
Selama ini, yang sudah kami lakukan tentang seni budaya termasuk vokal group dan tari-tarian, santunan serta lain-lain juga bersinergi dengan Bundo Kanduang DKI Jakarta. Kekompakan dalam jajaran Bundo Kanduang sudah kita dapatkan mungkin karakter masing-masing yang berbeda-beda seperti dirumah gadang yang begitu perlu dibenahi, bila ada yang dinasehati kita berikan nasehat yang santun, tutur Bundo Djasminar.
Acara taragak basuo ini mempertemukan satu dengan yang lainnya tentunya untuk saling mengingatkan menengahi permasalahan yang ada didalam. Tentunya peran Bundo Kanduang itu seperti apa? disinilah adat Minang itu dipakai, Bundo Kanduang itu adalah sebagai contoh, yang memiliki sikap yaitu pemaaf, bijaksana dan sabar, ungkap Ketua Bundo Kanduang Kota Tangsel.
Ditempat terpisah sekretaris Bundo Kanduang Kota Tangsel Elvita menambahkan, dalam hal ini kita tetap meningkatkan tali silaturahmi dan melebarkan sayap Bundo Kanduang, tentunya dengan membawa amanah dari Bundo Kanduang Minangkabau, ucapnya.
Melestarikan adat budaya Minangkabau dan menurunkan etika berbudaya Minang kepada anak keturunan kita serta memperkenalkan kepada lingkungan tempat tinggal kita. Tentunya juga kita bisa berkolaborasi dan sinergi dengan semua pihak terutama kepada perkumpulan wanita-wanita yang ada dikota Tangsel, Jabodetabek bahkan tingkat nasional, katanya.
Bunda Kanduang Kota Tangsel selalu berupaya menggali potensi yang kita punya untuk bermitra dan sinergi dengan berbagai pihak, yang jelas kita tetap mengawal hal-hal positif bukan berarti dalam kodratik keibuan akan tetapi seorang Bundo Kanduang yang juga betul-betul penentu lahirnya generasi bangsa yang berkualitas, penentu lahirnya generasi bangsa yang berbudi luhur, yang tahu adat istiadat, yang tahu tata krama dan ber-etika, jelasnya.
Senada yang disampaikan oleh Bundo Anizar, SH., M.Kn selaku anggota Bundo Kanduang Kota Tangsel menyampaikan bahwa kita ini bagian dari orang Minang diperantauan jauh dari sosial yang dirasakan saat kita dikampung, dengan adanya wadah di Bundo Kanduang ini maka disilah kita mempunyai keluarga besar ketika kumpul seperti ini serasa negeri ini kampung kita sendiri, katanya.
Kita mengetahui bahwa berkumpul dengan orang Minang itu adalah orang-orang yang cerdas, Bundo-bundo itu orang berpikiran intelektualnya tinggi, saya bergabung disini ingin menimba ilmu juga dari Bundo-bundo walaupun tidak semuanya orang karir namun dari kebersamaan inilah kita saling sinergi dan mengetahui kelebihan dan kekurangan kita untuk saling menghargai, ucap Bundo Anizar, SH., M.Kn. (Red/Alfi).
