Dilarang Berjualan Diarea SMKN1 Wakatobi, Kepala Sekolah Disuruh Mundur

Dilarang Berjualan Diarea SMKN1 Wakatobi, Kepala Sekolah Disuruh Mundur

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Wakatobi, Skalainfo.net| Massa yang tergabung dalam Pergerakan masyarakat dan pemuda Waha Raya melakukan aksi demonstrasi di Kantor KCD (Kantor Cabang Dinas) Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten wakatobi, (22/11/2021).

Salah seorang massa aksi Fadil menyampaikan, dari saat sekolah itu dibangun dan di fungsikan dari tahun 2010 tidak ada pihak sekolah yang melarang masyarakat yang ingin berjualan, menjual nasi kuning, Roti dan es blender di wilayah lingkungan SMK N 1 Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi, pelarangan itu hanya terjadi di Era kepemimpinan Nuddin Majido sebagai Kepala Sekolah yang sekarang menjabat, Kami alumni dan masyarakat sangat malu, ucapnya.

Menurutnya Tindakan melarang beberapa orang masyarakat untuk tidak berjualan di lingkungan sekolah SMKN 1 Wangi-wangi itu merupakan tindakan yang tidak bijaksana dan tidak berperikemanusiaan. Kepala KCD dan Kadis Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara agar segera mencopot kepala sekolah SMKN 1 Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi dari jabatannya. Teriak Fadil di depan kantor KCD pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara Wakatobi.

Fadil mengatakan bahwa di era Negara dan masyarakat berjuang untuk memulihkan ekonomi negara, seharusnya kepala sekolah bersikap bijaksana dan toleran, melarang mereka berjualan itu bukan solusi. Orang tua saya yang berjualan di sekolah itu telah menjadi korban dari pelarangan itu, sedangkan saya dan adik-adik saya 6 orang bisa sekolah biayayanya salah satunya bersumber dari hasil orang tua saya berjualan di sekolah SMKN 1 Wangi-wangi, tambahnya.

Satria, salah satu Korlap Aksi menyampaikan, jarak antara rumah-rumah siswa dengan sekolah itu agak cukup jauh, kebijakan pelarangan untuk menjual makanan dan minuman es di lingkungan sekolah maka siswa-siswi sekolah berpotensi bolos sekolah ketika mereka Haus dan lapar di sekolah, sebutnya.

Dalam orasinya Satria menduga dalam kurung waktu kurang lebih satu tahun di sekolah SMKN 1 Wangi-wangi di duga tidak pernah melakukan rapat komite di sekolah, ini di duga melanggar tata cara pengelolaan anggaran dana Bos, dan hasil advokasi kami telah di duga terjadi penggelapan aset sekolah dan atap sekolah yang jumlahnya banyak kok saat ini kenapa bisa hilang.

Soal pelarangan beberapa warga yang berjualan di sekolah itu sama halnya kepala sekolah ingin mamatikan perekonomian masyarakat yang mencari Nafkah di lingkungan Sekolah SMKN 1 Wangi-wangi. Sekarang masyarakat sedang kesusahan mencari nafkah di era Covid 19 seharusnya kepala sekolah bersikap toleran, bukan menyengsarakan warga yang berjualan di lingkungan sekolah, tutupnya. (Red/Syamsul).


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Daerah Fokus Peristiwa Terkini