Sutradara Ngekting,  PETANG DI TAMAN  Film Teater Pertama Indonesia

Sutradara Ngekting, PETANG DI TAMAN Film Teater Pertama Indonesia


Jakarta, Skalainfo.net| Film Teater “Sutradara Ngekting Dalam Lakon Petang di Taman” akhirnya tayang di tiket.com, mulai Senin, 31 Januari 2022, hingga 13 Februari 2022 mendatang.

WhatsApp Image 2022 01 21 at 21.06.02
Foto executive

Karya besar Film Teater Pertama di Indonesia yang berdurasi sekitar satu jam, akan tayang dua kali setiap harinya, pertama show, pukul 17.00 WIB, dan show kedua, pukul 20.00 WIB.

Tiket dapat dibeli melalui web link tiket.com/to-do/petang-di-taman, atau dapat melalui aplikasi tiket.com di app store atau play store dengan menu To-Do online lalu cari “Petang Di Taman“.

Merupakan pergelaran teater yang di kemas dalam konsep multi media, directing shot by shot dengan tetap mempertahankan esensinya sebagai seni pertunjukan teater.

Iwan Burnani Tony, sutradara film teater ini, menyampaikan Film Sutradara Ekting. Dalam Lakon Petang di Taman, formatnya tetap panggung dengan pendekatan secara filmis ayau juga Pengambilan gambar shooting dengan konsep dan standar equipment film, Jakarta, Kamis, (20/01/2022).

WhatsApp Image 2022 01 21 at 21.10.18
Executive

Menurut Iwan Burnani Toni, untuk mendapatkan sensasi dan nilai-nilai dramatiknya, selain pengadeganan di panggung juga ada shooting out door, sesuai tema dan judul “Sutradara Ngekting” Petang Di Taman.

Pemeran dalam film ini adalah para sutradara teater serta sutradara film dan televisi. Mereka antara lain, Taslim Idrus, Joind Bayuwinanda, Edward AN, Mohan Mehra, Maya Azeezah, Ade Bilal Perdana, Davit Fitrik, dan Eka Octaviana.

Mereka adalah para sineas, dan penggiat teater, yang secara profesional sudah banyak menyutradarai film, sinetron tv maupun pertunjukan teater, termasuk perupa (pelukis), penulis sastra, creative writer (penulis skenario), presenter, penyiar radio, dan praktisi kesenian lainnya.

Film Teater pertama di buat di Indonesia Sutradara Ngekting – Dalam Lakon “Petang di Taman” disutradarai IWAN BURNANI TONI, salah satu pendiri Bengkel Teater Rendra. Diproduksi atas kerjasama Teater Baling-Baling, Sanggar Humaniora, dan Citrus Sinema.

Didukung Dinas Kebudayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta Badan Pengelola Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

Bertindak selaku Eksekutif Produser IWAN BURNANI, Produser BENG, Co Produser MARIA ANGELINA SAUYANA, Desain Produksi EDDIE KARSITO, Co. Sutradara SUKARYA St MARAJO, dan Asisten Sutradara ENDIN SAS.

Supervisi Musik & Musik Tema SAWUNG JABO dan SIRKUS BAROCK, Penata Musik CITRUS STUDIO dan BAGUS MAZZASUPA, Penata Kamera HENDRO TOLATOLE, Penata Artistik MAS PADHIK, Pimpinan Produksi RONNY MEPET, Sekretaris Produksi DIDIEN ROCHIDIEN, dan Manejer Unit VIVI MISROYANI.

Sebelum tayang di tiket.com, pelaksana produksi film ini menggelar nonton bareng di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini Jakarta Pusat, Minggu, (16/01/2022).

Ikut menyaksikan pemutaran film ini, para aktor, aktris, sutradara film, sinetron dan teater, serta para seniman penggiat seni teater, antara lain Nendra WD, Tatan Daniel, Sudibyo JS, Raden Monowangsa, Yati Surachman, dan Fadly Jackson.

Turut hadir menyaksikan IWAN HENDRY WARDHANS Kepala Dinas Kebudayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Putri almarhum Iwan Simatupang sebagai pewaris karya VEOLETTA SIMATUPANG, serta MARIA ANGELINA SAUYANA Produser Citrus Sinema.

Dalam kesempatan sebelum film di putar Iwan Henry Wardhana (Kadisbud), berharap tradisi kreatif terus tumbuh di ranah Taman Ismail Marzuki sebagai rumah para seniman.

