Setelah Diukur Tanah Yayasan Asqy Oleh BPN Tangsel Satu Bulan Lalu, Hingga Saat ini Hasil Ukur Belum Diterbitkan

Setelah Diukur Tanah Yayasan Asqy Oleh BPN Tangsel Satu Bulan Lalu, Hingga Saat ini Hasil Ukur Belum Diterbitkan


Tangsel, Skalainfo.net| Satu bulan lebih tanah Yayasan Asqy (Sekolah Tahfidz Ash Shiddiq) yang telah diukur ulang oleh BPN Tangsel, hingga saat ini hasil pengukuran tersebut belum diterbitkan. Pihak Yayasan Asqy terus mendesak agar BPN Tangsel cepat mengeluarkan surat ukur atau peta rinciknya, oleh Yayasan Asqy lahan tersebut dibeli dengan surat serta sertifikat yang sah dari saudara Helmi pada tahun 2016 saat itu. Jum’at, 20/5/2022.

IMG 20220510 142546
Exclusive

“Sebelumnya, tanah seluas 3.670 meter2 yang akan dibangun untuk sekolah Tahfidz Ash Shiddiq tersebut memang sudah ada berdiri musolla Babussalam disebelah Utara, dan setelah diukur, betul sebagian tanah musholla itu berada diatas tanah milik Yayasan Asqy, namun karena peruntukannya untuk musholla keberadaannya tidak dipermasalahkan oleh pihak Yayasan Asqy”.

Ketua Yayasan Asqy Subhanallah mengatakan, bila betul tanah mosholla Babussalam sebagian ada ditanah Yayasan Asqy tidak apa-apa bahkan nanti akan saya tambah luasnya musholla Babussalam itu, ucap Subhanallah.

Setelah berjalan pembangunan sekolahan Tahfidz Ash Shiddiq timbul beberapa pertanyaan dari warga sekitar mosholla Babussalam yang mengatakan bahwa mosholla Babussalam itu adalah tanah wakaf dari bapak Harjanto, orang tua asli dari saudara Tata Harjanto yang sudah menjual tanahnya kepada saudara Helmy sebelum dibeli lagi oleh Yayasan Asqy sekolah Tahfidz Ash Shiddiq seluas 3.670 meter.

Dengan adanya tanah wakaf musholla Babussalam itu seluas 230 meter dan sebagian tanahnya masuk dalam lingkungan tanah milik Yayasan Asqy sehingga menjadi perdebatan antara pengurus musholla Babussalam dengan pemilik Yayasan Asqy, sampai mengundang perangkat RT/RW dan Lurah Serua serta kepolisian Kota Tangsel.

Subhanallah menambahkan, sebagai ketua Yayasan Asqy dirinya sangat berharap kepada tim pengukuran BPN Kota Tangsel agar bisa secepatnya mengeluarkan surat hasil ukur tanah milik Yayasan Asqy, dan supaya warga masyarakat tidak lagi mengusik-usik lahan tanah milik Yayasan Asqy yang telah dibelinya dari saudara Helmy secara sah sesuai document dan surat ukur serta sertifikat ketika pelepasan hak tanah seluas 3.670 meter ini dari saudara Helmy, ujarnya kepada awak media ini.

Dalam hal ini, tambah Subhanallah lihatlah bahwa didepan pintu gerbang masuk ke sekolahan ini dipasang seling panjang oleh oknum warga yang tidak saya sebutkan namanya satu-persatu. Pasang tali seling ini juga di dalam tanah Yayasan Asqy Tahfidz Ash Shiddiq, nahh…ini disebut apa? Kalau seling Panjang ini tidak dibuka secepatnya bisa saja saya laporkan ini perbuatan melawan hukum, kata Subhanallah.

IMG 20220510 142603

Oleh sebab itu hasil pengukuran BPN itulah yang menjadi pedomannya, supaya sama-sama tahu bahwa Yayasan Asqy ini tidak mencaplok tanah wakaf musholla Babussalam, akan tetapi memakmurkan mushollanya agar dapat dipakai besama-sama, tuturnya.

Musholla itu kan tempat ibadah…ya sudah kita rawat bersama-sama dan saya akan bantu untuk perawatannya serta akan saya perluas lagi bangunannya, sesuai yang pernah saya ucapkan sebelumnya bahwa bangunan mushollanya saya baguskan lagi, sebut Subhanallah dengan mengatakan lagi dengan catatan boleh dong anak didik saya untuk ikut sholat berjama’ah dimusholla itu, harapnya.

Ditempat terpisah, awak media ini mencoba untuk mengkomfirmasi kepada pihak BPN Kota Tangsel, apakah benar pengukuran tanah milik Yayasan Asqy yang beralamat dibukit indah Serua, Ciputat sudah pernah dilakukan pengukuran oleh pihak BPN Kota Tangsel..? dan supaya informasi dalam pemberitaan ini tetap berimbang kepada masyarakat luas serta duduk perkara yang dialami warga masyarakat sekitar Yayasan Asqy dan pengurus musholla Babussalam tidak saling menuding bila benar pengukuran tanah tersebut dilakukan oleh pihak BPN Kota Tangsel.

Para staff bidang pengukuran tim BPN Kota Tangsel menyatakan, benar telah dilakukan pengukuran di Yayasan Asqy Tahfidz Ash Shiddiq pada tanggal 6 April 2022 lalu, sebut para tim ukur BPN Kota Tangsel.

Namun sampai saat ini kami belum menerbitkan surat ukurnya karena kami masih mencari surat warkah lama atas tanah itu yang berada diwilayah bukit indah, Serua, Kecamatan Ciputat itu, tambah para staff ukur BPN Kota Tangsel.

Awak media ini menanyakan, berapa lamakah surat ukur itu dikeluarkan bila pengukuran atas tanah warga masyarakat dilakukan oleh tim BPN? Staff ukur BPN mengatakan, bila sudah diukur itu tidak lama proses surat itu, paling lamanya hanya satu minggu, katanya.

Masih dikatakannya, bahwa surat ukur seperti ini kami tidak bisa memberitahu kepada siapa saja, kecuali pihak kepolisian yang meminta nya. Karena proses pengukuran yang sudah dilakukan di Yayasan Asqy Ash Shiddiq itu diminta oleh pihak kepolisian Polres Tangsel, tambahnya.

Kalaupun bapak mau tahu hasilnya itu, ya harus dengan kepala Subid nya langsung pak, karena segala hasil dilapangan itu sudah diserahkan kepada kepala bidangnya, sebut staff ukur BPN Kota Tangsel kepada awak media ini.

Jarak waktu semenjak pengukuran hingga sekarang sudah terhitung satu bulan setengah, apakah pihak instansi terkait itu tidak mengetahui gejolak yang timbul di kedua belah pihak bila acuan penengah ini, ternyata ada di pihak pengukuran BPN Kota Tangsel. (Red/Esky).


Fokus Peristiwa Skala Tangsel Terkini