Pengurus Yayasan Tahfidz Ash Shiddiq Layangkan Surat ke Polres Tangsel Terkait Pengukuran Tanah Oleh BPN

Pengurus Yayasan Tahfidz Ash Shiddiq Layangkan Surat ke Polres Tangsel Terkait Pengukuran Tanah Oleh BPN


Tangsel, Skalainfo.net| Sekolah Tahfidz Ash Shiddiq melayangkan surat kepada Kepala Kepolisian POLRES Tangsel, terkait hasil pengukurn dan penetapan batas-batas tanah sekolah Tahfidz Ash Shiddiq yang telah dilakukan oleh BPN Kota Tangsel pada tanggal 6 April 2022 lalu hingga hari ini belum mengeluarkan hasil pengukuran, ada apa?. Senin, 25/4/2022.

Pengukuran tersebut dilakukan terkait dengan pemasangan seling yang menutup tanah Sekolah Tahfidz Ash Shiddiq oleh ketua RW 05 Perumahan Bukit Indah mengatasnamakan warga, sejak tanggal 6 September 2021 dan penggembokan akses ke mushollah Babussalam dari lingkungan sekolah Tahfidz Ash Shiddiq.

Pada kenyataan nya tidak sedikit warga perumahan bukit indah yang berkerja ataupun menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah Tahfidz Ash Shiddiq yang baru sekitar 5 tahun pindah kelingkungan perumahan bukit indah karena terimbas pebangunan ruas tol Serpong- Cinere.

Ketua Yayasan sekolah Tahfidz Ash Shiddiq membeli tanah seluas 3670 M2 dari saudara Helmy yang mana saudara Helmy membelinya dari bapak Tata Hartjahyo. Ternyata sebelum dijual kepada saudara Helmy tanah Tata Hartjahyo seluas 3900 M2, yang oleh Orangtuanya Tata Hartjahyo tanah seluas 3900 M2 tersebut, dijual kepada saudara Helmy seluas 3670 M2 dan diwakafkan seluas 230 M2 (jumlahnya pas sesuai sertifikat asal dan juga dokumen PBB yaitu 3900 M2), sebut ketua Yayasan Ash Shiddiq saat dihubungi awak media ini.

“Belakangan diketahui bahwa mushollah Basussalam yang seharusnya berdiri diatas tanah wakaf bapak Tataq Hartjahyo seluas 230 M2 ternyata sebagian lahan nya itu ada diatas tanah saudara Helmy yang sudah dibeli H. Subhanallah tersebut”.

Tanah yang berada dilahan saudara Helmi yang telah dibeli ketua Yayasan Ash Shiddiq seluas kurang lebih 60 M2, sisanya berada ditanah fasos perumahan bukit indah. Timbul pertanyaan adalah kemana tanah yang 230 M2, yang telah diwakafkan bapak Tata Hartjahyo?

Mengingat tanah yang dibeli oleh ketua Yayasan Ash Shiddiq H. Subhanallah untuk sekolah Tahfidz Ash Shiddiq adalah 3670 M2, sedangkan tanah bapak Tata Hartjahyo seluas 3900 M2, dan diwakafkan seluas 230 M2, sebelum dijual seluas 3670 M2.

Berdasarkan dokumen sertifikat tanah seluas 230 M2, atas nama Tata Hartjahyo yang dipegang pengurus mushollah Babussalam sebagai document tanah yang diwakafkan tampak bahwa tanah tersebut tidak tumpeng tindih dengan tanah yang dibeli H. Subhanallah untuk sekolah Tahfidz Ash Shiddiq.

Untuk keperluan penyelidikan inilah kepolisan dalam hal ini Satreskrim Polres Tangsel meminta BPN untuk melakukan pengukuran dan penetapan batas-batas tanah berdasarkan kondisi fisik dan dokumen yang ada di BPN Tangsel.

Sebenarnya permasalahan hilangnya fisik tanah 230 M2 atas nama bapak Tata Hartjahyo yang telah diwakafkan yang penyelesaiannya harus melalui proses penyelidikan dan mungkin juga pengadilan jika benar diatas tanah tersebut telah terbit beberapa sertifikat tanah lain yang berurusan dengan tanah 230 M2 tersebut. “Keberadaan mushollah Babbussalam tidak sama sekali dalam masalah, karena H. Subhanallah juga sudah menyisihkan tanah seluas 237 M2, atas nama beliau untuk diwakafkan kepada warga bukit indah sebagai tanah mushollah Babussalam,” katanya.

Namun dengan alasan-alasan tertentu pengurus mushollah Babussalm keberatan jika yang mewakafkan mushollah bukan bapak Tata Hartjahyo karena sejak awal tanah tersebut sudah diwakafkan oleh ayah atau orangtua Tata Hartjahyo yaitu bapak Harjanto kepada pengurus Yayasan Babussalam pada tahun 2006.

Fakta yang cukup menarik lainnya adalah adanya persteruan antara pengurus mushollah Basussalam yang menerima wakaf dari bapak Harjanto (ayahanda bapak Tataq Hartjahyo) dengan pengurus musholla saat ini yang berujung penarikan wakaf oleh bapak Harjanto dan pemberian wakaf baru oleh bapak Tata Hartjahyo.

Setelah 19 hari sudah berlalu pengukuran dan BPN belum juga merilis hasil pengukuran tanah tersebut, oleh karena itu selaku ketua Yayasan Ash Shiddiq H. Subhanallah mengirimkan surat permintaan klarifikasi kepada BPN dan Polres Tangsel terkait hasil pengukuran tersebut. (Red/Esky).


Fokus Peristiwa Skala Tangsel Terkini