“Ini simbiosis mutualisme. Karya yang mempertemukan (Tree Wan) tiga Iwan; Iwan Simatupang, Iwan Burnani, dan Iwan Wardhana,” kelakar Kepala Dinas Kebudayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saat menyampaikan sambutan.

“Upaya teman-teman seniman sangat kreatif, termasuk fleksibilitas mengatasi rintangan dan tantangan, patut mendapat apresiasi dan dukungan. Tradisi kreatif seni ini harus berlanjut,” tambah Iwan Henry Wardhanau saat memberi sambutan.

Sementara Produser Citrus Sinema, Maria Angelina Sauyana, menyampaikan, hampir seluruh sektor kehidupan terdampak pandemi virus corona. Tak hanya kesehatan, tapi juga sektor ekonomi.

“Dampaknya juga berimbas pada kehidupan seniman, dan pelaku industri kreatif. Tapi kami terus berupaya hingga tercapainya produksi film teater ini. Situasi yang tidak mentu ini kami jadikan sebagai motivasi untuk lebih kreatif,” ujar Maria Angelina Sauyana.

Ringkasan SUTRADARA NGEKTING Dalam Lakon –

“Petang Di Taman”

Karya IWAN SIMATUPANG.

Adaptasi IWAN BURNANI TONI.

Tempat bersantai dan tempat melepas pengap keseharian beraktivitas. Namun disisi lain ada pula Taman tersebut digunakan untuk tempat beristirahat mencari kebahagian di luar rumah dengan karakter sosial berbeda dan sudut pandang yang jauh berbeda.

Tentunya tentang absurditas eksistensialis manusia dan kemanusiaan, dengan berbagai problem pikiran dan kejiwaan masing-masing. Disebuah taman sebagai simbol ruang bertemunya orang-orang yang tidak saling mengenal satu sama lain dan terjadi distorsi komunikasi.

Celakanya dari setiap taman, setiap orang yang datang dan lewat, menganggap mendapatkan kemerdekaan, dirinya untuk mencampuri setiap pembicaraan. Ya, setiap kehidupan yang sedang berlaku disitu.

Taman tempat istirahat siapa saja, waktu sore hari nampak lelaki tua sedang tidur dibangku taman (EDWARD. AN), lelaki tua ini tampilannya tidak terlihat sebagai orang kaya, baginya tidur di taman hal yang membahagiakan dibanding dirumahnya yang mewah.

Sedang asyik tidur, datang laki-laki tua lain, (TASLIM IDRUS) yang dengan sengaja membangunkannya sehingga terjadilah pertengkaran karena dia dianggap gembel…

Dibangku lain lelaki paruh baya (JOIND BAYUWINANDA), sedang asyik mengetik menyelesaikan karangan novel merasa terganggu adanya pertengkaran kedua orang tua tersebut.

Tidak lama berselang datang di taman anak muda (ADE BILAL) korban PHK dari salah satu perusahaan untuk mengembalikan dompet yang ditemukan di jalan raya, dan melihat pertengkaran itu melerainya serta orang tua yang kaya mengalah lalu pergi.

Dalam cuaca yang tidak menentu terjadilah perdebatan lagi antara lelaki tua dan paruh baya tentang mereka sendiri tidak mengetahui pasti musim apa sebenarnya sekarang ini.

Perdebatan belum lagi mendapatkan hasil yang memuaskan bagi mereka, datanglah seorang pencinta balon (MOHAN MEHRA) yang mereka kira penjual balon si pencinta balon, merasa terganggu oleh kesalahan tafsiran tersebut. Dan ini juga di alami oleh seorang wanita (MAYA AZIZAH) datang bersama bayinya.

Kejadian ditaman merupakan konflik-konflik yang tidak ada hubungannya satu sama lain,  menceritakan pergulatan manusia dalam kehadiran melawan kesepian dan tidak di mengerti.

Yang sangat eronis dari cerita ini ialah, dimana petang di taman yang seharusnya merupakan tempat kenyamanan dan ketenangan bagi orang-orang yang mengunjunginya, justru disini sebaliknya.

Sinema alternatif yang menghadirkan film-film pilihan. Sutradara Iwan Burnani mengkemas dengan apik. Ditangannya para sutradara mengadu untuk berakting dan tentunya dibintangi para sutradara aktor-aktor terbaik Indonesia.

Layar sinema online terbaru persembahan Inspire Production dan tiket.com…. Bioskop Tiket Inspire

“The Best Seats to Watch Movie”

Rangkuman Penulis : ALFI / EDWARD.

(Red).


Fokus Skala Entertainment Terkini Terpopuler